Alhamdulillah... hari ini saya menengok catatan rekan kerja saya di Ikhwan Agency. Ternyata omzetnya hingga tanggal 26 Feb sudah tembus ambang 2 kali lipat omzet sebulan dahulu kami mengawali buka toko herbal, Mei 2008 lalu. Kurang dari setahun, atau tepatnya hanya 10 bulan.
Lebih dahsyat lagi kalau di tengok pas satu tahun ke belakang. 28 Februari 2008. Hari itulah saya mengundurkan diri. Resign dari perusahaan Perancis justru disaat karir yang menjanjikan. Alasannya salah satunya... karena saya mengalami rugi puluhan juta ( X juta ) di bisnis pertama saya, yang saya kerjakan nyambi - Amphibi.
Pas setahun, Februari ketemu Februari, posisi saya sekarang, dari start resign kondisi rugi puluhan juta, lalu start bisnis full. Mei 2008 keturutan punya kios. Dan 10 bulan kemudian, hari ini, bisa omzet 2 kali lipat dari start Mei 2008.
Subhanallah !!! Alhamdulillah !!!
Jadi 1 tahun penuh, saya bisa membalik posisi, 28 Feb 2008 posisi minus X juta, lalu sekarang plus lebih dari Triple X juta. Dari satu bisnis. Belum yang lain.
Karenanya, di acara milad TDA ke-3 28 Feb 2009 besok, ketika ada penghargaan bagi yang meraih double, entah profit entah omzet, selama setahun ini, mohon maaf saya merasa tidak pantas untuk mendapatkannya!! Karena Allah ternyata memberi saya lebih dari sekedar double. Dari minus ke double surplus, matematika pun error membacanya. Karena Allah sedang memeragakan kekuasaanNya melalui hukum alam keseriusan, tindakan dan pemasrahan padaNya. Yes You Can !!
Semoga menginspirasi!!!
NB :
Dan hingga detik terakhir, saya sangat terlibat - dengan ijin Allah - dalam mengumpulkan angka itu, karena hari ini penutupnya adalah orderan bueesar dan buaannyak yang harus saya antar sendiri, malam-malam di tingkah hujan deras yang mengguyur Jakarta. Repotnya lagi, sambil membonceng rekan TDA Jatim yang saya ajak nginap di rumah untuk barengan nghadiri acara milad TDA 3 besok.
Artinya keterlibatan penuh!! Itulah kunci saya untuk mencapai ini semua.
Big Winning Heru's Bisnis
Diposting oleh Heru UTOMO 1 komentar
Macet Justru di Jalan Tol
Macet justru di jalan tol. Tak belanja justru di tengah pasar. Nda minat makan justru di tengah foodcourt. Kehabisan waktu ditelan kesibukan justru di hari libur. Banyak hal yang serba bertentangan terjadi di dunia ini. Pepatah yang populer adalah : ibarat tikus mati di dalam lumbung padi.
Ternyata milad 3 tda seminggu lagi, yang disebut juga festival entepreneur indonesia ini, juga berpotensi untuk menampilkan paradoks paradoks, misalnya :
Ketika milad :
Kesepian justru di lautan manusia yang semua mencoba akrab satu dengan lainnya (... gue nda ada yang kenal, je. bodo teuing ).
Tidak mendapatkan cukup relasi baru, justru ditengah kerumunan semua bernafsu tukar kartu nama.
Tidak sedikitpun mau mulai memberi, justru di tengah lautan sahabat yang mengharap dan menerima anda apa adanya.
Tidak mau meminta, maunya dikasih atau disodori, justru di tengah kedermawanan yang ditaburkan.
Tidak mau mengawali, justru ditengah kerumunan sahabat yang berlomba inisiatif.
Tidak termotivasi untuk berubah, justru ketika berada di dalam arus perubahan.
Tidak ikut basah dan tersiram peluang usaha justru ditengah derasnya hujan kesempatan.
Tidak dalam menggali sumur kebijakan justru di banyak dan besarnya mata air pengalaman hidup yang diceritakan.
Tidak mengerti apa yang dimaui, sehingga justru bingung memilih calon 'istri-usaha', pulang tak membawa 'pengantin-bisnis' sama sekali.
