Di komunitas seperti TDA,
Adalah keniscayaan untuk berkelimpahan panutan.
Melihat gunung kesuksesan begitu banyak.
Disana sukses disini sukses
Yang di internet jadi meroket..
Yang di herbal jadi besar..
Yang di salon melambung bagai balon..
Jualan kerudung kantongnya makin mbelendung
Jualan kaos bisa jadi boss..
Jualan baju anak jadi duit yang beranak pinak..
Jualan parfum bisa buat beli brum brum..
Jualan cireng isi omzetnya nggegirisi..
Jualan pulsa aja bisa jadi sang raja
Jualan krupuk setan aja pemasukannya kelewatan ( banyaknya )
Bahkan yang jualan banyolan & plesetan aja jadi banyak kenalan & gebetan
Pake kaos gambar monyet aja njadikan bisa tetet-towet tetet-towet di seantero negri bahkan luarnya negri...
Kurang Contoh apa di TDA ?
Buat kita kita yang pemula,
TDA adalah syurga belajar dan mengejar..
Tapi AWAS!!
Justru disitulah bahaya nya !!
Baik Bahaya Lisan, Bahaya Tubuh, maupun Bahaya Isyarat (saya ketularan mas Wahyu Liz)
Tapi justru Anda akan bingung menentukan ikutan.
Mau pilih yang mana yang dijeburi
Bisnis apa yang diterjuni
secara terus, terus dan terus untuk jangka waktu cukup lama
Sangat mudah di TDA untuk mengalami hal seperti ini :
"Aku Dimana-Mana, Sehingga Aku Tidak Kemana-Mana"
sebuah pengalaman nyata yang isyaALLAH saya sharing pada Anda, next tulisan..
Sudahlah..
Masing-masing kita pasti ada uniknya. Pasti !
Akan justru lebih bermakna,
Jika masing-masing kita mengasah kekhususan kita.
Jika masing-masing kita mengikuti gerak hati kita.
Yang sukses ditangan beliau belum tentu terulang sama di tangan kita.
Sebaiknya kita segera kembali pada 3 hal.
Tetapkan tujuan,
Mengetahui kemampuan,
Dan tekuni perjalanan.
Bagi pemula dan yang mau resign,
Ada masanya ketika justru kita menghentikan tengok sana tengok sini
(apa lagi ini momen mau datang ke MILAD IV TDA, masanya tengak tengok)
Lalu meluangkan waktu justru untuk melirik diri sendiri
Sebenarnya kita ini yang paling dipingini yang mana???
Dan itu tak semudah yang kita kira..
atau justru itulah hal yang paling mudah..?
salam kemajuan dan keberkahan
membaca postingan ini tidak menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin… tapi, ayo buruan action!!
“Didedikasikan untuk Pesta Wirausaha 2010, dalam rangka Milad 4 TDA”
Heru Utomo RO
| 0812 860 3523 | 021 331 852 89 | FB : heruutomo99@gmail.com
|www.grosirpeci.com | www.jahearoma.com
|blog pribadi : www.heruutomo-arema.blogspot.com
Aku Dimana-Mana, Maka Aku Tidak Kemana-Mana
Diposting oleh Heru UTOMO 0 komentar
Label: Catatan Harian Bisnis Nekat
Rute Sang NABI

Saya Heru. Umur 36 tahun. Di usia sekian, terasa ada panggilan untuk sesuatu yang lebih ruhani. Sebuah kebutuhan untuk sebuah jawaban besar tentang kehidupan. Sebuah dorongan untuk merajut jam demi jam dalam kesyikan munajat. Rasanya butuh rajutan waktu diisi dengan sesuatu yang lebih ruhani, mengurangi kesibukan dalam urusan perut, cinta dan nama. Tapi kok makin hari masih saja gelisah. Belum juga bisa khusu. Atau bisa asyik masyuk dalam munajat. Tarikan dunia rasanya masih kuat menjerat sukma. Hitungan untung rugi tanpa henti menari nari di hati. Seribu keinginan masih panjang terdaftar di impian.
Membanding bandingkan, rasanya jauh sekali ya dengan teladan manusia terbaik, yang mana kita bercermin dan mengidamkan menjadi mirip dengannya. Yaitu Sang Nabi. Manusia terbaik.
Kenapa bisa. Kenapa beda dengan saya ya? Apanya yang beda? Atau gimana supaya mencapai ke tahap itu ya?
