Tampilkan postingan dengan label Milis TDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Milis TDA. Tampilkan semua postingan

Usahawan Harus Siap Sukses


Setiap usahawan harus siap menderita… tentu! Dan itu perlu.
Tetapi setiap usahawan lebih harus siap untuk berhasil dan lalu suka cita. Dan itu lebih perlu.

Ketika menderita,
ketika usaha masih dalam perintisan dan menemui saat-saat penuh cobaan,
banyak dari usahawan sudah membekali diri
dengan kesabaran,
dengan sikap mental positif,
dengan segala kiat untuk lolos dari jebakan rasa sesal dan kesal
dengan segala benteng mental agar terjaga dari terpuruk dalam kubangan putus asa.
Tetapi begitu banyak justru kita tidak siap,
ketika pundi harta makin bertambah,
ketika jaringan kawan makin bertebaran,
ketika kemudahan pendanaan banyak ditawarkan,
ketika posisi makin menawan.
Kita tiba-tiba terjerembab dalam kebodohan perbuatan.
Kita tergelincir dalam "kelewatan" tindakan.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika masih kecil dan sedikit kita begitu mudah untuk berbagi.
Ketika besar dan berlimpah,
antar kita tiba-tiba berubah saling bersiasat dan bertengkar.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika masih mulai kita begitu berkomitmen,
tetapi ketika di tengah hingga akhir,
kita lalu menjadi penunda dan penggerutu.
Rasa maklum itu hilang.
Rasa pengertian sesama itu jadi tak ada.
Yang terlontar lebih sering tuduhan.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika diawal yang sering terlintas adalah saya memahami,
ketika puncak itu telah tergapai …
susah banget untuk ngertiin.
Yang terucap selalu :
aneh… kenapa harus rugi…
kok gini aja nda bisa sih…
kurang apa saya, saya sudah begitu baik…

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Pantura, Jeburin Aja Lubang-Lubangnya


Lama tidak nulis, karena habis ikut Milad 3 TDA adakan tour de Jawa. Ada bisnis dengan orang tua ingin saya tuntaskan. Sungkem teramat takzim pada orang tua di kota Malang. Buah dari mendengar pak Jamil berekpresi. Melewati Pantura, penuh bertabung lubang-lubang jalanannya. Jalanan kalo dipikir tenyata banyak memberi hikmah kehidupan. Mau tahu apa saja itu? Mungkin mirip dengan bisnis kita.

Pertama :
Kalo Anda di jalanan, sekencang-kencangnya Anda berjalan, membabat habis siapapun yang ada di depan, hingga Anda merasa habis itu saingan, tetap saja akan Anda temui kenyataan, bahwa ada lagi kendaraan lain di depan.. Dan kendaraan lainnya lagi di depan. Nda pernah habis.

Dan hidup pun demikian. Bisnis pun demikian. Semua sudah ada jadwalnya sendiri untuk berhasil. Dia sudah duluan. Kita kemudian. Seperti para balita kapan dia mulai jalan tidak bisa kita paksa barengan. Semua ada saatnya untuk bisa. Karenanya saya jadi sadar. Hidup dan begitu juga bisnis, bukan pacuan. Bukan lomba dulu-duluan. Bukan adu maju-majuan. Ikuti saja alur waktunya. Maka Hidup dan bisnis akan menjadi kenikmatan.

Kedua :
Kalo Anda di jalanan, bisa saja tergoda untuk membuntuti lain kendaraan. Mungkin karena Anda suka mereknya. Mungkin karena Anda senang warnanya. Mungkin karena itu mobil idaman Anda, biar ketularan. Dia cepat Anda pun mengikuti kecepatannya. Kemarin saya sendiri terpancing hal yang sama. Saya membuntuti kecepatannya. Sayang tak terkejar walau bayanganya. Dia melaju begitu cekatan. Saya terseok di setiap tikungan. Saya tergencet diantara truk gendut yang ngos-ngosan. Mobil favorit saya hilang dari penglihatan. Pastilah ia sudah nun jauh di depan. Perjalanan jadi nda nyaman. Saya merasa kehilangan. Bagai kesetanan, saya lalap jalanan. Ada lubang lubang juga saya makan. Mana nih mobil idaman? Satu kota, dua kota terlewatkan. Eeeee, tahu-tahu dia muncul lagi di belakang langsung menyalip lagi. Lho jadi dia tidak di depan… mungkin ia tadi di depan. Lalu mampir makan… sayanya aja yang kepanasan hati membuntuti. Padahal dia punya jadwal sendiri, punya plan sendiri.