Sesudah milad.
Tidak segera take action dan take opportunity justru di tengah puluhan peluang usaha yang banyak ditawarkan disana, atau
Tidak mengukur diri, sehingga membawa banyak sekali pengantin-bisnis, lalu diceraikan satu-satu hingga tidak tersisa lagi. Ketahuan nafsu besar tenaga letoyyy… nda kuat menyetubuhi pasangan bisnis nya sebanyak itu…
Tidak ada yang berubah, rutinitas sama, aktivitas sama, lingkungan sama, teman sama, acara hari demi hari yang sama, duitnya sama.
Tidak ada satupun kenalan baru yang dihubungi dan diakrabi.
Tidak ada perubahan, justru ketika kunci-kunci perubahan itu dalam genggaman.
Tidak ada penyesalan untuk perubahan yang tak pernah terjadi.
TDA memang gerbangnya perubahan hidup anda, tetapi justru anda macet di depannya adalah keniscayaan.
TDA memang dara jelita menawarkan nampan air sejuk peluang, tapi justru anda bisa mati bengong hanya terpesona memandangnya.
Minum walau setegukan peluang, dan
anda akan merasakan permainan sang dara berikutnya : lirikan, senyuman, bahkan pelukan dan kehangatan yang namanya wiraswasta.
TDA memang etalase kesuksesan jalan kewirausahaan, anda akan terbuai banyaknya tawaran.
Anda tidak mau mati kecapean atau kekenyangan meraup semua isi etalase khan?? Kuncinya - jangan serakah!
TDA memang pegunungan kemuliaan, jangan semua mau dipanjat.
Cukup satu saja dan anda akan sampai di puncaknya.
Hingga anda akan sejajar tinggi dengan sang surya.
Membaca postingan ini dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin… ayo buruan kerja!!
Diposting oleh Heru UTOMO 0 komentar
Label: Milis TDA
membuat kuda tersenyum…bahkan tertawa?

ada kuda tersenyum bahkan tertawa?? Kok bisa?? Ini ceritanya
Kemarin saya ada dengar sesuatu yang mengagetkan. Ada demo di satu perusahaan. Demo menolak calon manager pengganti manager sebelumnya yang resign. Sebegitunya sih. Dunia pegawe sudah berkembang begitu hebat apa ya? Sampe boleh milih siapa pimpinannya. Pegawe sekarang sudah begitu pinter dan kuat kali ya?
Btw, dari kejadian itu saya jadi berpikir panjang. Panjaaaaang banget sampe saya nglamun dan hampir nyerempet. Begini : eng ing eeeeeng… jreeeng ( kartun bangeet ).
Kadang, kita jadi bisa begitu utuh menilai kehadiran seseorang justru ketika dia sudah pergi dari hadapan kita. Justru ketika dia sudah tidak hadir lagi di tengah kita.
Misal peran bapak. Justru terasa perlunya kita punya bapak ketika bapak kita sudah awarahum ( = is dead )!! Kalo nda ada bapak kayaknya lebaran nda ada yang menyatukan anak-anaknya untuk pulang kampung deh. Nda ada bapak kayaknya duit kita jadi kurang bermakna karena nda ada lagi yang bisa kita kirimin duit saban bulannya.
Misal lagi : nda ada pembantu… kita baru merasa kehilangan orang yang sangat helping kita urusan kebersihan rumah. Juga kehilangan, nda ada lagi yang mijit-mijit dan ngerok-in punggung ( hare gene!!). Nda ada lagi yang nimpalin kalo kita berteriak "Neeeeeem…." dengan jawaban " iya nyaaaaah" yang merdu dan sendu
Saya jadi inget aa' gym pernah menulis dari ilmunya emha ainun najib : berdasarkan sifat kehadirannya, maka orang dibagi dalam 5 kategori. Orang wajib : orang yang kalo dia ada semua jadi cerah, semua jadi senang, sebaliknya kalo dia nda ada orang merasakan kehilangan
Orang sunnah : orang yang kalo dia ada orang jadi senang, tapi kalo dia nda ada yaaaa orang nda nyari dia
Orang mubah : ada dan nda adanya dia nda ngaruh… kata teman saya yang sunda - nda nge-pek ….
