MOMEN BESAR HALAL BIHALAL TDA 2008

Sejak resign dari universitas indah TDB 1 Maret 08 lalu, ada 2 momen besar dalam sejarah wirausaha saya hingga saat ini. TApi sejak Acara HALAL BIHALAL TDA di Bandung kemarin, saya taruh dihati saya Tambah 1 lagi momen besar itu. Perkataan anak kedua saya yang spontan dari anak kedua saya yang istimewa - RESTU - yang mana harus Anda tahu untuk bisa lancar bicara sekarangini dia dan kami sekeluarga harus melewati perjuangan tidak sedikit karena awalnya dia adalah pengidap lambat tumbuh kembang. Apa perkataannya yang begitu membekas tentang acara kemarin tanggal 8 Nov 2008 di Bandung itu?
Sebelumnya ijinkan saya menjelaskan momen-momen besar hdiup saya sebagai wirausaha pemula ini.
Pertama adalah dibukanya toko herbal pertama saya. I Mei 2008 kemarin.
Artinya penting buat saya adalah : usaha mandiri ini sudah menjejak ke tanah harapan lebih dekat. Harapan untuk pada akhirnya sampai di lapangan para dermawan pemelihara anak yatim... lapangan para pemilik perusahaan besar, tempat bernaung banyak karyawan, tempat berdayung begitu banyak anak yatim menjalani hari-hari, tempat bertudung keluarga-keluarga muslim melampaui kerikil-kerikil kondisi ekonomi menuju dunia mandiri.
Selanjutnya, meniti hari seolah irama musik begitu indah. Sibuk melayani tamu, sibuk pengadaan barang, sibuk mengirim pesanan luar kota, sibuk perluasan jaringan... tak lupa di tiap adzan menyeru, buru-buru tutup pintu dan bersegera ke mesjid tempat ALLAH menyeru. Rasanya walau sehari hanya untung sepuluh dua puluh ribu begitu mencekat kalbu...
Sekarang toko herbal kami sedang berusaha menyusun diri agar menjadi Toko Herbal Syariah. Bagaimana itu konsepnya? Saya juga belum tahu persisnya. Yang penting PROKLAMASI dulu !! Sumbang saran dan Doa nya ya?
Kedua - yang menurut saya sebagai momen besar - adalah menjadi bagian dari komunitas TDA. Diawali dengan langsung ikut kopi darat di salah satu pertemuan Jumat di bulan Juli 2008... sejak itu saya langusng merasa TIDAK SENDIRI lagi. Ada mas Muslih yang begitu mendorong untuk mempercepat pertumbuhan usaha ini, ada Mas Eko June yang sabar chatting dengan saya, Mas Hadi rajaselimut dan rekan TDA lain yang diam-diam jadi sumber inspirasi melaui blog-blognya dan membawa saya maju dan maju menuju tanah impian... maaf tidak kesebut satu-satu saking banyaknya.
Saya pikir 2 momen itu sudah begitu besar penagruhnya dalam hati saya dan susah mendapat tandingan lagi yang gregetnya dihasti bisa sekelas. Tapi kemarin, ketika bersama dalam 1 bis menuju Bandung menghampiri acara halal bihalal TDA... Restu - anak kedua kami berteriak-teriak dengan ekspresi suka citanya, tiap kali saya bersalaman dan berkenalan dengan rekan-rekan rombongan....
"Hore... hore, abi punya banyak teman... abi punya banyak teman"
Bagi saya itu sejuta makna yang tidak bisa tertampung ditulisan ini. Saya cukupkan kata-kata itu sebagai bagian terakhir dari postingan spontan saya ini... semoga menjadi inspirasi bagi keluarga besar baru saya.. rekan-rekan di komunitas TDA.

salam hangat hidup kebersamaan
salm FUNTASTIC

Kerjakan Saja Apa yang KAU Mau

Hidup toh hanya sekali… Rugi kalo nggak ngerjain apa yang memang kita
ingini… emang mau kapan lagi…..

Takut akan kelaparan?… takut akan kehilangan? … takut akan ditinggalkan?

Ya…Melangkah Sajalah!!

Toh Hidup memang untuk merasakan manisnya permintaan yang kesampaian…
Toh Hidup memang untuk merasakan berharganya men'dapat'kan sesudah kehilangan…
Toh Hidup memang untuk meninggalkan Cerita "Tuhan Masih Ada" bukan
Cerita "Saya Baik-Baik Saja"
Toh Hidup memang untuk menyadari bahwa " Kita tidak pernah sendiri…"

Jadi Melangkah Sajalah…

Toh Hidup hanya sekali…
Iya toh..

puisi-ku yang menyemangati untuk berani berkata resign dan menjadi wirausaha... walau tergambar berapa berat jalan akan ditempuh... terasa enteng kalo mbaca puisi ini... karena hidup toh hanya sekali.. jadi nikmati saja dan kerjakan saja apa yang kita mau ya...

