Membuat Bisnis dari Gambar Akhir

Kalo melihat mall, ruko dan kios yang banyak dibangun akhir-akhir ini, di seantero negeri, kita bisa bersyukur bahwa sektor retail pasti akan mendapatkan berkahnya. Akan muncul sekian toko yang bisa hidup darinya. Akan banyak tenaga kerja bisa terserap disana. Lumayan. Pengangguran sedikit ( ato malah banyak ? ) berkurang.

Alhamdulillah lagi. Banyak teman TDA menjadi pelaku bisnis retail tersebut. Banyak pemilik kios dan toko adalah temen TDA. Saya salah satunya. Ada 4 toko lagi. Toko herbal, toko obat, toko kosmetik dan optik. Sombong oiiii… uts uts…

Yang saya sadari kemudian, ternyata dari banyak toko di mall, kios dan ruko itu, sebagian besar yang tertampung jadi tenaga kerjanya adalah anak muda, bujangan maupun yang sudah kawin (pasangan muda. Yang masih segar. Yang masih mudah diajari. Kadang pendidikan juga jadi pertimbangan. Kalo bisa sih yang masih bebas ( single ) sehingga nda banyak excuse. Tanpa saya sadar ternyata saya juga ikutan trend milih yang kriterianya begituan.

Lalu ada yang komplain :

"Lha kayak saya Her, yang sekolah aja nggak kelar. Keahlian nda punya. Umur udah nggak seger (emang sayuuur !!). Sudah ada buntut (keluarga dan anak). Ya nda masuk kriteria untuk kerja gituan. Trus kerjanya nungguin lagi.. Nda betah juga sayanya. Jadi ya ujungnya gini ini… ngojek. Lha bisanya juga gini".

"Mikir juga sih Ru? Sampe umur berapa kuat begini. Apalagi yang sama-sama ngojeg sekarang makin banyak. Angkot juga sudah makin rata. Susah, saban harinya juga, ngedapetin langganan. Kalo dulu ngojek sehari bisa dapat 50 ribu. Sekarang 15 ribu aja udah makan waktu seharian. Si iyan aja, yang kemarin masih kerja aja, ujung punya ujung ya sama ama kite. Ngojeg. Katanya di PHK. Pesangon nda dapet. Ndagang, mana modalnya? Paling bisa ya ngojeg. Makin banyak aja nih anggota ( sesama tukang ojeg satu pangkalan - maksudnya )".

"Mana anak makin gede lagi. Tiap hari ada aja sekolahnya acara. Ini duit itu duit. Qurban aja, katanya wajib tiap murid nyawer. Buat beli sapi katanya. Kagak dikasih, dia-nya malu mau sekolah. Dikasih ganti emaknya nyap nyap. Lha kita aja beras habis bang. Istri ngedumel. Pusing dah"

"Gue kerja apa ya, her? Sebenarnya udah gerah banget nih ngojeg. Gini gini aja. Lho bikin apa kek gitu, gue ikutan deh".

Saya pernah diajari dari ilmu 7 habits Stephen Covey, bahwa setiap orang harusnya berjalan dengan mempunyai "misi hidup". Pak Jamil Azzaini juga punya pesan untuk membuat proposal hidup. Pernah saya tulis bahwa saya pingin jadi orang yang banyak memberi dan diberi kemampuan untuk memberi. Mendengar keluh kesah kayak gitu rasanya kepala cekot cekot… untung saya jualan herbal jadinya saya minum habbatussauda…. ( iklan ! Pantesan ora nyambung ! )
Apa yang bisa kita kerjain untuk situasi kayak gini ya.
Mosok kita yang ada sedikit kelebihan nda bisa nemuin jawabnya sih.

Harusnya mereka yang jagoan nyusurin jalanan ini dikasih barang aja suruh ndagangin ke warung warung. Bukannya sekarang orang pada sadar untuk berwirausaha sehingga jumlah warung dan kios makin buaannnyak. Lah berarti kan pangsa pasar untuk yang punya barang terbuka luas nih. Tinggal kita bikinin aja barang lalu mereka ini yang cocok untuk men-sales-in. men-distribusi-in.

Belajar dari para senior. Jualan minuman instan jahe merah kayaknya bisa jalan deh. Barangnya ada khasiatnya. Diterima banyak kalangan. Bukan barang yang sangat canggih sehingga siapa aja bisa jual. Juga bukan barang yang udah umum banget sehingga persaingannya berdarah darah gitu. … nah ideal nih sebagai barang dagangan. Tinggal bikin komposisi, merek dan harga yang para tukang ojeg ini jadi mudah ngejualnya….

Mbikin bisnis itu mudah dan seharusnya tidak pernah jadi masalah. Yang jadi masalah itu mbikin rangkaian bisnis yang bisa jalan. Modal juga harusnya nda jadi masalah. Mencarinya yang jadi masalah. Itu sih gurauan teman saya. Hehe.

Cerita berlanjut. Alhamdulillah banyak teman, temannya teman, bahkan temannya temannya teman yang mendukung pembuatan produk yang bisa dipake dagang orang orang dengan cerita dan keinginan sama dengan tukang ojeg tadi. Hingga akhirnya jadi-lah produk "jahe merah aroma" - www.jahearoma.com.
Diset harga sangat murah (harga grosirnya),
jualnya bisa mahal,
berkhasiat,
diolah dengan baik,
sangat marketable
cocok untuk digerakkan mereka yang kepepet pingin berubah
dan mencari suasana baru selain aktivitas penghasilan sekarang .

Bayangkan kalo mereka jualan sehari bisa nyamperin 20-30 warung.
( di Jakarta 1 gang aja rata-rata ada 2-3 warung, satu RT bisa ada 10-an warung ).
Per warung beli 2 pak.
Per pak mereka bisa dapatkan profit Rp 2.000
( = jual ke warung Rp 8.000 ; sebenarnya bisa juga lebih hingga 3.000 or 4.000 kalo jualnya Rp 9.000 - 10.000 ).
Dikali 20-30 warung.
Berarti sehari 20 x 2 x Rp 2.000 = Rp 80.000 atau malah kalo 30 warung = Rp 120.000 per hari.
Sebulan 25 hari kerja = 2juta s/d 3juta untung nya lho.
( Modaaar, lha kok lebih gede dari gaji saya jadi pegawe ni… wis saya tak banting stir jadi jualan jahe aja ya Ru. Outs maaf Anda ditolak.. karena Anda bukan tukang ojeg… kekekekekek ).

Jadi kalo Anda juga mempunyai kenalan yang sama problemnya dengan tukang ojeg diatas. Tidak qualified dengan bisnis toko Anda. Sementara dia kita tahu jujur dan niat berubah. Berilah mereka umpan. Kami sudah siapkan umpannya. Tinggal menunggu kebaikan Anda untuk jadi investornya.

Kebayang nda sih, teman, tetangga, kenalan Anda yang kemarin bingung cari kerja yang lebih menghasilkan, sekarang sibuk jualan. Suami istri mungkin, kerjasama naik sepeda motor, keliling ke rumah rumah, menawarkan dagangan. Hari ini jahe merah, mbesok bertambah lagi, berkembang dan berkembang akhirnya mereka jadi agen besar... dan ekonomi merekapun membaik. Hanya sesederhana itu bayangan saya ketika memulai membuat produk ini. Tapi itu saja cukup untuk menggerakkan banyak orang hingga produk yang seperti jahe aroma ini terwujud.
Gambar akhir itulah yang saya kejar dan jadi panduan saya waktu setting produk jahe aroma ini. Semoga kami mampu mewujudkannya.

-----

Penjelasan lebih lanjut silakan hubungi mas Arief Wahyuadi -
seorang jebolan SEL ( Social Entrepereneur Leader )-nya Dompet Dhuafa yang sekarang jadi the master of jahe merah.

www.jahearoma.com
Kantor Jahe Aroma
Ikhwan Mandiri - KS Tubun Raya 9 Petamburan Jakarta Pusat
021 532 6071 | 0858 8138 6154 ( mentari )| 021 947 12 887 ( esia )
Ym : grosirpeci | facebook : grosirpeci@yahoo.com

Suatu Hari di Surga, nanti...



Membaca buku-buku kisah para sufi, didapati bahwa pemcarian terbesar mereka adalah "bertemu denganNya nanti di akhirat". Bagaimana bayangan pertemuan yang mereka begitu nanti-nantikan? Bertahun tahun kemudian saya mendapatkan kisah perumpamaan... dan ternyata begitu menahru biaru perasaan.... begini kisahnya disarikan dari beberapa hadits nabi :


Ketika itu di syurga
Para penghuni sedang sibuk dengan kesibukannya masing-masing
Menikmati rahmat Tuhan yang berlimpah dan tak terkatakan
Lalu penyeru syurga memanggil
Wahai sekalian penghuni syurga, sesungguhnya Rabb kalian meminta kalian berkunjung kepada-Nya,
Maka mari kita berkunjung kepada-Nya
Penghuni syurga menjawab "kami dengar dan patuh,
Kemudian mereka segera berdiri untuk berkunjung kepada-Nya
Mereka terkejut ternyata kendaraan telah disiapkan
Mereka naik kendaraan tersebut yang berjalan dengan cepat
Hingga berhenti di satu tempat di syurga
Sebuah lembah yang harum sekali
Lembah itu bertanahkan pasir dari kasturi putih
Inilah lembah yang diciptakan khusus untuk hari pertemuan
Hari yang telah dijanjikan dan disebut juga hari penambahan

Allah memerintahkan meletakkan kursi-Nya di sana
Kursinya yang sangat agung dan megah
Kalaulah bukan karena Rahmat dan Penguatan-Nya
Mata biasa akan silau dan terbakar oleh keagungannya

Ternyata KursiNya dikelilingi oleh kursi-kursi lain dari cahaya
Lalu mereka dikelilingi lagi oleh mimbar-mimbar
Dari cahaya dan dari emas yang direnda dengan permata-permata

Datanglah para penghuni syurga disana
dari ghurafnya masing-masing
Mengendarai kuda-kuda yang mempunyai sayap dari mutiara yakut berwarna merah
Kemudian orang-orang yang jujur ( shiddiqin ) dan para syuhada datang
Dan duduk diatas mimbar-mimbar cahaya
Mimbar-mimbar emas berenda permata-permata .
Para nabi datang dan duduk diatas kursi-kursi dari cahaya