Kalau dalam umur yang sama, secara fitrah memang manusia akan sampai masanya ketika ada keinginan untuk me-ruhani, tetapi bedanya kalo Nabi keinginan itu bisa diwujudkan, tetapi saya rasanya masih terbelenggu dengan PR-PR yang belum tuntas dari dunia.
Di umur yang sama, 35-an bahkan mungkin lebih muda, sang Nabi sudah mengalihkan perhatiannya dari dunia. Sang Nabi mulai sering menyepi dan bermunajat. Bahkan kadang mengkhususkan pergi ke gua hiro. Memasuki tahapan lebih ruhani. Nabi sudah bisa melepaskan diri dari keinginan terhadap kepemilikan dunia. Perhatiannya sudah berhasil dialihkan ke pencarian yang lebih tinggi, bukan lagi merasakan nikmat ini itu dari harta, keluarga atau nama… tapi tentang mencari nikmat yang lebih tinggi. Nikmatnya hati yang sudah berdamai dengan dirinya sendiri. Nikmat terbukanya pengertian tentang siapa kita, di tengah luasnya alam semesta, di tengah hamparan bumi nan megah.
Lalu timbul pikiran ini. Seseorang sampai ke satu titik tentu sesudah melalui titik titik sebelumnya. Jarang ada yang namanya lompatan. Jarang ada yang namanya keajaiban sampai dengan tiba-tiba. Ibaratnya, kalau ingin sampai ke Bali, jika startnya Jakarta dan melalui jalan darat, orang harus melewati Jawa Tengah lalu Jawa Timur, menyeberang di Banyuwangi, baru sampai di Bali. Boleh boleh saja kemungkinan ada kekhususan sehingga tidak perlu ikuti rute alamiah tapi sampai juga ke etape yang dimaksud. Tapi kita ini kan golongan manusia kebanyakan. Dan Nabi dimaksudkan dijadikan contoh karena perjalanan Nabilah jalan manusia apa adanya.
Tentu demikian juga Nabi. Nabi sampai ke ketenangan hati dan pertemuan dengan petunjuk Ilahi, tentu ada jalannya, tentu ada suluknya, tentu ada rutenya. Maka kalau kita ingin sampai ke maqam Nabi - yaitu ketika beliau mendapat petunjukNya - menurut saya kuncinya adalah mengikuti dulu tahapan tahapan yang juga dilalui Nabi sepanjang hidupnya.
Kita tentu ingat tahapan hidup Nabi. Sejak kecil Nabi sudah mandiri secara keuangan. Dengan menggembala Nabi mendapat upah. Berikutnya ketika remaja, Nabi sudah merasakan wawasan internasional, yaitu ketika diajak kabilah-kabilah dagang pergi ke negeri negeri tetangga. Masa pemuda dan dewasa, Nabi meneruskan profesinya sebagai pedagang. Menjaganya untuk tidak bergantung pada sesama manusia. Dan Nabi sudah mencapai ketinggian profesionalismenya, sehingga banyak orang percaya dan mau bekerjasama dengannya. Dari perdagangannya, Nabi sudah mencapai kemapanan finansial sejak masa muda. Terbukti ketika menikah dengan Khadijah, Nabi mampu memberi mas kawin 400 ekor unta. Itu mas kawin ukuran seorang konglomerat. Sesudah menikah, Nabi memasuki tahap baru, tahap ketika namanya sangat dihormati sebagai tokoh masyarakat. Sehingga masyarakat pun rela ketika beliau diangkat menjadi hakim dari pertengkaran para kabilah ketika ada perselisihan siapa berhak meletakkan Hajar Aswad pasca banjir di Mekah.
Saya rasa itulah kenapa Nabi bisa dengan rela dan dengan segala kesadarannya mendaki tahap selanjutnya, tahap pengisian ruhani. Karena Nabi SUDAH pernah merasakan tahapan ketika Ilmu dunia sudah dikuasai, harta sudah dimiliki, nama pun sudah dinikmati… sudah cukup pengalaman keduniaan baik secara fisik maupun psikis.
Artinya kalau saya ingin sampai ke dataran kekhusu'an, tahapan ketenangan ruhani, tahapan ketika hati ini berdamai dengan diri, saya harus pernah mengalami kemapanan finansial, juga nama baik dimata masarakat. Di tengahnya ada menikah dan memiliki berkeluarga yang bahagia. Duh PR-nya banyak banget ya.