Dan hidup pun demikian. Bisnis pun demikian. Tergoda untuk mengikuti sang panutan. Tanpa sadar, sudah pasti kita beda dengan sang pujaan. Kekuatan mesinnya beda. Ketrampilan setirnya beda. Lebih dalam lagi, ukuran dia butuh berhenti untuk kencing atau untuk makan beda. Mungkin malah kota tujuannya beda. Kita hanya melihat dia pada sepotong perjalanannya dan kita tertarik pada tampilannya. Lalu jadi buta mengikuti dia. Mengorbankan kenikmatan perjalanan kita sendiri. Saya jadi sadar! Hidup dan bisnis sebaiknya dari awal menetapkan tujuan. Kedua : mengetahui kemampuan kendaraan. Ketiga : susuri saja jalan Anda. Tarikan demi tarikan. Hingga sampai di tujuan yang Anda tetapkan.

Di komunitas seperti TDA, adalah keniscayaan untuk berkelimpahan panutan. Tapi justru Anda akan bingung menentukan ikutan. Masing-masing kita begitu unik. Akan justru lebih bermakna, jika masing-masing kita mengasah kekhususan kita. Yang sukses ditangan beliau belum tentu terulang sama di tangan kita. Sebaiknya kita segera kembali pada 3 hal. Tetapkan tujuan, mengetahui kemampuan, dan tekuni perjalanan.

Ketiga :
Menghadapi lubang-lubang di jalanan Pantura, semua tergantung pada tipe dan ukuran kendaraan. Tipe yang pengendara pas diatas ban depan. Atau mobil ukuran kecil. Goncangannya akan sangat terasa. Sebaiknya lubang dihindari. Sedan bagus, untuk lubang kecil hingga sedang, tabrak saja. Lubang gede, mikir-mikir. Takut bampernya yang rendah kegerus. Untuk bis dan truk yang bongsor… alaaaa, semua lubang dilibas saja.

Dan hidup pun demikian. Bisnis pun demikian. Semua tergantung Anda sedang di tipe dan ukuran seberapa? Kalo kita masih kecil lubang kecilpun kita harus mikir-mikir. Lubang permasalahan semisal "Mending beli banyak untuk satu jenis agar dapat harga murah, tapi resikonya jadi ngendon lama karena pasar belum seberapa, atau beli sedikit saja resiko diskon tipis, tapi jadi nda terlalu numpuk stok kelamaan". Misal lubang lain "mending banyakin sales atau promo atau banyakin stok??" Karena dana kecil maka bisa jadi ini jadi masalah. Tapi ketika dana atau pasar sudah besar mungkin tidak masalah. Bis dan truk selain karena badannya besar juga sudah sangat berpengalaman dengan kondisi jalan. Wong sudah sekian kali nglewati. Jadi jalannya pun lebih lincah. Cepat. Dan masih memberikan kenikmatan yang cukup.

Keempat :
Perjalanan menjadi menyenangkan atau membosankan tergantung rekan seiring Anda di satu mobil. Pasangan yang mendukung. Rekan se-KMM yang menemani. Itulah kunci hidup dan bisnis Anda menjadi perjalanan yang menyenangkan. Pasangan berguna bukan untuk saling memandang, tapi untuk bersama-sama memandang sesuatu.

Kelima :

Sebaiknya Anda sekalian pada mengadakan perjalanan pulang kampung deh, biar bisa mengisi hikmah nomer selanjutnya lagi untuk dibagikan ke sesama.

Macet Justru di Jalan Tol

Macet justru di jalan tol. Tak belanja justru di tengah pasar. Nda minat makan justru di tengah foodcourt. Kehabisan waktu ditelan kesibukan justru di hari libur. Banyak hal yang serba bertentangan terjadi di dunia ini. Pepatah yang populer adalah : ibarat tikus mati di dalam lumbung padi.