Tidak ada satu pun malaikat yang meninggalkan mereka sendirian

Lalu Allah turun dari Illiyyin.
Dia duduk diatas Kursi-Nya
Baru setelah itu, Allah Azza wa Jalla menampakkan Diri pada mereka.
Dan merekapun melihat-Nya
Sekiranya Allah mengadakan kebinasaan sesudah hari akhir
Maka pastilah mereka semua terbakar karena dahsyatnya cahayaNYA
Tapi Allah menjadikan smeua penghuni syurga sanggup melihatNya
Sebagaimana di dunia kita bisa melihat rembulan dikala purnama dengan jelas
Saat itu, para penghuni syurga merasa tidak pernah melihat yang paling indah
Selain wajahNya,
Belum pernah mendengar suara yang paling merdu
Selain suara-Nya

Mereka pun sontak bersujud karena keagunganNya
Firman Allah "Bangunlah, ini bukan dunia amal.. Ini adalah dunia pembalasan
Merekapun bangkit dari sujudnya
Mata mereka tak lepas dari memandang keindahan dan keagungan
Tuhan pencipta Alam Semesta yang selama ini mereka cinta dan mereka sembah
Yang keindahan ciptaanNya saja begitu nyata terlihat di dunia
Karena ciptaanya saja begitu indah dan cantik
Bahkan di syurga itu segala di dunia menjadi berlipat-lipat
Indah dan cantiknya
Kini Pencipta semua itu hadir dan bercengrama dengan mereka

Firman Allah : Aku-lah yang memenuhi janji-KU pada kalian
Aku-lah yang menyempurnakan nikmat-Ku pada kalian
Ini adalah tempat kemulian-Ku.
Maka mintalah apa saja kepada-Ku!

Mereka pun meminta keridhaan-Nya.
Firman Allah : keridhaan-Ku telah menempatkan kalian ke dalam syurga-Ku.
Aku adalah pemilik kemuliaan-Ku, maka silahkan minta apa saja kepada-Ku
Mereka meminta keridhaan-Nya untuk kedua kalinya
Lalu Allah memperlihatkan bukti keridhaanNya yang mereka minta
Firman Allah : Sekarang mintalah apa saja kepada-Ku
Penghuni syurgapun memintakan permintaannya, sampai tidak sanggup lagi mereka meminta
Setiap penghuni syurga berkesempatan memintakan langsung permintaannya kepada-Nya

Disitu tidak ada seorangpun yang tidak berbicara langsung kepada-Nya
Hingga Allah bertanya : " Hai fulan bin fulan…"
"apakah engkau ingat bahwa pada suatu hari engkau mengerjakan ini dan itu?"
Selain ituAllah juga menunjukkan kepada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya di dunia dahulu.
Orang tersebut menjawab " ya, aku ingat. Apakah Engkau ya Allah tidak memberi ampunan kepadaku?
Jawab Allah "Ya, karena sebab ampunan-Ku lah negkau mendapatkan kedudukan setinggi ini

Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, awan menaungi mereka dari atas mereka
Awan tersebut memeberikan aroma wangi yang tidak ada tandingannya kepada mereka
Kemudaian Allah berfirman : berdirilah kalian
kepada kemuliaan yang telah Aku siapkan untuk kalian
Dan silakan ambil mana yang kalian sukai
Mereka semua lalu meminta apa saja yang mereka inginkan hingga mereka tidak mampu meminta.
Saat itu, dibukakan untuk mereka berbagai kenikmatan
yang tidak pernah dilihat oleh mata,
tidak pernah didengar oleh telinga, dan
tidak pernah terlintas dalam hati.
Dan itu semua tergantung dari kadar kepulangan mereka dari shalat jumat
Artinya amal yang dikerjakan dari satu jumat ke jumat berikutnya
Lalu Allah mengirim angin kepada bukit pasir kesturi tersebut
Angin itu menyapukan pasir kasturi ke wajah mereka

Setelah itu, Allah naik dengan kursi-Nya
Dan diikuti para Nabi dan orang-orang yang jujur ( shiddiqin )
Bersamaan itu pula para penghuni ghuraf kembali ke ghurafnya masing masing
Ghuraf tersebut adalah rumah para penghuni syurga
Berupa mutiara lu'lu yang berwarna putih,
Mutiara zabarjad yan berwarna biru
Dan mutiara yakut yang berwarna merah
Begitu pula kamar-kamarnya dan pintu-pintunya
Di ghuraf tersebut sungai-sungai mengalir, ada istri-istri, pelayan-pelayan
Dan buah-buahan yang rendah ke bumi
Disediakan untuk orang yang baik ucapannya
Memberikan makanan pada orang lain
Senantiasa mengerjakan puasa dan sholat malam
Pada saat orang lain sedang tidur
Namun itu semua tak ada artinya bagi mereka dibandingkan pertemuan dengan Allah pada hari jumat
Karena dengan pertemuan tersebut, mereka bisa sering melihat Allah
Dan mendapat tambahan kemuliaan dari-Nya

Para istri-istri mereka melihat suami-suami mereka pulang
dengan wajah yang lebih tampan daripada ketika berangkat.
Demikian juga para suami itu melihat istri-istri mereka wajahnya menjadi semakin cantik jelita.
Karena melihat Allah lah sehingga wajah mereka diliputi kemuliaan yang lebih.

Sejak membacanya, rasanya tidak ingin berpaling lagi dari hari itu...

Nasehat Ruhani Pemimpin Bisnis 1

Riyadhah & Hawa Nafsu



Yahya bin Muadz Ar Razi ra berkata : Perangilah nafsu Anda dengan ketaatan dan riyadhah (latihan). Riyadhah itu adalah mengurangi tidur, sedikit bicara, menggung derita dari gangguan orang lain, dan sedikit makan.

Dari kurang tidur dihasikan kejernihan keinginan.
Dari sedikit bicara dihasilkan keselamatan dari segala penyakit.
Dari menanggung derita akan dicapai segala tujuan.
Dari sedikit makan akan dihasilkan kematian syahwat, sebab
dengan banyak makan dihasilkan kekerasan hati dan kehilangan cahayanya.
Cahaya hikmah adalah dalam lapar, sedangkan kenyang membuat jauh dari Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw : Terangiah kalbu kalian dengan lapar.
Perangilah nafsu kalian dengan lapar dan dahaga.
Kekalkanlah perlindungan di pintu syurga dengan lapar.
Sebab, pahala di dalam hal itu adalah seperti pahala orang yang berperang di jalan Allah. Padahal, tidak ada perbuatan yang lebih dicintai Allah ketimbang lapar dan dahaga. Orang yang memenuhi perutnya tidak akan masuk ke kerajaan langit dan tidak merasakan manisnya ibadah.

Imam Ghazali - Menyingkap Hati Menghampiri Ilahi hal 109-110 - Pustaka Hidayah

Optik Sinergi Nambah Dekorasi



Tambah cakep dan berkelas kan??? heheheh klaim sepihak..

Optik Sinergi selalu Tutup Jam 11 Malam Lebih

Wuih judulnya bombastis ya.... beneran nda sih.
Beneran deh... soalnya sering toko dijadikan tempat ketemuan mbahas macem-macem. Hampir tiap hari. Ini beberapa rekamannya, yang lain nda selalu kerekam sih.









Yang terakhir ini tentu saja bukan acara yang sampe jam 11 malam itu. Ini sih sore optik dijadikan tempat ngaji... halah halah.. Ina Restu nda mau kalah, juga tukang ngimpulin teman dibawa ke rumah atau sekarang dibawa ke toko...

Optik Sinergi Nambah Alat



Optik - optik besar standarnya pake alat ini nih. Namanya PHOROPTOR. Gunanya untuk pemeriksaan ukuran kelainan refraksi mata. Biar pun belum sekelas sama optik optik gede... mendekati standar mereka dalam peralatan dan pelayanan boleh kan....

Sinergi@ Optical


















BEFORE

Sejauh-jauh saya melompat, jatuhnya ke Optik-Optik juga.

Saya -Heru Utomo- seorang Refraksionis Optisien, sesudah 1 tahu resign dari Perusahaan Lensa Terbesar dari Perancis, dan membuka usaha herbal dan peci online, dengan ini mengucapkan :





SOFT OPENING 30 JULI 2009 pk 7.30

BISMILLAHHIRAHMAANIRRAHIIM
dengan ini per tanggal 30 Juli 2009 jam 7.30 membuka usaha baru
OPTIK, Toko Obat, Toko Kosmetik dan Toko Obat Herbal SINERGI.
Alamat Jl Raya PD Jaya no 19A Rt 04 Rw 03



Alhamdulillah, hari pertama aja sudah ada yang beli !!
















KOk banyak penampakan lucu gini di optiknya.















Biar ada pemasukan harian, sekalian aah dijual juga obat warung, kosmetik dan tentu saja obat herbal... Kalo ada orang sakit, biarin aja dia datang ke kita, mau beli obat-obat warung (kimia) yang dia kenal, ya silakan, nanti sedikit demi sedikit kami arahkan ke obat herbal... hehehe. pake teknik salami method.. slash by slash mengalihkan konsumen ke hidup sehat. Teori ini ternyata bisa bikin pemasukan rutin harian. Sedangkan Optik kan memang pemasukannya lebih kaleeeem.