Alhamdulillah saya sudah memutuskan untuk berdagang dan tidak lagi menjadi pegawai. Alhamdulillah saya juga sudah menikah. Jadi Prnya tinggal memperdalam ilmu dan reputasi sehingga jadi profesional, lalu menata keluarga agar mencapai tahapan keluarga bahagia, lalu kemapanan finansial, lalu aktif di aktivitas kemasyarakatan. Eeeee… malah banyakan tahap yang belum daripada yang sudah ya… huhuhu.
Untuk ukuran usia yang sudah 36 tahun, saya tertinggal jauh dengan tahapan usia dan pencapaian yang dicontohkan Nabi. Umur segini Nabi sudah mulai bergua Hiro, saya masih tahapan start up dalam bisnis, masih mencari kemapanan finansial.
Artinya… artinya ya kejar saja… nda usah menyesali dan nda usah ina inu… kejar saja… jalani saja… kalaulah kita tidak sampai ke tujuan yang kita mau setidaknya kita sadari jalan yang sedang kita tempuh inilah yang menyampaikan kita ke ujung yang benar. Tidak masalah kalau kita sudah is dead di tengah jalan… asal arah hadapnya sudah benar… begitukah?
Poin lain :
Untuk mencapai kedewasaan dan kematangan lebih singkat, ternyata Nabi ngasih contohnya dengan jalan berprofesi sebagai pedagang lho...
Diposting oleh Heru UTOMO 0 komentar
Label: Catatan Harian Bisnis Nekat
Membuat Bisnis dari Gambar Akhir
Kalo melihat mall, ruko dan kios yang banyak dibangun akhir-akhir ini, di seantero negeri, kita bisa bersyukur bahwa sektor retail pasti akan mendapatkan berkahnya. Akan muncul sekian toko yang bisa hidup darinya. Akan banyak tenaga kerja bisa terserap disana. Lumayan. Pengangguran sedikit ( ato malah banyak ? ) berkurang.
Alhamdulillah lagi. Banyak teman TDA menjadi pelaku bisnis retail tersebut. Banyak pemilik kios dan toko adalah temen TDA. Saya salah satunya. Ada 4 toko lagi. Toko herbal, toko obat, toko kosmetik dan optik. Sombong oiiii… uts uts…
Yang saya sadari kemudian, ternyata dari banyak toko di mall, kios dan ruko itu, sebagian besar yang tertampung jadi tenaga kerjanya adalah anak muda, bujangan maupun yang sudah kawin (pasangan muda. Yang masih segar. Yang masih mudah diajari. Kadang pendidikan juga jadi pertimbangan. Kalo bisa sih yang masih bebas ( single ) sehingga nda banyak excuse. Tanpa saya sadar ternyata saya juga ikutan trend milih yang kriterianya begituan.
Lalu ada yang komplain :
"Lha kayak saya Her, yang sekolah aja nggak kelar. Keahlian nda punya. Umur udah nggak seger (emang sayuuur !!). Sudah ada buntut (keluarga dan anak). Ya nda masuk kriteria untuk kerja gituan. Trus kerjanya nungguin lagi.. Nda betah juga sayanya. Jadi ya ujungnya gini ini… ngojek. Lha bisanya juga gini".
"Mikir juga sih Ru? Sampe umur berapa kuat begini. Apalagi yang sama-sama ngojeg sekarang makin banyak. Angkot juga sudah makin rata. Susah, saban harinya juga, ngedapetin langganan. Kalo dulu ngojek sehari bisa dapat 50 ribu. Sekarang 15 ribu aja udah makan waktu seharian. Si iyan aja, yang kemarin masih kerja aja, ujung punya ujung ya sama ama kite. Ngojeg. Katanya di PHK. Pesangon nda dapet. Ndagang, mana modalnya? Paling bisa ya ngojeg. Makin banyak aja nih anggota ( sesama tukang ojeg satu pangkalan - maksudnya )".
"Mana anak makin gede lagi. Tiap hari ada aja sekolahnya acara. Ini duit itu duit. Qurban aja, katanya wajib tiap murid nyawer. Buat beli sapi katanya. Kagak dikasih, dia-nya malu mau sekolah. Dikasih ganti emaknya nyap nyap. Lha kita aja beras habis bang. Istri ngedumel. Pusing dah"
"Gue kerja apa ya, her? Sebenarnya udah gerah banget nih ngojeg. Gini gini aja. Lho bikin apa kek gitu, gue ikutan deh".