Ternyata milad 3 tda seminggu lagi, yang disebut juga festival entepreneur indonesia ini, juga berpotensi untuk menampilkan paradoks paradoks, misalnya :

Ketika milad :
Kesepian justru di lautan manusia yang semua mencoba akrab satu dengan lainnya (... gue nda ada yang kenal, je. bodo teuing ).
Tidak mendapatkan cukup relasi baru, justru ditengah kerumunan semua bernafsu tukar kartu nama.
Tidak sedikitpun mau mulai memberi, justru di tengah lautan sahabat yang mengharap dan menerima anda apa adanya.
Tidak mau meminta, maunya dikasih atau disodori, justru di tengah kedermawanan yang ditaburkan.
Tidak mau mengawali, justru ditengah kerumunan sahabat yang berlomba inisiatif.
Tidak termotivasi untuk berubah, justru ketika berada di dalam arus perubahan.
Tidak ikut basah dan tersiram peluang usaha justru ditengah derasnya hujan kesempatan.
Tidak dalam menggali sumur kebijakan justru di banyak dan besarnya mata air pengalaman hidup yang diceritakan.
Tidak mengerti apa yang dimaui, sehingga justru bingung memilih calon 'istri-usaha', pulang tak membawa 'pengantin-bisnis' sama sekali.

Sesudah milad.
Tidak segera take action dan take opportunity justru di tengah puluhan peluang usaha yang banyak ditawarkan disana, atau
Tidak mengukur diri, sehingga membawa banyak sekali pengantin-bisnis, lalu diceraikan satu-satu hingga tidak tersisa lagi. Ketahuan nafsu besar tenaga letoyyy… nda kuat menyetubuhi pasangan bisnis nya sebanyak itu…
Tidak ada yang berubah, rutinitas sama, aktivitas sama, lingkungan sama, teman sama, acara hari demi hari yang sama, duitnya sama.
Tidak ada satupun kenalan baru yang dihubungi dan diakrabi.
Tidak ada perubahan, justru ketika kunci-kunci perubahan itu dalam genggaman.
Tidak ada penyesalan untuk perubahan yang tak pernah terjadi.

TDA memang gerbangnya perubahan hidup anda, tetapi justru anda macet di depannya adalah keniscayaan.
TDA memang dara jelita menawarkan nampan air sejuk peluang, tapi justru anda bisa mati bengong hanya terpesona memandangnya.
Minum walau setegukan peluang, dan
anda akan merasakan permainan sang dara berikutnya : lirikan, senyuman, bahkan pelukan dan kehangatan yang namanya wiraswasta.
TDA memang etalase kesuksesan jalan kewirausahaan, anda akan terbuai banyaknya tawaran.
Anda tidak mau mati kecapean atau kekenyangan meraup semua isi etalase khan?? Kuncinya - jangan serakah!
TDA memang pegunungan kemuliaan, jangan semua mau dipanjat.
Cukup satu saja dan anda akan sampai di puncaknya.
Hingga anda akan sejajar tinggi dengan sang surya.


Membaca postingan ini dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin… ayo buruan kerja!!

membuat kuda tersenyum…bahkan tertawa?


ada kuda tersenyum bahkan tertawa?? Kok bisa?? Ini ceritanya
Kemarin saya ada dengar sesuatu yang mengagetkan. Ada demo di satu perusahaan. Demo menolak calon manager pengganti manager sebelumnya yang resign. Sebegitunya sih. Dunia pegawe sudah berkembang begitu hebat apa ya? Sampe boleh milih siapa pimpinannya. Pegawe sekarang sudah begitu pinter dan kuat kali ya?

Btw, dari kejadian itu saya jadi berpikir panjang. Panjaaaaang banget sampe saya nglamun dan hampir nyerempet. Begini : eng ing eeeeeng… jreeeng ( kartun bangeet ).

Kadang, kita jadi bisa begitu utuh menilai kehadiran seseorang justru ketika dia sudah pergi dari hadapan kita. Justru ketika dia sudah tidak hadir lagi di tengah kita.

Misal peran bapak. Justru terasa perlunya kita punya bapak ketika bapak kita sudah awarahum ( = is dead )!! Kalo nda ada bapak kayaknya lebaran nda ada yang menyatukan anak-anaknya untuk pulang kampung deh. Nda ada bapak kayaknya duit kita jadi kurang bermakna karena nda ada lagi yang bisa kita kirimin duit saban bulannya.

Misal lagi : nda ada pembantu… kita baru merasa kehilangan orang yang sangat helping kita urusan kebersihan rumah. Juga kehilangan, nda ada lagi yang mijit-mijit dan ngerok-in punggung ( hare gene!!). Nda ada lagi yang nimpalin kalo kita berteriak "Neeeeeem…." dengan jawaban " iya nyaaaaah" yang merdu dan sendu