Part 3 : LHA Menjadi Halah-Halah

Akan ada masanya… ketika rejeki itu seperti tercurah dari atas sana. Ketika kemudahan itu beruntun-runtun seolah kita begitu istimewa. Saat itulah kita hanya bisa menggeleng-nggeleng… halah halah… alhamdulillah… halah-halah

Misal yang saya alami.
Dua minggu ujicoba kios di mall ternyata diijinkan untuk perpanjang jadi sebulan.
Sebulan menjelang habis, merasa enak punya kios di mall, saya jadi ada LOA lain… pingin berketerusan punya kios di mall.
Bagaimana kemungkinannya… miliki aja kiosnya.
Saya jadi tahu ada istilah KPK, Kredit Pemilikan Kios…
Masuk etape Lho berikutnya. Lho kok saya nda tahu caranya.
Mulailah sesi berikutnya belajar ke bank bank bagaimana dapat kredit untuk punya kios.
Muncul lho berikutnya… lho bisnis saya ternyata sangat tidak bankable…
Bisnis saya baru di tingkat bank kesel ( bank bikin kesel ) bukan bankable
Jahat banget lu Bank, nolak melulu, nda ada pembelaan wong cilik…
wah pokoknya sia-sia deh usaha saya udah pake sepatu dan berbaju rapi…
Padahal kalo ngerti untuk dapat sepatu saja usaha saya lumayan extra… hehe
lha kan sudah setahun resign, jadi udah lupa cara pake sepatu dan naruhnya dimana ?!!!#@*((>


Waktu udah menjelang habis.
Saya cuma bilang ke rekan saya, cariin alternatif kios lain deh, di mall itu juga. Yang sewanya murah.
Bayarnya ntar pake bismillah.
Pokoknya sekali di mall tetep buka di mall.
Karena hari-hari itu diliputi napsu kayaknya kumis saya saat itu cepat panjang… tapi rambut kok jadi pendek ya… oooh ketarik kali ya… beneran nda sih??

Ternyata ada
tapi sewanya total biaya setahun 20juta-an… halah duit dari mana lagi. Etape Lho! yang gede buat kita saat itu??
Tapi akan ada masanya emang ketika kita sudah sampai ke halah-halah tadi. Banyak miracle happen.

Tahu tahu ada teman yang nelpon dan say hello dan tanya-tanya kemajuan usaha. Nda salah dong saya cerita lho lho tadi…
Setengah jam kemudian ternyata sang kawan menelpon lagi. Oke mas aku support deh. Aku invest-in dana ke usaha itu.
Subhanallah. Kalo sudah sampe di halah-halah, Allah njawabnya cepet banget.
Tapi ada Lho lain lagi.
Tapi ketika kami kumpulkan dana yang ada, ternyata cuma terkumpul separo dari yang diperlukan.
Tapi ada halah-halah susulan.
Manajemen mall keluarkan program khusus short term sewa,
sehingga uang separo tadi bisa cukup. Halah-halah
Bahkan bisa dicicil lagi.. Halah-halah
Sehingga ada duit bisa dipake untuk ndesain jadi kafe lagi.. Halah-halah
Yang furniturenya bisa dibayar nyicil lagi.. Halah-halah
Akhirnya jadilah… kafe herbal…
Tempat kongkow-kongkow sambil minum herbal,
makan mie herbal,
ngrokok herbal,
camilan herbal ( krupuk rasa durian, strawberry )

Kafe Herbal Tamini Square Lt UG Blok 50/5
depan carrefour belakang Optik Optima.

Buat kami, kios itu more than just kafe…

Part 2 : LHO ! Menjadi LHA !

Tidak selamanya mendung berati hujan…
Tidak selamanya ayam jago berkukuruyuk tanda pagi menjelang
Tidak selamanya punya tiket berarti bisa nonton bola ( kasus eM yU… hihihi )

Tidak selamanya LHO selalu menghadang langkah kita mewujudkan LOA
Ada masanya ketika Lho berubah menjadi LHAAAAAAA….
Ketika solusi itu ditemukan, ketika masalah itu terpecahkan, saat itulah kita berteriak LHAAAAA
Teriakan dan rasa leganya kayak kalo habis mati lampu lalu listrik se kampung nyala…

Saat-saat menghadapi beratnya hambatan, adalah baik jika kita mengingat bahwa badai pasti berlalu. Dan memang badai pasti berhenti. Matahari kan bersinar lagi. MU bisa diundang lagi. Bom toh masih bisa dirakit lagi… dan bisa dipilih tempat yang lain lagi. Jadi para wartawan masih bisa nemu berita lagi ( horor banget ya kamu Her )... Sambil nulis ini bom barusan meledak di belakang saya. Untung nya semua sudah tidur sehingga suasana ( = penciuman orang lain ) aman terkendali.

LOA saya adalah untuk punya kios di mall,
Lho ( problem ) saya adalah dana, sistem dan pengatahuan yang nda ada untuk buka di mall.
Januari, Februari, Maret hingga April dan peluang kesana belum juga ada
Semua masih menjadi Lho…

Hingga ada sebuah penawaran, yang segera saya tindaklanjuti. Thanks Pak Agustaf. You are The Hero, expecially for me.

Ketika itu saya sudah teken secarik kesepakatan, bahwa boleh uji pakai kios di mall untuk usaha saya, selama 2 minggu. Saya langsung berhadapan dengan Lho! Saya nda ada modal cukup untuk mengisinya…
saya pakai ilmu LOA saya. Pasrahkan saja…
dan itu hari Selasa.
Rabu ditoko pertama, tahu-tahu YM saya masuk sapaan. Teman SMA yang sudah lama tidak bersua.
Usaha-mu sekarang apa Her? Kayaknya tambah maju. Saya ikutan dong jadi pemodal. Begitu saja. Tanpa Ba, tanpa Bi dan tanpa Bu. Hanya HaHiHu.
Ada angin apa nih? Saya sih nda berharap banyak, tapi saya bertindak banyak, hehe. Wong mbesoknya saya langsung samperin kantornya dan dapat dananya. Hehe lagi.
Jumat saya buka toko pertama saya di mall. Saat itu LOA saya sudah terwujud !! Saya sudah menemukan Lha!!

Gampang kan ya?? Diatas kertas emang gampang. Diatas realitas kehidupan belum tentu.
Di atas realitas kehidupan malah tidak hanya gampang… tapi malah gampaaaang banget.
Mau tahu rahasianya??
Saya akan tuliskan sesudah artikel ini ... insyaALLAH kalo ada umur ya
Next, saya akan ceritakan bahwa LHA itu tidak hanya satu, dia akan datang bersama teman-teman Lha yang lain, sehingga bagi Anda yang mengalami, saking banyaknya Lha dan Lha itu ( kejutan rejeki ) maka kalo bahasa sekarang kita akan bilang halah halaaah...





Part 1 : LOA Menjadi LHO!!

Orang hidup wajib punya keinginan. Itu tandanya hidup. Dan semua orang sama, punya keinginan.
Orang hidup memperjuangkan keinginannya, … nah dibagian ini masing-masing kita beda cerita.
Ada yang gigih mewujudkannya, sampai akhirnya sampai juga,
Ada yang terhenti sejak di hambatan pertama.

Beberapa guru dunia mengajarkan seni MENGINGINKAN disebut LOA - law of attraction.
Keinginan yang jelas lah yang menggiring peristiwa alam itu sendiri mewujudkan-nya menjadi nyata.

Tapi dalam hidup berlaku juga hukum bahwa akan terjadi ujian-ujian.
Akan terjadi cobaan-cobaan sehingga jelas lah berapa kadar keinginan itu sendiri.
Serius nda, emang bener-bener mau nda keinginan itu terwujud…
Maka di kehidupan terjadilah ATHG : ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan ( pelajaran PMP masa SMA th 80-90an banget ya )

Maka sampai lah kita ke etape LHO… masa masa kita menemui ATHG
Lho kok saya nda berani terjun praktek…
sumpah saya takut melangkah, saya takut gagal, saya takut meninggalkan zona nyaman,
saya masih sayang melepas santai-santai saya di hari minggu,
saya takut ketipu,
Lho kok ternyata saya terhambat modal yo… !!
Lho kok ternyata saya nda punya keahlian di bidang itu, saya berguru ke mana nih??
Lho… dan Lho…

Masa-masa kita menghadapi LHO tak habis-habis, diatasi satu muncul LHO berikutnya.
Takut dan malas diatasi, eh muncul LHO dimasalah teknis… nda ngerti ngitung untung rugi

Saya ingat, bahwa Januari 2009 ini saya ada keinginan kuat untuk buka toko di mal… pingin bangeet. Konter herbal di mall, kayaknya keren bin prospektus. Hari hari berikutnya saya jadi sering ke mall. Malah sempet bikin kelompok mastermain-main, bukan mastermind. Niatnya sih survey gitu. Namanya juga punya keinginan, kalo belum ketahuan bentuknya untuk mewujudkan kan paling enak dibawa keluyuran.

Survey udah dilakukan, gambaran sudah kelihatan.
Segudang lho! giliran datang.
Lho modal mu dari mana Her?
Lho konsep bisnisnya udah ada belum?
Lho kalo nanti ada pegawai, sistem kerja nya gimana
Lho sistem pengawasannya belum dibikin
Lho, tunggu dulu, jangan keburu ngomongin sistem kerja dan pengawasan, pegawainya dapat dari mana yang sudah pengalaman di bidang usaha itu… Lho alah…

Lho ini lho itu, karena saking semangatnya saya lewati saja. Nda ada modal, yo cari pemodal. Maka saya maju cari pemodal. Ternyata gagal. Banyak lho yang harus saya jawab dengan benar. Sedangkan saya nda tahu jawabannya.

Akhirnya saya sadar. LOA just LOA. Dia hanya akan membimbing kita kemana akhirnya kita melangkah. Tetapi ketika melangkah, kita perlu tenaga, perlu tahu cara melangkah. Dan ternyata Lho! demi Lho! -lah yang mengajari saya untuk mengisi hari-hari berikutnya dengan banyak-banyak persiapan, sehingga one day saya lebih siap dengan peluang yang datang.

Kalau LOA akan mengubah dan mengarahkan arah hidup Anda, maka LHO akan mendewasakan Anda dalam hidup dan bisnis. Lho demi lho lah yang ketika Anda mampu menjawabnya maka menjadikan kualitas diri Anda naik. Sehingga antara LOA dan wadag kita jadi match. Dan terwujudlah mimpi dan keinginan itu.
Sudahkah LOA Anda tergambar jelas ?… Dan sudahkah LHO yang Anda hadapi Anda tuntaskan satu demi satu? Sehingga jelas terbukti keseriusan LOA Anda ??

Besok, kita akan berbincang mengenai LHO ketika menjadi LHA...