Saya pernah diajari dari ilmu 7 habits Stephen Covey, bahwa setiap orang harusnya berjalan dengan mempunyai "misi hidup". Pak Jamil Azzaini juga punya pesan untuk membuat proposal hidup. Pernah saya tulis bahwa saya pingin jadi orang yang banyak memberi dan diberi kemampuan untuk memberi. Mendengar keluh kesah kayak gitu rasanya kepala cekot cekot… untung saya jualan herbal jadinya saya minum habbatussauda…. ( iklan ! Pantesan ora nyambung ! )
Apa yang bisa kita kerjain untuk situasi kayak gini ya.
Mosok kita yang ada sedikit kelebihan nda bisa nemuin jawabnya sih.
Harusnya mereka yang jagoan nyusurin jalanan ini dikasih barang aja suruh ndagangin ke warung warung. Bukannya sekarang orang pada sadar untuk berwirausaha sehingga jumlah warung dan kios makin buaannnyak. Lah berarti kan pangsa pasar untuk yang punya barang terbuka luas nih. Tinggal kita bikinin aja barang lalu mereka ini yang cocok untuk men-sales-in. men-distribusi-in.
Belajar dari para senior. Jualan minuman instan jahe merah kayaknya bisa jalan deh. Barangnya ada khasiatnya. Diterima banyak kalangan. Bukan barang yang sangat canggih sehingga siapa aja bisa jual. Juga bukan barang yang udah umum banget sehingga persaingannya berdarah darah gitu. … nah ideal nih sebagai barang dagangan. Tinggal bikin komposisi, merek dan harga yang para tukang ojeg ini jadi mudah ngejualnya….
Mbikin bisnis itu mudah dan seharusnya tidak pernah jadi masalah. Yang jadi masalah itu mbikin rangkaian bisnis yang bisa jalan. Modal juga harusnya nda jadi masalah. Mencarinya yang jadi masalah. Itu sih gurauan teman saya. Hehe.
Cerita berlanjut. Alhamdulillah banyak teman, temannya teman, bahkan temannya temannya teman yang mendukung pembuatan produk yang bisa dipake dagang orang orang dengan cerita dan keinginan sama dengan tukang ojeg tadi. Hingga akhirnya jadi-lah produk "jahe merah aroma" - www.jahearoma.com.
Diset harga sangat murah (harga grosirnya),
jualnya bisa mahal,
berkhasiat,
diolah dengan baik,
sangat marketable
cocok untuk digerakkan mereka yang kepepet pingin berubah
dan mencari suasana baru selain aktivitas penghasilan sekarang .
Bayangkan kalo mereka jualan sehari bisa nyamperin 20-30 warung.
( di Jakarta 1 gang aja rata-rata ada 2-3 warung, satu RT bisa ada 10-an warung ).
Per warung beli 2 pak.
Per pak mereka bisa dapatkan profit Rp 2.000
( = jual ke warung Rp 8.000 ; sebenarnya bisa juga lebih hingga 3.000 or 4.000 kalo jualnya Rp 9.000 - 10.000 ).
Dikali 20-30 warung.
Berarti sehari 20 x 2 x Rp 2.000 = Rp 80.000 atau malah kalo 30 warung = Rp 120.000 per hari.
Sebulan 25 hari kerja = 2juta s/d 3juta untung nya lho.
( Modaaar, lha kok lebih gede dari gaji saya jadi pegawe ni… wis saya tak banting stir jadi jualan jahe aja ya Ru. Outs maaf Anda ditolak.. karena Anda bukan tukang ojeg… kekekekekek ).
Jadi kalo Anda juga mempunyai kenalan yang sama problemnya dengan tukang ojeg diatas. Tidak qualified dengan bisnis toko Anda. Sementara dia kita tahu jujur dan niat berubah. Berilah mereka umpan. Kami sudah siapkan umpannya. Tinggal menunggu kebaikan Anda untuk jadi investornya.
Kebayang nda sih, teman, tetangga, kenalan Anda yang kemarin bingung cari kerja yang lebih menghasilkan, sekarang sibuk jualan. Suami istri mungkin, kerjasama naik sepeda motor, keliling ke rumah rumah, menawarkan dagangan. Hari ini jahe merah, mbesok bertambah lagi, berkembang dan berkembang akhirnya mereka jadi agen besar... dan ekonomi merekapun membaik. Hanya sesederhana itu bayangan saya ketika memulai membuat produk ini. Tapi itu saja cukup untuk menggerakkan banyak orang hingga produk yang seperti jahe aroma ini terwujud.
