Tampilkan postingan dengan label Kubik Leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kubik Leadership. Tampilkan semua postingan

Workshop Kubik Leadership III


Sinaran mentari menyinari…. Sheila Majid. Orang tercerahkan, orang yang tahu-tahu menemukan jawaban dari pertanyaan selama ini bergelayut. Itu gambaran banyak dari kami selama dan selepas acara workshop Kubik leadership 4 TDA, Minggu 3 Mei 2009.

Jawaban kenapa banyak orang sukses tapi malah hampa hidupnya…
Dia terlalu larut dalam upaya membesarkan to Have-nya, meningkatkan to be dan valensi dirinya justru tersendat

Jawaban kenapa orang yang begitu giat bekerja, begitu kompeten tapi justru ditinggalkan rekan
Ternyata karena lupa mengisi hari dengan membagi energi positif, dengan memberi tanpa menunggu diminta, dengan hadir menjadi pengungkit terjadinya kemajuan dan perbaikan, bukan menjadi bagian dari penyebar hawa negatif.

Jawaban kenapa orang yang sangat baik berinteraksi dengan rekan kerja, tapi justru terjerumus di ketinggian pangkat dan malah mentok
Ternyata karena ketiadaan expert dan keahlian

Jawaban kenapa orang yang begitu ahli sekaligus sangat punya banyak niat baik tapi malah tidak menghasilkan perubahan dan kebaikan apapun
Ternyata karena minimnya aset, yaitu semangat kerja keras dan ber-action, hanya sibuk merangkai lamunan indah

Ternyata keseimbangan hidup, yang di Kubik Leadership diberi nama hidup Sukses Mulia, harus dicapai dengan 3 hal :
Expert x Asset x Epos.
Lengkapnya silakan Anda baca di Buku Kubik Leadership.

Dan berikutnya jawaban kenapa justru mendengar berita gembira malaha pingsan,
Sebagaimana kisah menarik berikut.
Ini juga kisah oleh-oleh acara Workshop Kubik 4 TDA kemarin
Mohon untuk kisah ini jangan dibaca di malam hari…

Beberapa bapak berkumpul di depan ruang persalinan dengan harap-harap cemas nasib persalinan istri-istri masing-masing.
Sekian lama kemudian dokter keluar dan menyalami salah satu bapak disitu.
"Selamat Pak, anak bapak lahir dengan selamat dan kembar…"
"alhamdulillah… saya sudah menduganya dok"
"Lho bagaimana bisa?"
"Karena saya bekerja di produksi kacang cap 'Dua Kelinci' "
Dokter masuk dan kemudian keluar lagi. Kali ini menyalami bapak yang lain.
"Selamat pak, Anak bapak lahir kembar tiga"
"Saya juga sudah menduga dok"
"Lho bagaimana bisa?"
"Karena saya bekerja di produksi Semen Tiga Roda"
Dan bapak berikutnya mendengar semua pembicaraan tersebut langsung pingsan!! Kenapa???

Dia ingat kalo dia bekerja di AUTO 2000. Halah….

=
Apa KUD ? ... KUD singkatan dari Koperasi Unit Desa
kalo KUD A .... Koperasi Unit Desa grade A karena pretasinya bagus,
Bukan... itu sih yah KUDA atuh... Halah lagi.

=
Apa kesamaan Megawati dan Oprah Winfrey...??
Sama - sama nda kenal Anda ....Hehe

Udah Ah

Workshop Kubik Leadership II

Sekali lagi Sheila Majid. Lagunya yang bersyair " Kau di dalam emosi ini…." seolah mewakili semua perasaan saya di acara Kubik Workshop For TDA, Minggu 3 Mei 2009. Ini contohnya.

Dikala itu saya berada di puncak duniawi. Dari sekedar office boy menjadi orang nomer satu Citibank.
Bahkan sekian puluh tahun lalu saja, saya sudah biasa naik pesawat udara yang mewah. First class. Keluar dari Atlantik masuk Pasifik. Keliling dunia. Orang menghormati. Secara matematika manusia, pasti sangat berbahagia. Kemarin dihina sekarang punya segalanya. Tapi pada kenyataannya ternyata tidak. Ketika itu hati saya kering. Hampa. Tidak punya gairah.

Satu malam di bulan Romadhon, seorang teman mengajak untuk pergi ke rumah yatim. Saya turuti ajakan itu bukan karena untuk meningkatkan ibadah, tapi karena ada yang ngajak. Orang berbuka saya berbuka. Orang sholat maghrib saya ikut sholat. Orang shalat teraweh saya ikut. Ketika ada yang ceramah saya menyender di tembok masjid dan saya tidak tahu apa yang dibicarakan.