Usahawan Harus Siap Sukses


Setiap usahawan harus siap menderita… tentu! Dan itu perlu.
Tetapi setiap usahawan lebih harus siap untuk berhasil dan lalu suka cita. Dan itu lebih perlu.

Ketika menderita,
ketika usaha masih dalam perintisan dan menemui saat-saat penuh cobaan,
banyak dari usahawan sudah membekali diri
dengan kesabaran,
dengan sikap mental positif,
dengan segala kiat untuk lolos dari jebakan rasa sesal dan kesal
dengan segala benteng mental agar terjaga dari terpuruk dalam kubangan putus asa.
Tetapi begitu banyak justru kita tidak siap,
ketika pundi harta makin bertambah,
ketika jaringan kawan makin bertebaran,
ketika kemudahan pendanaan banyak ditawarkan,
ketika posisi makin menawan.
Kita tiba-tiba terjerembab dalam kebodohan perbuatan.
Kita tergelincir dalam "kelewatan" tindakan.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika masih kecil dan sedikit kita begitu mudah untuk berbagi.
Ketika besar dan berlimpah,
antar kita tiba-tiba berubah saling bersiasat dan bertengkar.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika masih mulai kita begitu berkomitmen,
tetapi ketika di tengah hingga akhir,
kita lalu menjadi penunda dan penggerutu.
Rasa maklum itu hilang.
Rasa pengertian sesama itu jadi tak ada.
Yang terlontar lebih sering tuduhan.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika diawal yang sering terlintas adalah saya memahami,
ketika puncak itu telah tergapai …
susah banget untuk ngertiin.
Yang terucap selalu :
aneh… kenapa harus rugi…
kok gini aja nda bisa sih…
kurang apa saya, saya sudah begitu baik…

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Pidato-ku tahun 2020 nanti !

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Hari ini kita berkumpul untuk menyusuri lukisan sejarah yang telah kita gambar dan menghadirkan rasa syukur kita. 12 tahun bersama kita telah merangkai simpul-simpul hidup di perusahaan tercinta ini.

Ada dua jenis manusia baik yang membutuhkan sarana untuk bertemu sehingga tercipta kebaikan yang lebih banyak. Sehingga satu tambah satu hasilnya dua, tiga, sepuluh, bahkan lebih. Manusia baik pertama adalah orang kaya yang berhati nurani. Orang mulia yang sadar bahwa ada tanggungjawab dalam harta mereka untuk lingkungan sekitarnya. Mereka siap meletakkan hartanya untuk pemberdayaan sekitarnya. Mereka menjaga kesucian sumber hartanya dan kesucian penyalurannya.

Manusia baik kedua adalah orang yang kuat azzamnya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada selainNya. Mereka siap bertebaran di muka bumi dengan berdagang untuk mengasah kepasrahan pada NYA. Berdagang dijadikan pilihan dengan sejuta peluang bagi kebaikan. Justru dari berdaganglah mereka menempa kekuatan sabar, mengasah daya juang, mengolah hati, merapatkan barisan, dan melantunkan doa doa terkuat untuk pertolonganNYA, berkahNYA, RidhoNYA dan kedekatan denganNYA

Memenuhi kebutuhan bertemunya dua manusia baik inilah perusahaan ini dibentuk. Agar sinergi mereka melahirkan tidak hanya dua, mungkin tiga, sepuluh bahkan lebih banyak kebaikan. Satunya mempunyai kelebihan harta. Satunya siap mengelola harta mewujudkan amanah-amanahnya. Mereka inilah yang bertemu, bersinergi dan kemudian menyatukan niatan membentuk satu laboratorium usaha yang menjadi sarana mewujudkan satu mimpi. Agar segala tenaga dan pikiran, doa dan ibadah, waktu dan kesempatan, tercurah untuk satu tujuan bersama yang kami anggap mulia. Yaitu menghidupi, membesarkan, memberdayakan… 1.000 anak yatim. Memasukkan mereka yang yatim dan papa ini ke dalam rumah-rumah kami. Menjadikan mereka saudara, anak dan buah hati dalam rumah tangga kami. Juga melibatkan mereka ke dlam keseharian bisnis dan usaha kami. Hingga pada akhirnya menyiapkan mereka untuk menajdi pewaris-pewarisnya. Semoga menjadi satu persembahan hidup yang hanya sekali ini, dari masing-masing kami ini.

Masih segar dalam ingatan kami, ketika kami awali semua dari menata kemurnian niat. Dan itu sungguh berat. Bahkan hingga hari ini pun kami ingin selalu beristigfar untuk kelurusan niat kami. Astagfirullah ya Allahu ya Rabbi! Selangkahan yang segera. Aksi yang sederhana. Dan keterbatasan yang ada. Kami awali langkah kami dari satu kios yang indah di KS Tubun 9 Jakarta. Hingga akhirnya banyak tangan-tangan perkasa terulur merangkaikan barisan hingga seperti hari ini ada 1.300 sahabat bergabung. Kita pun hari ini berkumpul di satu gedung indah dan besar milik kita bersama, satu hal yang bahkan tidak kita bayangkan sebelumnya akan menjadi amanah buat kita untuk kita manfaatkan.

Tidak ada pegawai dalam perusahaan ini. Karena semua bergabung dengan struktur bagi hasil yang disepakati. Maka semua adalah pemilik. Bahkan semua kita tergabung dalam koperasi yang menjadi pemodal utama line bisnis line bisnis yang berikutnya dibentuk. Kita semua lah pemilik dari semua line bisnis yang ada saat ini. Dan komitmen kita untuk menggunakan sebagian keuntungannya membuka line bisnis baru lagi sehingga makin banyak sahabat yang kuat, yang berpotensi, pun sahabat yang papa dan membutuhkan terangkai dalam bangunan kita.

Akhirnya perusahaan ini adalah payung dan laboratorium usaha para pemuda muslim. Dimana para pelakunya melakukan berbagai bisnis lintas bidang. Sebuah bangunan bisnis dan sosial. Tahap awal adalah menjadikan masing-masing bisa mandiri. Prosesnya berkarya dalam bisnis sesuai syariah. Tujuan akhirnya adalah membentuk jaringan saling mendukung untuk menyantuni dan menghidupi anak-anak yatim binaan kami. Bahkan perusahaan ini, akan menjadi laboratorium bisnis para anak yatim itu sendiri. Dengan menjadikan mereka pelaku-pelaku usaha dalam tubuh perusahaan ditahap selanjutnya dimasa depan. Untuk itulah kita mengirim mereka ke sekolah-sekolah dalam dan luar negeri.

Dan dalam kesempatan ini pula. Kepada para undangan dan semua yang hadir dan melihat sendiri apa yang kami kerjakan dan sedang kami ingin wujudkan, dengan rendah hati kami mengajak kepada Anda untuk bergabung membentuk barisan yang lebih kuat dan berarti. Mewarnai yang sudah ada dengan lukisan-lukisan indah karya-karya yang lebih berbobot, lebih bernilai dan lebih langgeng manfaatnya.

Ketika hari ini kita bisa berkata, bahwa kita telah mencapai penghasilan 1.7 trilyun per bulan, kita telah mempunyai 19 lini usaha tersebar di 36 kota, kita telah mengirimkan hampir seperempat dari 1.300 anggota kita ke sekolah-sekolah dalam negeri maupun luar negeri untuk memperkaya isi barisan kita, dan kita telah mempunyai lagi 211 desa, sekolah dan tempat tempat binaan, apakah kita akan berhenti dan tidak ada ruang lagi untuk persembahan kita berikutnya? Apakah kita sudah siap menghadapNya dan mengatakan Tuhan inilah persembahan terindah hidup kami? Inilah karya nyata dari hidup kami.

Saya mengajak diri saya sendiri terutama, Anda sekalian, dihari ulang tahun perusahaan ini, untuk kembali ke dalam diri masing-masing. Mengaca dan melihat ke dalam diri. Kita belum pantas untuk berhenti dan menyudahi karya-kaya ini. Kita belum saatnya menengok ke belakang dan berpuas diri dan berpatut bangga. Belum. Masih jauh. Masih belum apa-apa langkah kita. Masih belum kemana-mana perjalanan karya kita.

Untuk itulah. Untuk memperkuat tapak kaki-kaki kita. Untuk memperkuat niat dan tekad berkarya kita. Untuk memperikhlas karya-karya kita berikutnya, Marilah kita menaikkan doa-doa terlarat kita. kepadaNya. Sang Maha Perkasa. Sang Maha Kaya.

Allah Tuhan Semesta. Sungguh kami sadar, di dalam bangunan usaha yang hari ini tampak begitu megah bagi kami ini, sungguh mudah untuk membelok dari cahaya. Untuk membelakangi kesederhanaan. Untuk bermegah dan berbaju kebanggaan. Lindungilah kami dari rasa bangga itu ya Allah, lindungilah kami dari rasa berpuas itu ya Allah, karena kami tahu bahwa itu hanya akan menjadikan mati hati dan mati langkah. Tidak lagi berkarya dan bermegah dengan secuil yang ada.

Bimbing kami untuk meneladani Rasulmu Muhammad SAW, yang dalam keluasan kekuasaannya, tetap bisa tidur nyenyak hanya beralaskan pelepah kurma. Yang dalam padatnya tugas dan banyaknya karya tetap ikhlas menjalani rukuk dan sujud kepadaMU, tetap menjahit bajunya sendiri, tetap membantu memasak istri-istrinya. Tetap meluangkan waktu untuk mengajar kebaikan dan kesantunan kepada sahabat-sahabatnya.

Sekiranya bukan karena penguatanMU tentu kami akan menjadi orang-orang yang tersia-sia mengisi hari dan menapaki waktu-demi waktu. Kuatkan-lah kami untuk mengisi hari dan waktu dengan manfaat dan karya yang Engkau ridhoi. Karya yang berguna bagi kami, bagi keluarga kami, bagi agama kami, bagi dunia dan akherat kami.

Sekiranya bukan karena kelembutan yang Engkau selipkan pada hati-hati kami, niscaya kami akan menjadi saling keras dan kaku kepada sahabat dan teman-teman sekitar kami. Lembutkan-lah hati-hati kami untuk menerima kebenaran darimana pun dia tersampaikan, dan lunakkanlah hati-hati kami agar tidak kaku keras sikap kami dalam bergaul dan berhubungan dengan sesama kami.