( ngefek kang, ngefek. Dan dia langsung sewot : siapa bilang oang sunda nda bisa ngomong ep (f).. Itu pitnaah…..pitnaaah)
Orang makruh : kalo dia ada ya nda papa sih, kalo dia nda ada eeee ternyata lebih baik
Orang haram : kalo dia ndak ada dunia rasanya surga deh. … maap kalo salah kutip, bukunya udah lama dan nda tahu ada dimana lagi..
Kadang kita hidup begitu mementingkan hasil, tidak mementingkan hubungan. Yang penting omzet naik, lupa ngasih ucapan trima kasih pada kontributor omzet naik, yaitu anak buah. Yang penting unit usaha anda, departemen anda, berprestasi. Lupa menjalin hubungan yang erat dengan pemain di dalamnya. Anda tipe yang hanya mementingkan hasil atau tipe yang mementingkan hubungan tampak ketika anda pergi nanti. Seberapa mengingatnya mereka tentang anda. Menurut saya, ini menjadi penting manakala anda ingin satu hari nanti sukses beralih jadi tdb ke full tda, bahkan full tda yang sukses. Mereka semua adalah asset network anda, asset orang yang mau support anda, asset orang yang mau mendukung bisnis anda, bahkan ada saja loh kemungkinan dari emreka anda dapat peluang usaha baru, peluang pendanaan, dsb.
Saya jadi nginget-nginget lagi, apa saja sih yang bisa dilakukan sebagai teman, sebagai atasan, sehingga hubungan kita pada mereka bisa jadi asset kita menuju full tda, full tda yang sukses. Sukses menapaki jenjang menuju lebih tinggi, banyak support, luas jaringan, disukai banyak orang, didoakan kebaikan banyak orang, membawa manfaat :
Pertama : kencan pribadi
Entah anda atasan (tda or tdb), entah anda staff biasa, selalu menarik untuk mengajak satu per satu teman/ anak buah anda untuk berkomunikasi hanya berdua saja. Sebaiknya informal. Misal makan siang bareng. Dimana anda bisa menggali lebih dalam siapa dibalik si ijo ini, si kuning ini. Mereka juga bisa tahu siapa Anda yang paling apa adanya. Saya dulu ada beberapa anak buah. Dan saya gilir tiap minggu sekali saya ngajak satu-satu bareng makan siang. Hanya berdua. Kalo makan siang bareng rame-rame sih udah tiap hari. Tapi ini istimewa, hanya berdua. Dan saya senang menikmati acara 'aneh' ini. Pertama karena 90% anak buah saya wanita…. hehehe, kedua cari peluang selingkuhan…. ( kayaknya ada yang ngacungin clurit nih ).
Amazing, saya jadi tahu kenapa dia begitu pendiam dan jarang berbagi senyum, ternyata dia dari keluarga yang brok…., saya jadi tahu kenapa seorang yang lain terlambaaat melulu. Sesudah kencan pribadi itu, sekian persen saya rasakan akan ada produktivitas naik, mungkin karena dia berterimakasih saya mau dengar dia, sehingga dia juga mau dengar saya, harapan saya. Benar benar mujarab, prosesnya fun, dan kesannya long lasting. Terakhir mereka yang suka nantangin, minta jatah di'kencani', karena ada masalah katanya, heheh kebiasaaan. Ternyata mau pinjam duit…. Gedubrak, grompyaaaang!!
Kedua : Friday rainy lonely
Sering kita terjebak dalam sikap 'mahal kasih ucapan terima kasih'. Terutama justru ke orang terdekat yang sehari-hari ketemu. Bisa pasangan, bisa rekan kerja - bawahan, peer, atasan. Saya ada permainan seru. Saya menyebutnya "Friday rainy lonely kelaut aje". Masing-masing anggota sesama dept, ato 1 cabang kalo anda sudah tda dan punya toko, dikasih kertas sejumlah anggota. Lalu suruh tulis surat ucapan terimakasih ke masing-masing anggota yang lain. Menyatakan betapa berharganya si teman itu di matanya. Nanti si Ungu misalnya akan menerima sekian surat dari temannya yang lain. Dan disimpan, nanti dia boleh baca kalo dia lagi mengalami hari yang membosankan, nyebelin, capek, Friday rainy lonely day. Udah jumat.. hujan.. sendirian.. bokek… bete deh.