Singkat cerita, hingga saya lah orang terakhir yang pulang dari panti itu. Melangkah keluar. Saya masih bisa membayangkan bahwa malam itu bintang begitu banyak, dan sangat indahnya. Tapi kalo hati kita nda tenang, apalah artinya. Segala keindahan malam itu tidak ada bekasnya. Saya hampa. Saya melangkah, hingga kaki terasa ada yang menahan, oleh tangan kecil yang tiba tiba memeluk saya.
"Hai... siapa namamu nak".
"Nina, om".
"Nina? Nama yang cantik".
Saya berpikir pasti anak ini ingin meminta sesuatu maka dia memisah dari temannya.
"Nina, Nina mau minta apa... ?"
"Tidak om, Nina hanya mau mengantar om…"
Saya tuntun dia keluar....sampai di dekat mobil. "Nina, Om pulang ya. Tapi om ingin memberi kamu sesuatu. Nina minta apa? Om akan memberimu. Ayo katakan nak."
"Benar om. Om tidak marah kalo Nina minta?"
"Tidak Nina".
"Sungguh om?"
"Iya, kamu mau minta apa Nak?"
"Om.....permintaan Nina : bolehkan Nina memangil 'ayah' pada om? Maukah om menjadi ayah Nina???
Saya terjatuh mendengar kata-kata itu. Keras saya membentur jalan.
"Nina anakku"…. Saya peluk dia. Saya cium dia. Saya terharu. Sangat terharu.
Bintang masih disana, bintang masih bertabur banyak dan tiba tiba terasa dunia begitu semarak.
Saya bawa dia jalan-jalan malam itu. Saya sadar bahwa saya tidak boleh membawa anak kecil ini tanpa ijin. Tapi saat itu saya rela dimarahi banyak orang daripada kehilangan kebahagiaan berdekatan dengan Nina. Sampe jam sebelas saya kembali ke panti.
"Nak. Anakku Nina. Sekarang ayah pulangkan kamu ya. Sekarang Nina mau minta apa bilang nak bilang...."
"Nda ayah... Nina sudah senang... "
"Nda nak. Kamu harus minta. Uang ayah banyak, nak. Ini ayah tunjukkan dompet ayah. Disini uang banyak. Kamu minta apa?...
"Nda ayah."
"Kalo kamu tidak minta ayah tidak mau datang lagi…minta lah pada ayah, Nina, ayo Nak."
"Benar ayah tidak marah?"
"Nda Nina anakku.... "
"Ayah, Nina hanya minta satu... Ayah. Nina minta foto.... "
Kecewa, berat... saya berharap permintaan itu sesuatu yang mahal...
"Foto nak..??"
"Iya ayah…"
"Foto siapa..??
"Foto ayah dan ibu…"
"buat apa Nina, anakku"
"Agar bisa Nina tunjukkan pada teman-teman Nina, kalo Nina sudah punya ayah sudah punya ibu...."
Kejadian itulah yang mengubah saya ... bahwa segala yang saya lakukan selama ini sia-sia saja. Saya hanya membangun semuanya untuk diri saya sendiri…. Saya lupa untuk menapaki jalan kehidupan dengan memberi.
Saya Houtman Zainal Arifin.

TTL : Kediri, 27 Juli 1950 | Alamat Rumah : Jl. Haji Buang, Ulujami Jakarta Selatan 12250 | Phone : 021-7365259

1968 – 1987 – Vice President – Citibank, N.A.
1985 -  2000 – Dosen Univ. Perbanas & Gunadarma
1987 -  1992 -  Direktur, Komisaris, Audit Bank2 Swasta, Konsultan
1992 -  1998 -  Finance Comptroller Grup Konglomerat
1998 -  sampai sekarang - Konsultan
2002 -  2004  - Dewan Penasehat Gubenur propinsi Kalimantan Barat


Terima kasih pak Houtman, terimakasih Kubik Leadership. Apa yang telah bapak sampaikan sangat… sangat membekas bagi kami.

Workshop Kubik Leadership I

Tahun 80-an Odie Agam cipta lagu Antara Anyer dan Jakarta. Pertama dibawakan Atiek CB, kemudian di bawakan Sheila Majid dan jadi hits. Jarak antara Anyer ke Jakarta menjadi dekat dan singkat karena ada asmara terangkai sepanjang km-nya. Ini lebih spektakuler dari lagu tersebut, siang hingga sore kemarin, Minggu 3 Mei 2009, Pak Jamil berkisah masa kecilnya di kota yang lebih jauh, Lampung. Kepandaiannya bercerita membuat kami 181 peserta workshop Kubik 4 TDA seolah bisa membayang kisah begitu jelas. Tak peduli ini kisah jauh di Lampung sana, bahkan nun sekian tahun kebelakang.

"Mil, bapak malu Mil. Seumur hidup baru sekali ini Mil, bapak dihina. Bapak dihina di depan anak sendiri. Kamu harus teruskan sekolah Mil. Buktikan kalo kamu bisa jadi sarjana pertanian seperti cita-citamu. Kamu harus jadi mutiara di keluarga kita". Ini penggalan tangisan sang bapak ketika anaknya - Sang Jamil Azzaini remaja - protes bahwa bapaknya telah berbohong dan sesumbar ke tetangga kaya mereka, ketika mencari pinjaman uang masuk IPB.


Saya tertunduk dalam ketika mendengar kisah ini….

Duh, apa saya sebagai anak sebenarnya juga dibebani misi yang sama ya dengan Pak Jamil oleh Bapak saya …..
"Kamu satu-satunya anak bapak yang bisa hidup di Jakarta, Her. Kamu harus jadi mutiara di keluarga kita."

Lalu bagaimana dengan Tuhan kita ya…
"Kamu satu-satunya yang telah Aku desain seperti ini dengan segala keunikan sifat,
keunikan kemampuan,
keunikan jalan dan kisah hidup
kamu harus jadi mutiara di kehidupan ini,
kamu harus jadi Khalifah
Khalifah artinya adalah yang membaikkan dan memelihara sesuatu
Apakah kita hadir udah membaikkan dan memelihara sesuatu yang baik tetap baik atau malah lebih baik ya?