YA Allah, kabulkanlah doa kami. Jadikanlah semua yang hadir siang ini, menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Dan ridhoilah kami, ketika dan selama kami terangkai dalam bangunan kebersamaan ini.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh...

Suami Istri Nekat

BERMIMPI

Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, "Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?".
"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab suaminya.
Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado. Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul: "Arti-arti Mimpi".


********

KETURUNAN

Pulang sekolah, sambil berlari-lari Romi mendapati ibunya sambil bertanya:
"Bu, Pak Guru tadi bilang, sebenarnya kita ini keturunan monyet. Apa benar begitu, Bu?"
"Enggak tahu juga," sahut ibunya enggan. "Wong ... ibu belum mengenal semua keluarga ayahmu!"


*********


LELAKI BUTA

Seorang lelaki buta memasuki sebuah rumah makan. Yono, pemilik rumah makan dan sekaligus berperan sebagai pelayan mendatanginya dan menyodorkan daftar menu. "Saya orang buta dan tentu saja tidak bisa membaca daftar menu.

Tolong bawakan sendok kotor yang telah dipakai oleh pengunjung sebelumnya dan saya akan membauinya. Dari situ nanti saya tahu masakan apa yang enak untuk dipesan," kata lelaki buta tersebut. Yono mengumpulkan beberapa sendok bekas pakai yang ada dan memberikannya kepada lelaki tersebut. Ia membauinya dan akhirnya berkata, "Saya memesan pepes ikan mas dan sayur asem." Dengan agak terperanjat Yono mecatat pesannya. Menu itu memang menjadi favorit para pengunjung rumah makan tersebut.

Beberapa hari kemudian lelaki buta tersebut datang lagi. Sekali lagi ia minta sendok bekas pakai untuk dibaui, tetapi bukan yang habis dipakai makan pepes dan sayur asem. Hanya ada satu sendok yang habis dipakai untuk makan menu lainnya. Yono memberikannya kepada lelaki buta tersebut yang kemudian membauinya dan berkata, "Bau sendok ini enak juga, sepertinya habis dipakai untuk makan ayam bakar dengan lalapan dan sambal terasi." Yono mengiyakan dan si lelaki buta memesan makanan tersebut.

Lelaki buta itu untuk ketiga kalinya datang beberapa hari kemudian. Ia datang lebih awal ketika belum ada satupun pengunjung yang datang sehingga tidak ada sendok bekas pakai yang bisa disodorkan. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba sifat iseng Yono muncul. Ia mendatangi istrinya yang berperan sebagai tukang masak di dapur.

Disodorkannya sebuah sendok dan berkata,"Tin, Kamu usapkan sendok ini di anumu."
"Apa-apaan sih Mas?" tanya Tina tak mengerti.
"Udahlah nurut aja, demi kemajuan rumah makan kita," kata Yono setengah memaksa.
Tina menurut, mengusapkan sendok tersebut di "anunya" dan mengembalikannya ke Yono.
Dibawanya sendok tersebut ke lelaki buta yang duduk menunggu.Begitu ia membauinya, dengan mengernyitkan keningnya, lelaki buta tersebut berkata,"Aku tidak mengira kalau Tina bekerja di sini..."


********

A PRISONER STORY

Seorang napi baru kabur dari penjara setelah dipenjara selama 15 tahun.
Dalam perjalanan kabur, dia menemui sebuah rumah dan mendobrak masuk ke dalam rumah itu untuk mencari uang dan senjata. Akan tetapi yang dia temukan hanyalah sepasang anak muda yang sedang tidur di atas ranjang. Napi itu memerintahkan yg laki2 turun dari ranjang dan mengikatnya di kursi. Kemudian sambil mengikat yg perempuan ke ranjang, napi itu mencium lehernya, lalu bergegas ke kamar mandi.

Sementara si napi berada di kamar mandi, sang suami berbisik ke istrinya: "Ma, org ini napi yg kabur dr penjara. lihat saja baju yg dipakainnya. dia mungkin sudah lama dipenjara dan belom pernah melihat wanita dalam waktu yg lama. Aku lihat bagaimana tadi dia mencium lehermu:. "Jika dia ingin berhubungan seks denganmu, jgn tolak, jgn mengeluh, lakukan saya sesuai keinginan dia, berikan dia kepuasan. Orang ini berbahaya, jika dia marah, dia bisa membunuh kita. Jadi bertahanlah sayang..Aku mencintaimu.."
Balas sang istri,"Dia tidak mencium leherku. Tp dia berbisik ke telingaku. Dia bilang dia homo dan menurutnya kamu seksi sekali, dan dia bertanya apa kita ada krim di kamar mandi. Bertahanlah sayang. Aku mencintaimu juga..."


********


SALAH ORANG

Seorang suami yang senang keluyuran, pulang ke rumahnya lewat tengah malam. Ia tahu bahwa ia telah berbuat salah. Karena itu ia ingin mengambil hati istrinya. Dengan berjingkat-jingkat ia naik ke tempat tidur dan menyelusup ke bawah selimut yang sedang menutupi sesosok tubuh yang ada di sana.

Ia membelai sesosok tubuh di sampingnya itu dan menciumnya di bagian yang paling sensitif. Tak sedikitpun sosok itu terbangun. Hanya sesekali mengeluarkan suara desis puas.
Setelah melakukan tugasnya, lelaki itu pergi ke kamar mandi untuk menyikat gigi. Ketika ia menyalakan lampu kamar mandi, dilihatnya istrinya sedang duduk di toilet.

"Hei, bagaimana kau ada di sini?" tanyanya dengan keras dan heran.
"Sst," kata istrinya. "Awas, nanti ibu terbangun."


********


GAJAH NELPON

Pada suatu senja yang diwarnai oleh hujan yang cukup lebat, tersebutlah sepasang pengantin yang belum lama menikah. Mereka sedang bercengkrama di beranda sambil menikmati pemandangan air hujan yang jatuh dipekarangan rumah mereka, sambil menikmati penganan kecil,dan minuman minuman ringan sedikit keras. ( masih romantis..maklum penganten baru..)
Tiba tiba sang suami korslet urat isengnya.. dan berkata tiba tiba.
suami : "ma,.. kita maen tebak-tebakan yuk.. "
istri : "hayo ajah.. sapa takutttt"
suami : "aku punya pertanyaan nich ma.. di dalam perut papi ada apanya.."
istri : "alahhhhhh paling juga sayur asem yang tadi siang.."
suami : "salahh bukan itu jawabannya.. dipikir dulu deh.."
istri : "kacang"
suami : "salah"
istri : "uhhhhhhhhhhhhhhhh .. apa sich.. ???"
suami : "dalam perut papi.. ada GAJAH nya..."
istri : "kok bisa"
suami : "yach ndak tahuuuu lha yang pasti sich.. ini belalainya udah nongol nongol.."
istri : "ahhhh papi nakallllll ... sebell kalo gitu doank sich mami juga bisa.. "
suami : "oh ya.. ? coba apa pertanyaannya"
istri : "sammaa.. di dalam perut mami ada apanyaa?"
suami : "he he he he he he... muach muach muach.. kamu hamil yach ???"
istri : "SALAH"
suami : "yachhhhh.. lalu.. mmm ada .. istrinya gajah ?"
istri : "SALAH"
suami : "Apa donkkkk ??"
istri : "dalam perut mami ada TELPON UMUMNYA"
suami : "HAHHHHHHHHHHH ???????"
istri : "iyahhh ini tempat masukin koinnya udah keliatan tuch.."
suami : "ooohhhh"
pada malam harinya.... disaat sudah waktunya untuk menuju ke peraduan, terjadilah dialog singkat
sekaligus penutup cerita ini..
suami : "mammiiii" ( dengan nada berbisik )
istri : "apaaaaaa?"
Suami : "mammmmm "
istri : "apaaa.. to the point ajahh.."
Suami : "mmmmmmmmmm"
"GAJAH MO NELPON NICH!!!"

Dokter Nekat

BAD NEWS & VERY BAD NEWS

Doctor: I have some bad news and some very bad news.
Patient: Well, might as well give me the bad news first.
Doctor: The lab called with your test results. They said you have 24 hours to live.
Patient: 24 hours! That's terrible!! What could be worse? What's the very bad news?
Doctor: I've been trying to reach you since yesterday.


*****


TOOTH EXTRACTION

Patient: How much to have this tooth pulled?
Dentist: $90.00.
Patient: $90.00 for just a few minutes work???
Dentist: I can extract it very slowly if you like.


******


MASALAH KB

Seorang ibu muda yang sudah beranak dua mendatangi Dokter untuk memberi nasihat soal KB.

Ibu : "Dokter, saya ingin ikut KB. Tapi saya tidak mau pakai IUD, takut. Saya tidak mau minum pil dan suntik nanti gendut. Saya juga tidak mau tubektomi."
Dokter : "Hmm suami ibu?"
Ibu : "Suami saya juga tidak mau pakai kondom apalagi vasektomi. Bagaimana donk, Dok? "
Dokter : "Minum air jeruk saja."
Ibu : "air jeruk?? apa benar-benar sip?"
Dokter : "Iya, minum air jeruk saja dan jangan berbuat yang lain-lain!"


******


SALAH ANALISA

Seorang pria datang menjumpai dokter.
"Dokter, saya menghadapi masalah," katanya, "Salah satu dari biji Zakar saya biru warnanya."
Dokter memeriksa biji zakar tersebut lalu tiba pada kesimpulan bahwa biji zakar itu sebaiknya diambil, sebab kalau tidak pria itu bisa mati.
"Dokter, gila apa?" teriak pria itu. "Tega benar dokter mengambil keputusan yang demikian.
"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter. Dan terpaksalah pria itu merelakan salah satu dari biji zakarnya diambil.

Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter.
"Dokter, bagaimana sih ini? Biji zakar saya yang satunya lagi pun telah berwarna biru pula."
Kembali dokter mengatakan bahwa jika ia masih ingin hidup, maka ia harus merelakan biji zakarnya diambil. Dan kembali lagi pria itu menolak.
"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter. Dan terpaksalah pria itu merelakan biji zakarnya yang kedua diambil.

Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter.
"Rasanya ada yang tidak beres, kini penis saya pula yang menjadi biru."
Setelah memeriksa pasiennya, dokter menyampaikan kabar buruk. Jika ingin tetap hidup maka penisnya terpaksa harus diambil. Kembali pria itu meradang.
"Anda masih mau hidup bukan?!' tanya dokter.
"Ya. Tapi bagaimana nanti kalau saya mau pipis?"
"Hmm, saya akan memasang pipa plastik. Tidak ada masalah."
Begitulah, penis tersebut pun terpaksa diambil.

Dan beberapa hari setelah dioperasi, lelaki malang itu kembali datang menjumpai dokternya.
"Dokter, pipa plastik itu pun kini berwarna biru...."
"Hah?!"
"Apa sih yang terjadi?"
Dokter memeriksa lebih seksama, dan tak lama kemudian terdengar ia berseru,
"Oalah, ternyata celana jeans anda yang luntur...."

*******


SAYA BERJANJI TIDAK AKAN KETAWA

Hendrix menemui dokter spesialis kelamin.
Katanya, "Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah?"
"Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku," jawab dokter bersahaja.

Hendrix langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil steadler 2B. Melihat barang yang hanya seadanya, dokter tak kuat menahan tawanya ......dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai.

Kira-kira lima menit, baru dia dapat mengendalikan emosinya.
"Maaf Mas,... Hhh.. hh.. , saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. Nah, sekarang masalah Saudara apa?" kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya.

Hendrix ngomong dengan nada sedih : "Burung saya sudah tiga hari bengkak begini..."

Dokter pingsan karena sudah tidak kuat menahan untuk tidak melanggar sumpah dokternya...........

Kentut Nekat

SUKA KENTUT


Yuk Jah pergi periksa ke dokter
"Kenapa Anda, Bu?" tanya Pak Dokter.
Yuk Jah kemudian bercerita,
"Ini Dok, sudah sebulan ini saya kok jadi sering kentut. Dalam 1 jam saya bisa kentut sampai 10 kali, tapi untungnya kentut saya ini gak bau sama sekali dan tidak bersuara, jadi tidak ada yang tau. Lha ini aja pas saya duduk di depan dokter udah 3 kali saya kentut. Tapi dokter gak tau kan, sebab itu tadi kentut saya tidak bau dan tidak bersuara. Tapi saya jadi gak enak sendiri, masak perempuan ngetutan."
"Oh begitu ya, kalau begitu tebus saja resep ini,

Seminggu lagi kembali ke sini ya." kata dokter.

Seminggu kemudian Yuk Jah kembali ke dokter.
"Sudah baikan?" tanya dokter.
"Saya gak tau obat apa yang dokter berikan minggu lalu, hanya saja kentut saya kok jadi bau busuk gak karu-karuan ya, sampai saya mau jatuh ngejeblak. Tapi untungnya kentut saya tetap tidak bunyi." kata Yuk Jah.

"Berarti hidung Anda sudah su dah tidak mampet lagi, sekarang tebus resep ini ya."
"Obat apalagi ini, Dok?" tanya Yuk Jah
"Obat budhek..."


***********


SEJAK KENTUTAN PERTAMA

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya:
"Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah...!"
"Kok harus ditutup sih mas...?" kata istrinya
"Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu....."
Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istriya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata. Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama suaminya si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman
"Mas, ambilin saya minum dong...!"
Suaminya kemudian pergi mengembil minuman, ketika suaminya pergi si istri buang angin "tuuuut.."
Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dia bilang ke suaminya ...
"Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah...."
Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya, ketika suaminya pergi si istri kentut lagi "tuuuuuut...."
Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi, saat si suami pergi istrinya kembali buang angin "Tuuuuut"
Akhirnya siistri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang anginnya.
Ketika sisuami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si suami membuka tutup mata si istrinya,
si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri bertanya pada mertuanya,
"Oh Bapak, sudah lama datang..?"
Kemudian sang mertua menjawab,
"Sudah, sejak kentutan pertama..."


********


BLEKI ...... SINI !!!

Sabtu sore Joni datang kerumah Jeni, pacarnya. Setelah menengok sana menengok sini maka diketuklah pintu rumah Jeni, yang keluar Ibu Jeni dan mempersilahkan Joni masuk. Kebetulan Jeni lagi mandi sehingga si Ibu yang menemanin ngobrol. Eh... sialnya... Joni tiba2 perutnya sakit/kembung, mungkin masuk angina kali... yaa, tanpa sengaja buang angin... tuut... wah...

Joni malu banget mukanya merah,
Ibu Jeni langsung berkata... Bleki masuk...!
Nach kebetulan anjing si Jeni lagi tiduran dibawah kursi Joni maka dalam hati Joni... Ibu Jeni mengira anjing itu yang buang angin...amaan... pikirnya.
Mengobrol lagi dan tidak beberapa lama... tuuut...!
waah mungkin sekarang gue ketahuan nich... tapi... Bleki... masuk..!! kata Ibu Jeni.

Nah untung ada anjing itu, Ibu Jeni pasti tidak akan tahu. Nach mengobrol dilanjutkan tiba2... tuuuuuuut..., besar banget. Eh... ternyata Joni sengaja karena pikirnya mumpung anjing itu yang dituduh, dan ...
“Bleki...!!! Masuk...!!! Kalau kau tinggal disitu nanti kau diberaki...!”

Peternakan Tawa

KUNJUNGAN KE PETERNAKAN TAPOS

Pada saat ada kunjungan ke Tapos (peternakan Suharto) yang dilakukan oleh peserta seminar keluarga harmonis, pemandu Tapos menceritakan bahwa sapi disini sangat sehat-sehat dan kuat-kuat.

Pemandu : "Bapak dan Ibu, ini sapi dari New Zealand sangat kuat sehari bisa 5 x berhubungan"
Ibu-ibu sambil nyenggol Bapaknya : "Tuh.. Pak 5 x sehari bisa nggak ...?"
Pemandu : "Bapak dan Ibu, ini sapi Australia lebih kuat lagi sehari bisa 10x"
Ibu-ibu nyenggol lagi Bapaknya : "Tuh.. pak 10 x bayangin ...!!!",

Bapak-bapak semakin panas dan tanya kepada pemandu :
"Pak ... itu 10 x dengan betinanya yang sama apa nggak ...?"
Pemandu : "ya... nggak lah Pak..."
Bapak-bapak : "Tuh... Bu, betinanya beda-beda boleh nggak ...?"
Akhirnya ibu-ibu pada cemberut dan diam....

***********

SEBAB PENYAKIT SAPI GILA

Mang Ujang diwawancarai oleh stasiun Metro TV pada suatu kesempatan di peternakannya sehubungan dengan mewabahnya penyakit "Sapi Gila".

Reporter Metro TV (wanita) : "Terima kasih atas kesediaannya Mang Ujang untuk diwawancara , pada kesempatan ini sudikah kiranya anda sebagai salah seorang peternak kawakan bisa menjelaskan, mengenai penyebab berjangkitnya sebuah penyakit yg menimpa hewan - hewan
ternak khususnya sapi, sehingga terkenal di seluruh dunia".

Mang Ujang : "Sapi betina melakukan hubungan badan dengan sapi jantan setiap sekali satu tahun pada musim kawin..."

Reporter : "... Oh... itu kabar yang baru pertama kali kami ketahui, tetapi Mang Ujang, kami rasa jawaban anda tidak ada relevansinya dengan pertanyaan yang kami ajukan... maksud kami mengapa sampai ter...",

Mang Ujang : "... Empat hari sekali kami perah susu para sapi - sapi itu..."

Reporter : "... Kami terkesan dengan kegiatan rutin anda Mang Ujang, namun... itu sama sekali tidak mengarah kepada pokok permasalahan, bisakah kami mendapatkan jawaban yang benar - benar
spesifik atas... penyebab...dari..."

Dengan mata melotot, Mang Ujang berdiri dan menatap wanita reporter tsb dengan tajam sambil berkata : "Saudari...! bisakah saudari pikirkan...! kalau setiap empat hari sekali susu saudari diremas - remas, sementara saudari harus menunggu setahun sekali untuk digauli ... apa saudari tidak menjadi gila...!"

Workshop Kubik Leadership III


Sinaran mentari menyinari…. Sheila Majid. Orang tercerahkan, orang yang tahu-tahu menemukan jawaban dari pertanyaan selama ini bergelayut. Itu gambaran banyak dari kami selama dan selepas acara workshop Kubik leadership 4 TDA, Minggu 3 Mei 2009.

Jawaban kenapa banyak orang sukses tapi malah hampa hidupnya…
Dia terlalu larut dalam upaya membesarkan to Have-nya, meningkatkan to be dan valensi dirinya justru tersendat

Jawaban kenapa orang yang begitu giat bekerja, begitu kompeten tapi justru ditinggalkan rekan
Ternyata karena lupa mengisi hari dengan membagi energi positif, dengan memberi tanpa menunggu diminta, dengan hadir menjadi pengungkit terjadinya kemajuan dan perbaikan, bukan menjadi bagian dari penyebar hawa negatif.

Jawaban kenapa orang yang sangat baik berinteraksi dengan rekan kerja, tapi justru terjerumus di ketinggian pangkat dan malah mentok
Ternyata karena ketiadaan expert dan keahlian

Jawaban kenapa orang yang begitu ahli sekaligus sangat punya banyak niat baik tapi malah tidak menghasilkan perubahan dan kebaikan apapun
Ternyata karena minimnya aset, yaitu semangat kerja keras dan ber-action, hanya sibuk merangkai lamunan indah

Ternyata keseimbangan hidup, yang di Kubik Leadership diberi nama hidup Sukses Mulia, harus dicapai dengan 3 hal :
Expert x Asset x Epos.
Lengkapnya silakan Anda baca di Buku Kubik Leadership.