"dear Ungu, thanks ya selama ini kamu selalu mbantuin aku ngembangin ikhwan agency ini. Dari ngrapiin pembukuan, laporan penjualan, ngatur sekedul pembayaran ke supplier… dan banyak lagi kerjaan tambahanmu. nggak kebayang disini aku tanpa peran mu. Sungguh. Belum pernah aku sebelumnya punya rekan kerja seperti diri mu. So support. Kamu yang terbaik yang pernah aku punya. Sungguh!! Aku sangat tahu kontribusi positifmu ini. Pertahankan semangatmu dan tularilah aku dan yang lain. Tertanda Pailul - atasnya direktur.
Orang merasa kuat ketika dia merasa diterima dan dihargai…. Surat-surat itu mbikin orang merasa sangat dihargai dan diterima, maka dia akan jadi kuat. Surat-surat itu bikin tangguh seseorang di medan pelayanan customer yang terkadang begitu berat dan menjemukan.
Dan ternyata… masing-masing mengerjakannya lamaaaa gitu. Mencari kelebihan seseorang untuk dituangkan dalam surat pujian ternyata susah. Karena kita lebih gampang cari kekurangan orang lain.
Ketiga : lomba lomba
Saya dulu di departemen customer service, kinerjanya berhubungan dengan leadtime oleh pengerjaaan departemen lain, departemen produksi. Hitungannya jam, bukan hari. Jadi tingkat diburu-burunya tinggi dan itu bikin stress banget. Kami bikin kerja jadi fun dengan cara salah satunya bikin lomba-lomba. Lomba bikin tempelan kata-kata motivasi. Lomba kreditnote terendah. Yang seminggu ini paling konsisten rapi ketika ninggalin meja waktu pulang. Makin sering ngadain, makin kreatif bikin lomba, dari aktivitas keseharian yang bisa diukur.
Keempat : catch the fish
Pujian instan. Nah ini lebih umum, bisa dilakukan ke bawahan langsung, bawahan dept lain ( toko cabang lain ), sesama peer, bahkan atasan. Pokoknya ketika tertangkap telinga / mata / denger dari orang lain ada yang doing well / excellent job, buru-buru kasih ucapan selamat. Kalo bisa nyolok saat ngelakukannya - depan banyak orang atau kalo email ya di cc ke banyak orang.
"kemarin malam si abang lembur sampe jam 10 malam menyelesaikan persiapan paket sekaligus untuk kiriman stok lensa 3000 pasang agar siap terkirim pagi ini. Pekerjaan yang luar biasa. Inisiatif yang luar biasa. Extra mile yang luar biasa. Terima kasih abang"
"si pink kemarin berhasil menangkap kesalahan dan menyetop prosesnya, sehingga kita terhindar dari kerugian sebesar 8 juta rupiah."
Sebenarnya banyak lagi yang bisa kita lakukan dalam membangun hubungan. Prinsipnya, ketika kimianya ada, maka reaksi positifnya bisa luar biasa. Dalam keseharian kita yang begitu penuh tekanan dan cenderung mekanis dan hanya memperhatikan angka, kualitas hubungan hubungan kadang kita abaikan. Tulisan ini sekedar refresh ringan aja. Bukan maksud menggurui, wong tukang angon wedhus kok ngajar, hehe.
Bayangkan kita hari ini resign, lalu mau bisnis (misalnya) asuransi. Semua orang terpikir sebagai potensi pasar. Pertama yang kebayang di kita siapa lagi kalo bukan kenalan-kenalan kita. Mantan rekan kerja, saudara dekat, saudara jauh. Ketika anda bikin list, apa yang terjadi di pikiran anda… "aduuh iya ya, aku kan ada sodara di depok, pasti dia mau. Tapi gimana ya, aku sudah lama nggak kontek-kontek dia. Mosok pertama kali kontek-kontek lagi langsung aku sodorin dagangan. Nda enak bangeet". Yang kita ukur pada saat itu adalah kualitas hubungan kita, dan bukan seberapa besar prestasi kita di angka.