Saya jadi inget aa' gym pernah menulis dari ilmunya emha ainun najib : berdasarkan sifat kehadirannya, maka orang dibagi dalam 5 kategori. Orang wajib : orang yang kalo dia ada semua jadi cerah, semua jadi senang, sebaliknya kalo dia nda ada orang merasakan kehilangan
Orang sunnah : orang yang kalo dia ada orang jadi senang, tapi kalo dia nda ada yaaaa orang nda nyari dia
Orang mubah : ada dan nda adanya dia nda ngaruh… kata teman saya yang sunda - nda nge-pek ….
( ngefek kang, ngefek. Dan dia langsung sewot : siapa bilang oang sunda nda bisa ngomong ep (f).. Itu pitnaah…..pitnaaah)
Orang makruh : kalo dia ada ya nda papa sih, kalo dia nda ada eeee ternyata lebih baik
Orang haram : kalo dia ndak ada dunia rasanya surga deh. … maap kalo salah kutip, bukunya udah lama dan nda tahu ada dimana lagi..

Kadang kita hidup begitu mementingkan hasil, tidak mementingkan hubungan. Yang penting omzet naik, lupa ngasih ucapan trima kasih pada kontributor omzet naik, yaitu anak buah. Yang penting unit usaha anda, departemen anda, berprestasi. Lupa menjalin hubungan yang erat dengan pemain di dalamnya. Anda tipe yang hanya mementingkan hasil atau tipe yang mementingkan hubungan tampak ketika anda pergi nanti. Seberapa mengingatnya mereka tentang anda. Menurut saya, ini menjadi penting manakala anda ingin satu hari nanti sukses beralih jadi tdb ke full tda, bahkan full tda yang sukses. Mereka semua adalah asset network anda, asset orang yang mau support anda, asset orang yang mau mendukung bisnis anda, bahkan ada saja loh kemungkinan dari emreka anda dapat peluang usaha baru, peluang pendanaan, dsb.

Saya jadi nginget-nginget lagi, apa saja sih yang bisa dilakukan sebagai teman, sebagai atasan, sehingga hubungan kita pada mereka bisa jadi asset kita menuju full tda, full tda yang sukses. Sukses menapaki jenjang menuju lebih tinggi, banyak support, luas jaringan, disukai banyak orang, didoakan kebaikan banyak orang, membawa manfaat :

Pertama : kencan pribadi
Entah anda atasan (tda or tdb), entah anda staff biasa, selalu menarik untuk mengajak satu per satu teman/ anak buah anda untuk berkomunikasi hanya berdua saja. Sebaiknya informal. Misal makan siang bareng. Dimana anda bisa menggali lebih dalam siapa dibalik si ijo ini, si kuning ini. Mereka juga bisa tahu siapa Anda yang paling apa adanya. Saya dulu ada beberapa anak buah. Dan saya gilir tiap minggu sekali saya ngajak satu-satu bareng makan siang. Hanya berdua. Kalo makan siang bareng rame-rame sih udah tiap hari. Tapi ini istimewa, hanya berdua. Dan saya senang menikmati acara 'aneh' ini. Pertama karena 90% anak buah saya wanita…. hehehe, kedua cari peluang selingkuhan…. ( kayaknya ada yang ngacungin clurit nih ).
Amazing, saya jadi tahu kenapa dia begitu pendiam dan jarang berbagi senyum, ternyata dia dari keluarga yang brok…., saya jadi tahu kenapa seorang yang lain terlambaaat melulu. Sesudah kencan pribadi itu, sekian persen saya rasakan akan ada produktivitas naik, mungkin karena dia berterimakasih saya mau dengar dia, sehingga dia juga mau dengar saya, harapan saya. Benar benar mujarab, prosesnya fun, dan kesannya long lasting. Terakhir mereka yang suka nantangin, minta jatah di'kencani', karena ada masalah katanya, heheh kebiasaaan. Ternyata mau pinjam duit…. Gedubrak, grompyaaaang!!