Gambar akhir itulah yang saya kejar dan jadi panduan saya waktu setting produk jahe aroma ini. Semoga kami mampu mewujudkannya.
-----
Penjelasan lebih lanjut silakan hubungi mas Arief Wahyuadi -
seorang jebolan SEL ( Social Entrepereneur Leader )-nya Dompet Dhuafa yang sekarang jadi the master of jahe merah.
www.jahearoma.com
Kantor Jahe Aroma
Ikhwan Mandiri - KS Tubun Raya 9 Petamburan Jakarta Pusat
021 532 6071 | 0858 8138 6154 ( mentari )| 021 947 12 887 ( esia )
Ym : grosirpeci | facebook : grosirpeci@yahoo.com
Diposting oleh Heru UTOMO 0 komentar
Label: Perjalanan Bisnis Ku
Suatu Hari di Surga, nanti...

Membaca buku-buku kisah para sufi, didapati bahwa pemcarian terbesar mereka adalah "bertemu denganNya nanti di akhirat". Bagaimana bayangan pertemuan yang mereka begitu nanti-nantikan? Bertahun tahun kemudian saya mendapatkan kisah perumpamaan... dan ternyata begitu menahru biaru perasaan.... begini kisahnya disarikan dari beberapa hadits nabi :
Ketika itu di syurga
Para penghuni sedang sibuk dengan kesibukannya masing-masing
Menikmati rahmat Tuhan yang berlimpah dan tak terkatakan
Lalu penyeru syurga memanggil
Wahai sekalian penghuni syurga, sesungguhnya Rabb kalian meminta kalian berkunjung kepada-Nya,
Maka mari kita berkunjung kepada-Nya
Penghuni syurga menjawab "kami dengar dan patuh,
Kemudian mereka segera berdiri untuk berkunjung kepada-Nya
Mereka terkejut ternyata kendaraan telah disiapkan
Mereka naik kendaraan tersebut yang berjalan dengan cepat
Hingga berhenti di satu tempat di syurga
Sebuah lembah yang harum sekali
Lembah itu bertanahkan pasir dari kasturi putih
Inilah lembah yang diciptakan khusus untuk hari pertemuan
Hari yang telah dijanjikan dan disebut juga hari penambahan
Allah memerintahkan meletakkan kursi-Nya di sana
Kursinya yang sangat agung dan megah
Kalaulah bukan karena Rahmat dan Penguatan-Nya
Mata biasa akan silau dan terbakar oleh keagungannya
Ternyata KursiNya dikelilingi oleh kursi-kursi lain dari cahaya
Lalu mereka dikelilingi lagi oleh mimbar-mimbar
Dari cahaya dan dari emas yang direnda dengan permata-permata
Datanglah para penghuni syurga disana
dari ghurafnya masing-masing
Mengendarai kuda-kuda yang mempunyai sayap dari mutiara yakut berwarna merah
Kemudian orang-orang yang jujur ( shiddiqin ) dan para syuhada datang
Dan duduk diatas mimbar-mimbar cahaya
Mimbar-mimbar emas berenda permata-permata .
Para nabi datang dan duduk diatas kursi-kursi dari cahaya
Tidak ada satu pun malaikat yang meninggalkan mereka sendirian
Lalu Allah turun dari Illiyyin.
Dia duduk diatas Kursi-Nya
Baru setelah itu, Allah Azza wa Jalla menampakkan Diri pada mereka.
Dan merekapun melihat-Nya
Sekiranya Allah mengadakan kebinasaan sesudah hari akhir
Maka pastilah mereka semua terbakar karena dahsyatnya cahayaNYA
Tapi Allah menjadikan smeua penghuni syurga sanggup melihatNya
Sebagaimana di dunia kita bisa melihat rembulan dikala purnama dengan jelas
Saat itu, para penghuni syurga merasa tidak pernah melihat yang paling indah
Selain wajahNya,
Belum pernah mendengar suara yang paling merdu
Selain suara-Nya
Mereka pun sontak bersujud karena keagunganNya
Firman Allah "Bangunlah, ini bukan dunia amal.. Ini adalah dunia pembalasan
Merekapun bangkit dari sujudnya
Mata mereka tak lepas dari memandang keindahan dan keagungan
Tuhan pencipta Alam Semesta yang selama ini mereka cinta dan mereka sembah
Yang keindahan ciptaanNya saja begitu nyata terlihat di dunia
Karena ciptaanya saja begitu indah dan cantik
Bahkan di syurga itu segala di dunia menjadi berlipat-lipat
Indah dan cantiknya
Kini Pencipta semua itu hadir dan bercengrama dengan mereka
Firman Allah : Aku-lah yang memenuhi janji-KU pada kalian
Aku-lah yang menyempurnakan nikmat-Ku pada kalian
Ini adalah tempat kemulian-Ku.