Ketika kita resign, entah dari kerjaan, entah dari dunia fana ini, yang tersisa dan berbekas adalah kualitas hubungan itu. Bukan angka-angka. Mosok kita lagi sekarat lalu nanya ke yang ada di sekitar kita "gimana bulan ini kita achieve bujet nda? Growth berapa?" pasti yang kita tanya dan kita inget "kok si Biru nda dateng ya?" "aku ada salah sama Merah, bilangin dia aku minta maaf"… adegannya kayak sinetron hidayah ya??
Dengan selalu ingat untuk me-recharge kualitas hubungan kita dengan sekitar, dengan anak, dengan pasangan, dengan rekan kerja, tahu-tahu tanpa sadar kita juga akan berubah, menjadi orang yang lebih hangat, lebih care. Kita jadi lebih telaten pada proses. Karena ketika kita ngajari sesuatu misalnya, kita inget bukan pada hasilnya nanti, tapi ini kesempatan kita untuk interaksi dengan dia dan itulah yang lebih dikenang dan bisa kita tuai hasilnya, lebih besar dari ilmu yang sedang kita ajarkan. Kita tahu-tahu ter-upgrade jadi "orang wajib". Kehadiran kita membawa nilai tambah, kalo kita nda ada orang jadi kehilangan.
Saya yakin orang seperti itu, dimanapun dia berada, bikin semua orang seneng. Bahkan mungkin kuda pun, dekat dia, bisa tersenyum... bahkan tertawa… tertawa bahagia…. Walau kita juga heran, ini kuda jenis apaaaa? Hmmm, kuda yang aneeeh.
Kata sang kuda… posting-an yang aneh juga.
Diposting oleh Heru UTOMO 0 komentar
Label: Milis TDA
Bukalah rolling-door mu !

Hari Selasa - 10 Februari 2009 - kemarin, rekan kerja saya yang biasa tidur di kios pulang kampung. Saya mau sejenak ambil jarak dengan rutinitas yang selalu riuh di rumah, lalu saya ijin tidak pulang rumah. Nginep di toko, semaaaalam aja…
Pagi hari Rabu, saya sudah bangun sejak dini, tapi rolling door belum juga saya buka. Padahal kata Agus - bukan yang suka nelpon-nelpon ke luar negri itu ya, ini rekan kerja saya - pagi-pagi sering ada konsumen beli. Saya masih malezz, saya masih asyik dengan dunia saya, ketik ini ketik itu, baca ini baca itu, mulet sana mulet sini, nglamun ini nglamun itu. Ntar ah… siangan dikit. Jam 8 aku baru buka. Benar akhirnya jam 8.30 baru saya tarik rolling door dan buka toko. Biasa, mulur. Kalo ngrencana A, hasilnya A minus. Ngrencana jam 8 hasilnya jam 8 lebih. Ngrencana makan sepiring prekateknya habis 2 piring ( iku jenenge keluwen… )
Lalu tiba-tiba ada ilham ( nda pake ditambahi Maulana ya, akang Ilham Maulana www.abumusa.e-salim.com ).
Lha iya ya… saya di dalam toko tadi sebenarnya sudah siap segalanya untuk menghasilkan penjualan. Dagangan ada. Yang ndagangin juga ada ( yaitu saya ). Konsumen udah nunggu di luar. Malah kalo pagi biasanya status urgen karena konsumen kiriman dari Rumah Sakit. Semua tidak terjadi karena ada rolling door yang belum keangkat.
Nah yang bikin sebab rolling door tadi kebuka sekarang atau kebuka nanti atau sama sekali nda kebuka adalah : saya. Saya merasa belum siap (karena belum mandi ), saya merasa malez ( karena masih pagi dan underestimate 'masih pagi sopo mau beli' ) saya merasa ogah-ogahan karena saya merasa belum perfect ini itu ( ruangan masih kotor )… padahal kalo saat itu juga diangkat, dengan segala ketidaksempurnaannya, ada kemungkinan terjadi penjualan. Ada kemungkinan datang konsumen dan dia tidak perhatian terhadap segala kekurangan… yang penting saya butuh barang kamu dan kamu ada jual… maka sini, saya beli-ne!!