Kedua : Friday rainy lonely
Sering kita terjebak dalam sikap 'mahal kasih ucapan terima kasih'. Terutama justru ke orang terdekat yang sehari-hari ketemu. Bisa pasangan, bisa rekan kerja - bawahan, peer, atasan. Saya ada permainan seru. Saya menyebutnya "Friday rainy lonely kelaut aje". Masing-masing anggota sesama dept, ato 1 cabang kalo anda sudah tda dan punya toko, dikasih kertas sejumlah anggota. Lalu suruh tulis surat ucapan terimakasih ke masing-masing anggota yang lain. Menyatakan betapa berharganya si teman itu di matanya. Nanti si Ungu misalnya akan menerima sekian surat dari temannya yang lain. Dan disimpan, nanti dia boleh baca kalo dia lagi mengalami hari yang membosankan, nyebelin, capek, Friday rainy lonely day. Udah jumat.. hujan.. sendirian.. bokek… bete deh.
"dear Ungu, thanks ya selama ini kamu selalu mbantuin aku ngembangin ikhwan agency ini. Dari ngrapiin pembukuan, laporan penjualan, ngatur sekedul pembayaran ke supplier… dan banyak lagi kerjaan tambahanmu. nggak kebayang disini aku tanpa peran mu. Sungguh. Belum pernah aku sebelumnya punya rekan kerja seperti diri mu. So support. Kamu yang terbaik yang pernah aku punya. Sungguh!! Aku sangat tahu kontribusi positifmu ini. Pertahankan semangatmu dan tularilah aku dan yang lain. Tertanda Pailul - atasnya direktur.
Orang merasa kuat ketika dia merasa diterima dan dihargai…. Surat-surat itu mbikin orang merasa sangat dihargai dan diterima, maka dia akan jadi kuat. Surat-surat itu bikin tangguh seseorang di medan pelayanan customer yang terkadang begitu berat dan menjemukan.
Dan ternyata… masing-masing mengerjakannya lamaaaa gitu. Mencari kelebihan seseorang untuk dituangkan dalam surat pujian ternyata susah. Karena kita lebih gampang cari kekurangan orang lain.

Ketiga : lomba lomba
Saya dulu di departemen customer service, kinerjanya berhubungan dengan leadtime oleh pengerjaaan departemen lain, departemen produksi. Hitungannya jam, bukan hari. Jadi tingkat diburu-burunya tinggi dan itu bikin stress banget. Kami bikin kerja jadi fun dengan cara salah satunya bikin lomba-lomba. Lomba bikin tempelan kata-kata motivasi. Lomba kreditnote terendah. Yang seminggu ini paling konsisten rapi ketika ninggalin meja waktu pulang. Makin sering ngadain, makin kreatif bikin lomba, dari aktivitas keseharian yang bisa diukur.

Keempat : catch the fish
Pujian instan. Nah ini lebih umum, bisa dilakukan ke bawahan langsung, bawahan dept lain ( toko cabang lain ), sesama peer, bahkan atasan. Pokoknya ketika tertangkap telinga / mata / denger dari orang lain ada yang doing well / excellent job, buru-buru kasih ucapan selamat. Kalo bisa nyolok saat ngelakukannya - depan banyak orang atau kalo email ya di cc ke banyak orang.
"kemarin malam si abang lembur sampe jam 10 malam menyelesaikan persiapan paket sekaligus untuk kiriman stok lensa 3000 pasang agar siap terkirim pagi ini. Pekerjaan yang luar biasa. Inisiatif yang luar biasa. Extra mile yang luar biasa. Terima kasih abang"
"si pink kemarin berhasil menangkap kesalahan dan menyetop prosesnya, sehingga kita terhindar dari kerugian sebesar 8 juta rupiah."

Sebenarnya banyak lagi yang bisa kita lakukan dalam membangun hubungan. Prinsipnya, ketika kimianya ada, maka reaksi positifnya bisa luar biasa. Dalam keseharian kita yang begitu penuh tekanan dan cenderung mekanis dan hanya memperhatikan angka, kualitas hubungan hubungan kadang kita abaikan. Tulisan ini sekedar refresh ringan aja. Bukan maksud menggurui, wong tukang angon wedhus kok ngajar, hehe.

Bayangkan kita hari ini resign, lalu mau bisnis (misalnya) asuransi. Semua orang terpikir sebagai potensi pasar. Pertama yang kebayang di kita siapa lagi kalo bukan kenalan-kenalan kita. Mantan rekan kerja, saudara dekat, saudara jauh. Ketika anda bikin list, apa yang terjadi di pikiran anda… "aduuh iya ya, aku kan ada sodara di depok, pasti dia mau. Tapi gimana ya, aku sudah lama nggak kontek-kontek dia. Mosok pertama kali kontek-kontek lagi langsung aku sodorin dagangan. Nda enak bangeet". Yang kita ukur pada saat itu adalah kualitas hubungan kita, dan bukan seberapa besar prestasi kita di angka.

Ketika kita resign, entah dari kerjaan, entah dari dunia fana ini, yang tersisa dan berbekas adalah kualitas hubungan itu. Bukan angka-angka. Mosok kita lagi sekarat lalu nanya ke yang ada di sekitar kita "gimana bulan ini kita achieve bujet nda? Growth berapa?" pasti yang kita tanya dan kita inget "kok si Biru nda dateng ya?" "aku ada salah sama Merah, bilangin dia aku minta maaf"… adegannya kayak sinetron hidayah ya??