Maka mintalah apa saja kepada-Ku!
Mereka pun meminta keridhaan-Nya.
Firman Allah : keridhaan-Ku telah menempatkan kalian ke dalam syurga-Ku.
Aku adalah pemilik kemuliaan-Ku, maka silahkan minta apa saja kepada-Ku
Mereka meminta keridhaan-Nya untuk kedua kalinya
Lalu Allah memperlihatkan bukti keridhaanNya yang mereka minta
Firman Allah : Sekarang mintalah apa saja kepada-Ku
Penghuni syurgapun memintakan permintaannya, sampai tidak sanggup lagi mereka meminta
Setiap penghuni syurga berkesempatan memintakan langsung permintaannya kepada-Nya
Disitu tidak ada seorangpun yang tidak berbicara langsung kepada-Nya
Hingga Allah bertanya : " Hai fulan bin fulan…"
"apakah engkau ingat bahwa pada suatu hari engkau mengerjakan ini dan itu?"
Selain ituAllah juga menunjukkan kepada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya di dunia dahulu.
Orang tersebut menjawab " ya, aku ingat. Apakah Engkau ya Allah tidak memberi ampunan kepadaku?
Jawab Allah "Ya, karena sebab ampunan-Ku lah negkau mendapatkan kedudukan setinggi ini
Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, awan menaungi mereka dari atas mereka
Awan tersebut memeberikan aroma wangi yang tidak ada tandingannya kepada mereka
Kemudaian Allah berfirman : berdirilah kalian
kepada kemuliaan yang telah Aku siapkan untuk kalian
Dan silakan ambil mana yang kalian sukai
Mereka semua lalu meminta apa saja yang mereka inginkan hingga mereka tidak mampu meminta.
Saat itu, dibukakan untuk mereka berbagai kenikmatan
yang tidak pernah dilihat oleh mata,
tidak pernah didengar oleh telinga, dan
tidak pernah terlintas dalam hati.
Dan itu semua tergantung dari kadar kepulangan mereka dari shalat jumat
Artinya amal yang dikerjakan dari satu jumat ke jumat berikutnya
Lalu Allah mengirim angin kepada bukit pasir kesturi tersebut
Angin itu menyapukan pasir kasturi ke wajah mereka
Setelah itu, Allah naik dengan kursi-Nya
Dan diikuti para Nabi dan orang-orang yang jujur ( shiddiqin )
Bersamaan itu pula para penghuni ghuraf kembali ke ghurafnya masing masing
Ghuraf tersebut adalah rumah para penghuni syurga
Berupa mutiara lu'lu yang berwarna putih,
Mutiara zabarjad yan berwarna biru
Dan mutiara yakut yang berwarna merah
Begitu pula kamar-kamarnya dan pintu-pintunya
Di ghuraf tersebut sungai-sungai mengalir, ada istri-istri, pelayan-pelayan
Dan buah-buahan yang rendah ke bumi
Disediakan untuk orang yang baik ucapannya
Memberikan makanan pada orang lain
Senantiasa mengerjakan puasa dan sholat malam
Pada saat orang lain sedang tidur
Namun itu semua tak ada artinya bagi mereka dibandingkan pertemuan dengan Allah pada hari jumat
Karena dengan pertemuan tersebut, mereka bisa sering melihat Allah
Dan mendapat tambahan kemuliaan dari-Nya
Para istri-istri mereka melihat suami-suami mereka pulang
dengan wajah yang lebih tampan daripada ketika berangkat.
Demikian juga para suami itu melihat istri-istri mereka wajahnya menjadi semakin cantik jelita.
Karena melihat Allah lah sehingga wajah mereka diliputi kemuliaan yang lebih.
Sejak membacanya, rasanya tidak ingin berpaling lagi dari hari itu...
Diposting oleh Heru UTOMO 0 komentar
Label: Nasehat Pemimpin Bisnis