Semua kekurangan bisa dimaklumi, segala ketidakideal-an bisa dimaklumi. Orang toh cenderung strike to the poin. Kamu punya saya beli.
Ketika kita sehari-hari berkutat dalam rutinitas bekerja sebagai pegawai, tanpa sadar barangkali kita sudah mempunyai begitu banyak barang yang bisa didagangkan, dan, diluar sana ada banyak yang butuh dan mau beli. Saya nda tahu cara bikin neraca, saya pusing tiap lihat pembukuan. Anda mungkin ada yang punya kebisaan itu. Kalo ada yang njual ke saya bisa jadi langsung saya samperin. Mungkin yang lain pintar nyeleksi orang karena HRD, bisa kok menuhi kebutuhan sekian teman lain yang harus ngrekrut orang tapi nda tahu gimana milihnya. Mungkin Anda punya daftar alamat restoran menu asing, di sisi lain ada teman butuh itu, misal saudara MM saya, mas Lutfiel Hakim www.speak2success. Japri dia deh. Orang yang aneeeh, kebutuhannya seputar makanan ajaaaa, yang hebat kok ya winning terussss. Orang hebat emang susah disembunyikan.
Selalu ada saja orang yang butuh untuk semua hal yang bisa ditawarkan orang. Masalahnya orang tidak tahu bahwa dia punya hal untuk ditawarkan. Mungkin tidak tahu, mungkin juga malu, merasa tidak siap, merasa harus dipoles sana, dipoles sini, berharap tercapai kesempurnaan baru start. Nda paham bahwa diluar sana ada orang sudah seleher kebutuhannya dan nda juga nemu orang yang tepat yang datang dengan penawaran 'saya ahli disitu dan saya bisa bantu Anda'.
Please deh rekan-rekan yang masih tergabung dalam sebuah perusahaan, bukalah rolling door Anda. Biarkan kami yang sudah jadi pengusaha bondo nekat ini tahu Anda punya ini dan itu, dan jadikan kami lebih kuat dengan kehadiran Anda.
Blog adalah media Anda mengumumkan pada dunia. Buat dan isilah. Jangan takut untuk mulai dari semua yang tidak sempurna. Mas Eko June punya kata-kata sakti "Anda tidak perlu hebat untuk memulai, tetapi anda harus memulai untuk menjadi hebat . www.ekojune.blogspot.com
Penuhilah iklan hari Senin dan acara temu kita di Milad bukan dengan penawaran barang, tapi dengan penawaran keahlian Anda.
Nama Ijo, saya akunting dan siap membantu rekan TDA merapikan pembukuan usahanya, gratissss untuk 3 bulan pertama, selanjutnya bagi saya sahamnya ya… Nama saya Kuning, ahli eksprot improt. Siapa yang butuh saya semprot, eh, butuh ngirim barang ke luar negeri bahkan keluar dunia japri saya saja. Harga terserah, tapi maap hasilnya juga terserah ya… (aseem). Saya Blangtelon, yang butuh ojeg, saya siap nganterin, jalur saya Bekasi-Tangerang jam 06.00 pagi start. Yang cakep gratis, yang nda cakep bayar separo. Yang jeleknya kebangetan malah saya suruh setir, saya yang ngojek aja. Modar!
Lalu datanglah ke Milad. Sekarang baliklah tekad Anda. Saya datang ke Milad bukan untuk menerima pencerahan, ilmu dan peluang dari para senior saya. Saya justru akan datang untuk memberi . Memberi diri saya untuk kemajuan siapa yang membutuhkan keahlian saya. Saya akan datang untuk menawarkan proposal kerjasama. Pasti ada dari ribuan orang TDA yang butuh keahlian saya, saya siap bantu. Anda akan hadir tidak sebagai Tangan Di Bawah, tapi Tangan Di Atas juga, dan Anda begitu gagah.
Betapa indahnya jika para senior datang berniat memberi dan para yunior seperti kita datang juga tidak berniat sekedar menerima, justru lebih semangat memberi. Memberi ketemu memberi. Hari itu tidak ada lagi istilah tangan di bawah, yang ada semua tangan di atas. MasyaALLAH indahnya…..
Diposting oleh Heru UTOMO 0 komentar
Label: Milis TDA