Dengan selalu ingat untuk me-recharge kualitas hubungan kita dengan sekitar, dengan anak, dengan pasangan, dengan rekan kerja, tahu-tahu tanpa sadar kita juga akan berubah, menjadi orang yang lebih hangat, lebih care. Kita jadi lebih telaten pada proses. Karena ketika kita ngajari sesuatu misalnya, kita inget bukan pada hasilnya nanti, tapi ini kesempatan kita untuk interaksi dengan dia dan itulah yang lebih dikenang dan bisa kita tuai hasilnya, lebih besar dari ilmu yang sedang kita ajarkan. Kita tahu-tahu ter-upgrade jadi "orang wajib". Kehadiran kita membawa nilai tambah, kalo kita nda ada orang jadi kehilangan.

Saya yakin orang seperti itu, dimanapun dia berada, bikin semua orang seneng. Bahkan mungkin kuda pun, dekat dia, bisa tersenyum... bahkan tertawa… tertawa bahagia…. Walau kita juga heran, ini kuda jenis apaaaa? Hmmm, kuda yang aneeeh.

Kata sang kuda… posting-an yang aneh juga.

Bukalah rolling-door mu !


Hari Selasa - 10 Februari 2009 - kemarin, rekan kerja saya yang biasa tidur di kios pulang kampung. Saya mau sejenak ambil jarak dengan rutinitas yang selalu riuh di rumah, lalu saya ijin tidak pulang rumah. Nginep di toko, semaaaalam aja…

Pagi hari Rabu, saya sudah bangun sejak dini, tapi rolling door belum juga saya buka. Padahal kata Agus - bukan yang suka nelpon-nelpon ke luar negri itu ya, ini rekan kerja saya - pagi-pagi sering ada konsumen beli. Saya masih malezz, saya masih asyik dengan dunia saya, ketik ini ketik itu, baca ini baca itu, mulet sana mulet sini, nglamun ini nglamun itu. Ntar ah… siangan dikit. Jam 8 aku baru buka. Benar akhirnya jam 8.30 baru saya tarik rolling door dan buka toko. Biasa, mulur. Kalo ngrencana A, hasilnya A minus. Ngrencana jam 8 hasilnya jam 8 lebih. Ngrencana makan sepiring prekateknya habis 2 piring ( iku jenenge keluwen… )

Lalu tiba-tiba ada ilham ( nda pake ditambahi Maulana ya, akang Ilham Maulana www.abumusa.e-salim.com ).
Lha iya ya… saya di dalam toko tadi sebenarnya sudah siap segalanya untuk menghasilkan penjualan. Dagangan ada. Yang ndagangin juga ada ( yaitu saya ). Konsumen udah nunggu di luar. Malah kalo pagi biasanya status urgen karena konsumen kiriman dari Rumah Sakit. Semua tidak terjadi karena ada rolling door yang belum keangkat.

Nah yang bikin sebab rolling door tadi kebuka sekarang atau kebuka nanti atau sama sekali nda kebuka adalah : saya. Saya merasa belum siap (karena belum mandi ), saya merasa malez ( karena masih pagi dan underestimate 'masih pagi sopo mau beli' ) saya merasa ogah-ogahan karena saya merasa belum perfect ini itu ( ruangan masih kotor )… padahal kalo saat itu juga diangkat, dengan segala ketidaksempurnaannya, ada kemungkinan terjadi penjualan. Ada kemungkinan datang konsumen dan dia tidak perhatian terhadap segala kekurangan… yang penting saya butuh barang kamu dan kamu ada jual… maka sini, saya beli-ne!!

Semua kekurangan bisa dimaklumi, segala ketidakideal-an bisa dimaklumi. Orang toh cenderung strike to the poin. Kamu punya saya beli.

Ketika kita sehari-hari berkutat dalam rutinitas bekerja sebagai pegawai, tanpa sadar barangkali kita sudah mempunyai begitu banyak barang yang bisa didagangkan, dan, diluar sana ada banyak yang butuh dan mau beli. Saya nda tahu cara bikin neraca, saya pusing tiap lihat pembukuan. Anda mungkin ada yang punya kebisaan itu. Kalo ada yang njual ke saya bisa jadi langsung saya samperin. Mungkin yang lain pintar nyeleksi orang karena HRD, bisa kok menuhi kebutuhan sekian teman lain yang harus ngrekrut orang tapi nda tahu gimana milihnya. Mungkin Anda punya daftar alamat restoran menu asing, di sisi lain ada teman butuh itu, misal saudara MM saya, mas Lutfiel Hakim www.speak2success. Japri dia deh. Orang yang aneeeh, kebutuhannya seputar makanan ajaaaa, yang hebat kok ya winning terussss. Orang hebat emang susah disembunyikan.