Arah Hadapmu Menceritakan Hatimu

Lalu kesadaran itu muncul... bahwa dengan apa yang dikosentrasi-i-lah seorang itu diwarnai.
Ketika saya naik angkutan kota, ada kemudian seorang wanita tua naik, yang langsung dapat respon dari orang-orang semikrolet karena keanehannya. Ia seorang yang latah, menirukan segala ucapan dan gerakan. Ketidaklumrahan ini oleh seorang laki-laki langsung dimanfaatkan untuk... tanya "nomer". Astaghfirullah.
Dalam kesadaran saya begini : ... ketika orang pikirannya hanya judi nomeeer saja, dia akan begitu peka dan cepat menerjemahkan ato menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dihadapannya sebagai perlambang nomer-nomer. Kebetulan disitu juga ada mbak-mbak yang lagi belajar bahasa Jepang. Dia nanggapi dengan dihubungkan ke bahasa Jepang yang sedang ditekuninya itu. Saya yakin kalo disitu ada psikolog dia tentu akan hubungkan kejadian ini dengan ilmu-ilmu psikologinya. Kalau seorang dokter juga tentu respon pertamanya menanggapi hal ini dirujukkan dengan ilmu-ilmu kedokterannya.. begitu seterusnya.
Kalau seorang hamba Allah?
Maka ia akan menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dihadapannya kepada ALLAH.
Peristiwanya sama yaitu melihat orang latah. Dipikiran Pakar Nomer itu peluang dapat sandi gaib, di pikiran pakar bahasa lalu muncul tuiiing... ide belajar bahasa sebaiknya kayak orang latah, tiru aja semua kata, dipikiran orang psikolog sosiolog langsung menghitung berapa banyak ya orang latah disekitar kita... hal itu berarti ada penyakit sosial apa ya? Dimata produsen sinetron mungkin langsung kepikiran "wa orang ini boleh juga dijadikan figuran film saya yang berikut", dimata TDA yang pinter bisnis mungkin langsung ada ide mencipta + menjual mesin untuk mencegah latah - jadi modelnya alat yang langsung nabok mulut setiap kosakata tertentu terulang lebih dari 2x... wakakak. Hamba Allah dipikirannya mungkin begini : Allah itu hebat ya ndesain segala sesuatu, tidak ada cacat semisal latah begini, coba waktu dibikin latah...mengulang lagi mengulang lagi dong... iya kalo yang terulang diwaktu yang latah itu pas adegan terima order gede dan dapat untung gede, enak itu. Dunia ini begitu terjalin sempurna bebas dari kekurangan semisal latah tadi. Allahu Akbarnya pas ntar sholat jadi manteeeep banget, habis sudah terbukti sih.
Pakar Nomer itu dengan tiap peristiwa yang lewat dihadapannya semakin gila dan gila dan gila, sebaliknya seorang hamba hanya makin tunduk dan tunduk dan tunduk.
Dua akibat yang jauh... padahal awalnya dari sebab "Arah Menghadapnya Hati". Maka hati-hati terhadap arah perhatian hatimu, karena dengannya-lah engkau diwarnai.
Yang sedang berkarir godaannya adalah besar sekali untuk menghadapkan hati sepenuhnya pada pekerjaan hingga semua terkalahkan, termasuk keluarga dan Allah. Yang sudah mandiri apalagi kalo ndak godaan menghadapkan hati yang terlalu pada jebakan "profit dan brand".

Paling enak emang kalo menyadari bahwa tujuan kita datang didunia ini ya untuk jalan-jalan melihat kebesaran ALLAH terperagakan dalam kehidupan. Kalo sudah ngumpul yakinnya pasti bisa menapaki kelas ainul yakin ke haqqul yakin... lalu nanti seperti ikan salmon yang kembali ke sungai asalnya, ketika kita nanti kembali juga akan dengan tenang dan mantap seperti yang tertulis di Al Quran Surat Al Fajr : Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan dirihoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-KU. Dan masuklah ke dalam syurga-KU.

BossMU belum menjadi bossmu

Mengapa kita tiba-tiba
menjadi orang yang santun
dan tahu membalas budi
kepada mereka yang pernah setetes saja
melepas jasa pada kita...
hanya karena mereka kita anggap "lebih terhormat"

Sedang kepada ALLAH
yang telah mencurahkan lautan nikmat
kita selalu menjadi
patung-patung membisu

Mengapa hanya sekedar manusia
karena jabatannya,
karena terkenalnya,
karena kekuasaan strukturalnya
kita menjadi sungkan-isasi..
kita menjadi malu-malu dan tunduk tersipu...
kita menjadi bangga dan merasa megah...
jika bertemu dengannya,
jika mengenalnya,
jika bisa akrab dengannya,
lalu rela melayani
lalu rela mengorbankan
apa yang kita punya
dari waktu terbaik
dari pikiran terbaik
dari tenaga terbaik
berjuang meraih simpatinya
berusaha dicatat baik olehnya (padahal sering justru dia lupa mencatatnya)

sedang kepada ALLAH
Yang MAHA AGUNG
RAJA dari segala isi semesta
kita tidak rela
boring
keras dan kaku
untuk menyembah-NYA
bercengkrama denganNYA (tanpa terusik)
memburu simpatiNYA

Tuhan, Tunjukkan tempat dan jalan hidup
aku bisa menjadikanMu bossKu

=ini tulisanku dahulu kala ( th 1997 or 1998 ) yang kemudian menguatkanku untuk melangkah menuju mandiri dengan buka bisnis sendiri... daripada terjadi rebutan kapling di hatiku. Habis aku selalu gatel ingin menyenangkan yang diatasku sih... lalu kepikiran mending tidak ada orang diatasku.. langsung ALLAH saja... jadi nda perlu capek-capek bikin laporan.. merekayasa tingkah.. menyusun data.. kan nyita waktu tuh. Laporannya langsung BIG BOSS - ALLAH !!