Dan berikutnya jawaban kenapa justru mendengar berita gembira malaha pingsan,
Sebagaimana kisah menarik berikut.
Ini juga kisah oleh-oleh acara Workshop Kubik 4 TDA kemarin
Mohon untuk kisah ini jangan dibaca di malam hari…

Beberapa bapak berkumpul di depan ruang persalinan dengan harap-harap cemas nasib persalinan istri-istri masing-masing.
Sekian lama kemudian dokter keluar dan menyalami salah satu bapak disitu.
"Selamat Pak, anak bapak lahir dengan selamat dan kembar…"
"alhamdulillah… saya sudah menduganya dok"
"Lho bagaimana bisa?"
"Karena saya bekerja di produksi kacang cap 'Dua Kelinci' "
Dokter masuk dan kemudian keluar lagi. Kali ini menyalami bapak yang lain.
"Selamat pak, Anak bapak lahir kembar tiga"
"Saya juga sudah menduga dok"
"Lho bagaimana bisa?"
"Karena saya bekerja di produksi Semen Tiga Roda"
Dan bapak berikutnya mendengar semua pembicaraan tersebut langsung pingsan!! Kenapa???

Dia ingat kalo dia bekerja di AUTO 2000. Halah….

=
Apa KUD ? ... KUD singkatan dari Koperasi Unit Desa
kalo KUD A .... Koperasi Unit Desa grade A karena pretasinya bagus,
Bukan... itu sih yah KUDA atuh... Halah lagi.

=
Apa kesamaan Megawati dan Oprah Winfrey...??
Sama - sama nda kenal Anda ....Hehe

Udah Ah

Workshop Kubik Leadership II

Sekali lagi Sheila Majid. Lagunya yang bersyair " Kau di dalam emosi ini…." seolah mewakili semua perasaan saya di acara Kubik Workshop For TDA, Minggu 3 Mei 2009. Ini contohnya.

Dikala itu saya berada di puncak duniawi. Dari sekedar office boy menjadi orang nomer satu Citibank.
Bahkan sekian puluh tahun lalu saja, saya sudah biasa naik pesawat udara yang mewah. First class. Keluar dari Atlantik masuk Pasifik. Keliling dunia. Orang menghormati. Secara matematika manusia, pasti sangat berbahagia. Kemarin dihina sekarang punya segalanya. Tapi pada kenyataannya ternyata tidak. Ketika itu hati saya kering. Hampa. Tidak punya gairah.

Satu malam di bulan Romadhon, seorang teman mengajak untuk pergi ke rumah yatim. Saya turuti ajakan itu bukan karena untuk meningkatkan ibadah, tapi karena ada yang ngajak. Orang berbuka saya berbuka. Orang sholat maghrib saya ikut sholat. Orang shalat teraweh saya ikut. Ketika ada yang ceramah saya menyender di tembok masjid dan saya tidak tahu apa yang dibicarakan.

Singkat cerita, hingga saya lah orang terakhir yang pulang dari panti itu. Melangkah keluar. Saya masih bisa membayangkan bahwa malam itu bintang begitu banyak, dan sangat indahnya. Tapi kalo hati kita nda tenang, apalah artinya. Segala keindahan malam itu tidak ada bekasnya. Saya hampa. Saya melangkah, hingga kaki terasa ada yang menahan, oleh tangan kecil yang tiba tiba memeluk saya.
"Hai... siapa namamu nak".
"Nina, om".
"Nina? Nama yang cantik".
Saya berpikir pasti anak ini ingin meminta sesuatu maka dia memisah dari temannya.
"Nina, Nina mau minta apa... ?"
"Tidak om, Nina hanya mau mengantar om…"
Saya tuntun dia keluar....sampai di dekat mobil. "Nina, Om pulang ya. Tapi om ingin memberi kamu sesuatu. Nina minta apa? Om akan memberimu. Ayo katakan nak."
"Benar om. Om tidak marah kalo Nina minta?"
"Tidak Nina".
"Sungguh om?"
"Iya, kamu mau minta apa Nak?"
"Om.....permintaan Nina : bolehkan Nina memangil 'ayah' pada om? Maukah om menjadi ayah Nina???
Saya terjatuh mendengar kata-kata itu. Keras saya membentur jalan.
"Nina anakku"…. Saya peluk dia. Saya cium dia. Saya terharu. Sangat terharu.
Bintang masih disana, bintang masih bertabur banyak dan tiba tiba terasa dunia begitu semarak.
Saya bawa dia jalan-jalan malam itu. Saya sadar bahwa saya tidak boleh membawa anak kecil ini tanpa ijin. Tapi saat itu saya rela dimarahi banyak orang daripada kehilangan kebahagiaan berdekatan dengan Nina. Sampe jam sebelas saya kembali ke panti.
"Nak. Anakku Nina. Sekarang ayah pulangkan kamu ya. Sekarang Nina mau minta apa bilang nak bilang...."
"Nda ayah... Nina sudah senang... "
"Nda nak. Kamu harus minta. Uang ayah banyak, nak. Ini ayah tunjukkan dompet ayah. Disini uang banyak. Kamu minta apa?...
"Nda ayah."
"Kalo kamu tidak minta ayah tidak mau datang lagi…minta lah pada ayah, Nina, ayo Nak."
"Benar ayah tidak marah?"
"Nda Nina anakku.... "
"Ayah, Nina hanya minta satu... Ayah. Nina minta foto.... "
Kecewa, berat... saya berharap permintaan itu sesuatu yang mahal...
"Foto nak..??"
"Iya ayah…"
"Foto siapa..??
"Foto ayah dan ibu…"
"buat apa Nina, anakku"
"Agar bisa Nina tunjukkan pada teman-teman Nina, kalo Nina sudah punya ayah sudah punya ibu...."
Kejadian itulah yang mengubah saya ... bahwa segala yang saya lakukan selama ini sia-sia saja. Saya hanya membangun semuanya untuk diri saya sendiri…. Saya lupa untuk menapaki jalan kehidupan dengan memberi.
Saya Houtman Zainal Arifin.

TTL : Kediri, 27 Juli 1950 | Alamat Rumah : Jl. Haji Buang, Ulujami Jakarta Selatan 12250 | Phone : 021-7365259

1968 – 1987 – Vice President – Citibank, N.A.
1985 -  2000 – Dosen Univ. Perbanas & Gunadarma
1987 -  1992 -  Direktur, Komisaris, Audit Bank2 Swasta, Konsultan
1992 -  1998 -  Finance Comptroller Grup Konglomerat
1998 -  sampai sekarang - Konsultan
2002 -  2004  - Dewan Penasehat Gubenur propinsi Kalimantan Barat


Terima kasih pak Houtman, terimakasih Kubik Leadership. Apa yang telah bapak sampaikan sangat… sangat membekas bagi kami.

Workshop Kubik Leadership I

Tahun 80-an Odie Agam cipta lagu Antara Anyer dan Jakarta. Pertama dibawakan Atiek CB, kemudian di bawakan Sheila Majid dan jadi hits. Jarak antara Anyer ke Jakarta menjadi dekat dan singkat karena ada asmara terangkai sepanjang km-nya. Ini lebih spektakuler dari lagu tersebut, siang hingga sore kemarin, Minggu 3 Mei 2009, Pak Jamil berkisah masa kecilnya di kota yang lebih jauh, Lampung. Kepandaiannya bercerita membuat kami 181 peserta workshop Kubik 4 TDA seolah bisa membayang kisah begitu jelas. Tak peduli ini kisah jauh di Lampung sana, bahkan nun sekian tahun kebelakang.

"Mil, bapak malu Mil. Seumur hidup baru sekali ini Mil, bapak dihina. Bapak dihina di depan anak sendiri. Kamu harus teruskan sekolah Mil. Buktikan kalo kamu bisa jadi sarjana pertanian seperti cita-citamu. Kamu harus jadi mutiara di keluarga kita". Ini penggalan tangisan sang bapak ketika anaknya - Sang Jamil Azzaini remaja - protes bahwa bapaknya telah berbohong dan sesumbar ke tetangga kaya mereka, ketika mencari pinjaman uang masuk IPB.


Saya tertunduk dalam ketika mendengar kisah ini….

Duh, apa saya sebagai anak sebenarnya juga dibebani misi yang sama ya dengan Pak Jamil oleh Bapak saya …..
"Kamu satu-satunya anak bapak yang bisa hidup di Jakarta, Her. Kamu harus jadi mutiara di keluarga kita."

Lalu bagaimana dengan Tuhan kita ya…
"Kamu satu-satunya yang telah Aku desain seperti ini dengan segala keunikan sifat,
keunikan kemampuan,
keunikan jalan dan kisah hidup
kamu harus jadi mutiara di kehidupan ini,
kamu harus jadi Khalifah
Khalifah artinya adalah yang membaikkan dan memelihara sesuatu
Apakah kita hadir udah membaikkan dan memelihara sesuatu yang baik tetap baik atau malah lebih baik ya?

Titip Rindu Buat Ayah


Seneng banget kalo diajak bapak nonton bola di stadion Gajayana Malang. Bukan. Bukan karena nonton bolanya yang bikin seneng. Tapi utamanya adalah bapak akan nuruti saya beli apa aja. Beli kacang, beli es, beli permen, beli bakso. Dulu tahun 70-an rombong bakso aja bisa masuk tribun penonton. Hehehe. Bapak nuruti daripada saya berisik dan ganggu kesenangan dia. Tapi ternyata walau sudah dituruti ya tetep aja saya jadi ngganggu bapak. Acara nonton bola jadi berubah acara momong bocah.

Bertahun tahun kemudian sang bocah itu ( saya ) sudah berubah jadi bukan bocah lagi… punya bocah malah.

Dan sejarah berulang. Kadang kita ingin asyik dengan dunia kita, malah nda kesampaian. Kita malah harus rela ngubah perhatian dari untuk sendiri jadi untuk anak-anak. Ngurusi bocah-bocah.

Kemarin saya nganter anak renang. Dari rumah saya bawa buku. Rencananya sih mereka renang saya bisa asyik mbaca di pinggir kolam. Ketika anak-anak main di kolam ternyata saya nda tega untuk buka buku. Ego banget ya saya, kalo saya cuek mbaca sementara anak-anak butuh diperhatikan dan diawasi. Kolam nya rame dan baru pertama kami ke sini, jadi habitnya belum ketemu. Ya udah saya simpan tuh buku dan saya lanjutnkan dengan prengas-prenges ( pamer gigi, hehe ) di pinggir kolam. Ya itu, akhirnya jadi inget bapak saya nonton bola dulu itu. Sabar banget ya bapak dulu digangguin dari kesenangannya. Jadi kangen bapak nih. Ah pulang kampung aaaah. Tolong ya angiiin titipin rindu buat ayah di Malang sana.