Selalu ada saja orang yang butuh untuk semua hal yang bisa ditawarkan orang. Masalahnya orang tidak tahu bahwa dia punya hal untuk ditawarkan. Mungkin tidak tahu, mungkin juga malu, merasa tidak siap, merasa harus dipoles sana, dipoles sini, berharap tercapai kesempurnaan baru start. Nda paham bahwa diluar sana ada orang sudah seleher kebutuhannya dan nda juga nemu orang yang tepat yang datang dengan penawaran 'saya ahli disitu dan saya bisa bantu Anda'.

Please deh rekan-rekan yang masih tergabung dalam sebuah perusahaan, bukalah rolling door Anda. Biarkan kami yang sudah jadi pengusaha bondo nekat ini tahu Anda punya ini dan itu, dan jadikan kami lebih kuat dengan kehadiran Anda.

Blog adalah media Anda mengumumkan pada dunia. Buat dan isilah. Jangan takut untuk mulai dari semua yang tidak sempurna. Mas Eko June punya kata-kata sakti "Anda tidak perlu hebat untuk memulai, tetapi anda harus memulai untuk menjadi hebat . www.ekojune.blogspot.com

Penuhilah iklan hari Senin dan acara temu kita di Milad bukan dengan penawaran barang, tapi dengan penawaran keahlian Anda.

Nama Ijo, saya akunting dan siap membantu rekan TDA merapikan pembukuan usahanya, gratissss untuk 3 bulan pertama, selanjutnya bagi saya sahamnya ya… Nama saya Kuning, ahli eksprot improt. Siapa yang butuh saya semprot, eh, butuh ngirim barang ke luar negeri bahkan keluar dunia japri saya saja. Harga terserah, tapi maap hasilnya juga terserah ya… (aseem). Saya Blangtelon, yang butuh ojeg, saya siap nganterin, jalur saya Bekasi-Tangerang jam 06.00 pagi start. Yang cakep gratis, yang nda cakep bayar separo. Yang jeleknya kebangetan malah saya suruh setir, saya yang ngojek aja. Modar!

Lalu datanglah ke Milad. Sekarang baliklah tekad Anda. Saya datang ke Milad bukan untuk menerima pencerahan, ilmu dan peluang dari para senior saya. Saya justru akan datang untuk memberi . Memberi diri saya untuk kemajuan siapa yang membutuhkan keahlian saya. Saya akan datang untuk menawarkan proposal kerjasama. Pasti ada dari ribuan orang TDA yang butuh keahlian saya, saya siap bantu. Anda akan hadir tidak sebagai Tangan Di Bawah, tapi Tangan Di Atas juga, dan Anda begitu gagah.


Betapa indahnya jika para senior datang berniat memberi dan para yunior seperti kita datang juga tidak berniat sekedar menerima, justru lebih semangat memberi. Memberi ketemu memberi. Hari itu tidak ada lagi istilah tangan di bawah, yang ada semua tangan di atas. MasyaALLAH indahnya…..

RunDown 20 Hari Menjelang MILAD III TDA


Sabtu, 7 Februari 2009 kemarin saya mengikuti seminar Tung Desem Waringin. Dapat tiket murah juga berkat sering silaturahim ke rekan-rekan TDA. Yang seharusnya seharga jutaan cuma 200 ribuan. Sekali lagi inilah kekuatan silaturahim.

Mencermati seminar penuh semangat Bapak TDW dari jam 09.00 s/d jam 20.00 banyak pelajaran bisa didapat. Kebanyakan malah. Sambil berjalan pulang, atau bahkan belum lagi pulang masih dalam ruangan, sekian banyak ide dan tekad mengerjakan ini dan itu sudah terbayang. Sampe di rumah, di depan komputer saya malah bingung harus mana dulu yang dituangkan. Akhirnya saya malah nda nulis secuilpun. Saya tidur. Ini resep ampuh saya kalo bingung. Tidur!! Otomatis bingung nya hilang. Lha iya lah wong pikiran-e juga ilang.

Tapi terus terang, banyak hal dari seminar serupa ini sebenarnya ilmunya sudah banyak yang SUDAH PERNAH kita ketahui sebelumnya.