Hidup ternyata begini ini ya. Untuk menjalani peristiwa-peristiwa. Dan ada beberapa pilihan dalam bersikap di setiap peristiwa hidup itu. Anak berenang adalah peristiwa. Pilihan pilihannya adalah :
1. ikut bermain renang ama mereka. Atau
2. mengawasi saja secara penuh mereka, atau
3. membiarkan saja mereka bermain dan kita asyik membaca. Atau
4. kita tinggal pergi saja nanti jam pulang kita jemput.
Ada pilihan baik. Ada pilihan buruk. Ada yang di tengah-tengah. Lagi-lagi, kita memilih apa, di tentukan tujuan hidup kita. Milih no.1, no.2, no.3 atau 4 ditentukan tujuan hidupnya untuk apa, untuk anak, untuk ego sendiri?

Pilihan "mau action wirausaha dan merasakan gelombang hidup yang bikin jatuh bangun", atau pilihan "mau tenang aja ah mengingat masih banyak cicilan harus diselesaikan", atau pun pilihan lain semua terserah tujuan hidup. Kalo hidup ini bisa dibikin tenang-tenang saja, tentu nda ada orang ibadah khusu' karena Allah merancang adanya ATHG [Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan] agar kita merasakan kebesaran PertolonganNya. Kalo hidup itu bisa ditunda sampe semua cicilan beres dan semua masalah usai, maka yang terjadi adalah masalah yang tak kunjung habis mendera, karena kita hidup diskenario untuk sampe pada titik paling bawah dan kemudian merasakan uluran tangan KasihNya.

Jadi ngapain ragu melangkah ya? Bahkan melangkah di jalan yang tak pasti pun, lebih baik buat kita jalani, karena kita akan sampai pada detik-detik terungkapnya KebesaranNya, kedekatan denganNya, sepanjang dan selama perjalanan tersebut.


Genap satu tahun toko saya, toko grosir herbal Ikhwan Agency KS Tubun 9 Jakarta ( 1 Mei ), dan saya membuktikan Allah ternyata selalu ngasih pas pas saja. Pas butuh pas ada. Jadi rahasianya agar dikasih yang banyak, yang bikin aja kebutuhan yang banyak. Nanti kan dikasih pas juga. Pas butuh mobil pas dikasih mobil. Pas butuh punya perusahaan sendiri yang gede ya dikasih pas juga. Hehehehe.

Risk Calculation Sang Sufi

Di kolam renang kemarin ternyata ada berbagai versi tanggapan orang tua terhadap polah anak-anaknya yang lebih kurang sama, main prosotan.
Ada orang tua yang langsung melarang "Jangan nak, bahaya. Nanti kamu bisa kepleset".
Ada yang ngasih ijin tapi mbuntuti terus. Megangi tangan anaknya ketika naik tangga. Megangi ketika meluncur dan mengangkat ketika njebur.. Walah repotnya.
Eee ada juga yang orang tuanya tenang tenang aja, ngadem di bale-bale. Bodo amat.

Kayaknya tiap orang punya risk calculation sendiri-sendiri ya. Buktinya : terhadap anaknya main prosotan orang tua punya risk calculation beda-beda.
Ada yang mikir itu resiko banget maka mending dilarang.
Ada yang mikir "ya emang resiko, maka perlu diawasi". Dan dia mau repot maka dia mau ngawasi.
Ada yang mikir "ah, nda bahaya kok" maka dia tenang melepas anaknya.
Ada yang mikir "bodo amat, ada banyak orang ini di kolam saya serahkan ke orang-orang wae..pengawasan anakku" dia juga tenang aja ngelepas anaknya main prosotan. Ato dia nda tahu kalo anaknya main prosotan, hehe.

Risk calculation seseorang sebenarnya ada hubungan dengan wawasan apa ya?
Misal begini : karena wawasan nya sedikit tentang kolam renang maka yang ada khawatir ini dan itu. Hasilnya di larang tuh anaknya.
Kalo wawasannya agak luas tentang kolam renang maka dia kasi tuh anaknya main, tinggal dia awasi aja. Ada yang ngawasi banyak ada yang ngawasi dikit.

Misal lagi : kegiatan arung jeram. Buat orang awam mungkin ini olahraga bahaya banget. Buat orang yang punya wawasan dengan arung jeram, ini kegiatan yang masih bisa diterima kok risk calculationnya.

Saya jadi me-runut pemikiran ini begini : risk calculation berhubungan dengan wawasan, makin besar dan dalam wawasannya maka risk calculationnya makin luas. Hasilnya dia makin leluasa bertindak. Yang menyebabkan dia khawatir makin dikit. Sekarang siapa coba yang bisa mengalahkan wawasan seorang yang sangat mengerti sifat Penolong Tuhan. Tentu risk calculationnya jadi lebar dan longgar banget.



Para sufi sangat yakin akan pertolongan Allah. Maka dia malah memilih hidup di tengah padang pasir. Nda ada makan. Nda ada minum. Dan dia emang sengaja nda bawa bekal. Risk calculationnya beda ama kita-kita. Dan risk calculationnya yang tinggi itu digerakkan oleh wawasannya tentang hidup, tentang dunia dan tentang Tuhan yang demikian dalam.

Hayo… siapa yang mau test Kebesaran Allah, test wawasan hidup, test melebarkan pertimbangan risk calculationnya dengan action bisnis…..??? Hehehe. Hidup toh hanya sekali, ngapain nda ngerjain yang diingini ya? Kapan lagi coba.

Kalo pingin merangkul matahari ibaratnya, ya lakukan saja. Kalo ingin menjaring matahari, ya kerjakan saja.
Yang kita anggap resiko bisa jadi resikonya nda ada, yang kita anggap nda mungkin bisa jadi mungkin aja. Tergantung wawasan aja semuanya. Tergantung kedalaman pengetahuan kita tentang Tuhan aja. Dan pengetahuan tentang Tuhan ternyata semua datang dari mengalaminya sendiri. Dari peraketek ( =praktek )…. Kata orang Malang.

Tetap = Ternyata Aku Telah Berubah, Pak

Aneh!! Dulu saya begitu gemar bola. Saya ikut segala pesta pora kemenangan Arema di Liga Indonesia padahal hanya punya 13 pemain. Maklum mana ada sih anak laki kota Malang nda gemar bola. Sekarang kemana ya segala semangat demen itu?

Genesis Era Peter Gabriel

Aneh!! Dulu juga saya ngefans banget Genesis, Yes, Pink Floyd. Iron Maiden juga ngefans. Maklum anak laki kota Malang nda ada yang nggak hobi rock terutama art rock dan heavy metal murni. Kemarin coba-coba setel koleksi lama itu. Hasilnya puziiing. Sekarang kemana ya rasa demen itu?

Dulu saya muda suka heran kok bisa ya ada orang nda doyan musik rock? Wong bagus kok nda suka. Kok bisa ya sepakbola seru gini ada orang nda peduli? Buta apa ya nda bisa menyelami asyiknya nonton bola. Ngomentari pemain seolah lebih pintar dari pemain-pemain dunia itu. Berteriak-teriak sampe serak. Sekarang malah saya ngalami sesuatu yang dulu saya heran-in. Nda peduli ada bola seru kayak apa kek, mending saya mlungker, mlumah dan mengkurep di kasur. Nda tahan ndenger kaset rock yang dulu saya demenin. Weee. Apa ini kuwalat. Yang jelas, saya jadi paham sesuatu : Ternyata perubahan itu ada. Dan terjadi. Di dalam kita dan di sekitar kita.

Ketika perubahan itu terjadi sakitkah saya? Kayaknya nda deh. Sesuatu yang kita heran-i, kita anggap aneh, mungkin juga kita takuti jika terjadi ke diri kita, ketika waktunya tiba, dan kita berubah justru menjadi yang kita heran-i, kita takuti, nda ada tuh sakit, nda ada tuh takut-takut itu. Semua terjadi dan begitu aja terjadi. Prosesnya begitu alami.

Saya jadi sadar juga akan sesuatu hal lain. Di dalam kita yang terjadi adalah menganggap dunia seperti kita pikir dan rasa. Padahal dunia berjalan aja dengan jalannya. Nda sesempit pikiran kita dan perasaan kita.

Lalu ngapain ya kadang kita begitu terjebak dengan perasaan, anggapan, pikiran kita. Menurut saya, Menurut kacamata saya. Lalu dengan anggapan, pikiran itu lah kita serta merta men-judge : ini orang nda bener nih. Ini kumpulan nda bener nih. Kadang dalam saat itu jadi deh kita nyakiti orang. Aduuh… Bisa jadi kita belum sampe aja waktunya untuk berubah. Kayak saya ( muda ) yang heran kok ada orang nda suka bola dan akhirnya saya ( tua ) masuk ke golongan yang nda suka bola… hehehe. Mending kita pasang sabar aja kali ya. Meniti waktu hingga perubahan itu terjadi.

Trus.. Trus.. Kalo sekarang kita heran juga… itu orang-orang kok pada berani ya cabut dan pergi keluar, terjun ke dunia usaha. Padahal kan lagi krisis? Padahal kan lagi bejibun orang PHK? Padahal kan orang lagi turun daya beli? Apa ya nda mati bangkrut tuh diluaran sana? Buta apa? Kurang perhitungan apa? Kayaknya yang terjadi persis juga saya (muda) yang heran pada orang yang nda seneng musik rock. Eee sekarang berubah jadi pusing ndenger musik rock. Pasti yang heran nanti juga berubah…. Puzzzing kalo nda bisnis…. Hehe.

Perubahan itu memang ada ya…. Bahkan lawan kata "perubahan" pun yaitu kata "tetap" sebenarnya singkatan dari "Ternyata Aku Telah Berubah, Pak" Hehehehe.
Just elegi pagi…