Ilmu sudah ada di kepala. Sebagian besarnya. Masalahnya biasanya adalah di PRAKTEK-nya. Nha itu yang sementara menjadi perkara. Kadang justru karena sudah kenal dengan TDA sebelum kita sendiri full TDA ( full berbisnis ) maka kita sendiri mengalami kegamangan informasi. Kebanyakan info dan gambaran sukses sampai bingung harus dimulai dari mana. Mau nyontoh langkah para founder beda startnya udah terlalu jauh. Rata-rata sudah 2-3 tahunan berbisnis online ataupun offline. Untuk itulah tulisan ini dibuat. Barangkali bisa membantu para rekan yang TDB dan Amphibi bagaimana mempersiapkan diri menuju full TDA.

Pak TDW kemarin di seminarnya, salah satunya menceritakan pentingnya : Membuat IMPIAN AKAN JADI APA kita dulu, sebelum melangkah. Lalu kita MENJADI dulu, baru DO, lalu akhirnya HAVE. Terjadilah apa yang kita maui.

Misal Anda saat ini masih NOL BESAR dalam hal PRAKTEK untuk ber-BISNIS. Padahal dalam bayangan Anda sudah terpatri cita-cita tentang Kerajaan bisnis Anda. Rencana Anda adalah menghadiri MILAD III TDA dan menjadikan sebagai momen awal Anda melangkah mempersiapkan kerajaan bisnis Anda. GOOD. Tapi saya takut bahwa disana nanti ada sekian penyesalan yang akan dituai. Persiapan menjemput peluang yang kurang bisa berakibat fatal. Ingat bahwa Peluang tidak pernah mengetuk pintu yang sama. Hanya terjadi sekali. Lebih baik persiapan Anda melebihi dari yang dibutuhkan daripada menyesal bahwa Anda kekurangan amunisi disaat pertempuran nanti. Bayangkan Anda sudah menjadi PEBISNIS, dan kerjakan seolah Anda adalah PEBISNIS, dan kenyataan akan memihak Anda untuk menjadi pebisnis… persis yang Anda bayangkan. BE - then DO, then HAVE.

List dibawah akan memandu Anda untuk mempersiapkan diri menghadiri MILAD dengan full amunisi :

H - 20 ( 8 Feb ) DEFINISIKAN ANDA
Semuanya berawal dari SAYA - so : harus CLEAR dulu "INGIN JADI APA SAYA". Dalam menuju jawaban itu Anda juga harus mencari dulu "SAYA PUNYA KECENDERUNGAN KESUKAAN DI BIDANG APA YA??" tulisan Pak Fauzi Rachmanto sangat bagus untuk menggiring kita menemukan passion Anda. PASSION Anda kalo disetel sangat pas dengan bentuk bisnis Anda bisa jadi sangat dahsyat lho. Silakan kunjungi ke http://fauzirachmanto.blogspot.com/ yang judulnya BUKAN KIMI. Thanks Pak Fauzi, tulisan Anda sangat mencerahkan kami. Semoga jadi berkah buat Pak Fauzi.

H - 19 ( 9 Feb ) DEFINISIKAN ANDA - hari ke-2
Kayaknya waktu sehari kemarin belum tuntas deh untuk "mendefinisikan" apa yang saya mau. Kok saya nda nemu-nemu ya gambaran diri saya sendiri yang pas… weeelah. Yang penting, target hari ini : bisa tahu tentang diri dan bikin sekalian "ingin jadi apa saya, 1 tahun, 3 tahun 5, tahun, 10 tahun, 20 tahun"

H - 18 ( 10 Feb ) Tentukan bisnis yang ingin Anda jalani
Jim Collins dalam buku Good to GREAT mengajarkan ilmu landak untuk kita contoh dalam mencari model bisnis yang pantas kita kerjakan. 1. Konsentrasikan pada APA YANG TERBAIK DARI ANDA. 2. Apa PASSION Anda. 3 Ada Skala ekonominya Nda??.
Lihat sekitar Anda.
Peluang bisnis itu dasarnya simpel. Dimana ada kebutuhan dan belum disupply maka itu adalah peluang. Daerah amatan bisa kampung sekitar, bisa negara, bisa antar negara, bisa dunia online, bisa suatu niche market. Jika di komplek Anda bapak-bapaknya doyan kumpul-kumpul dan belum ada tempat ngumpul, mungkin ide bikin ANGKRINGAN atau HIK ala SOLO bisa jadi bisnis bagus.
Pengamatan offline bisa, pengamatan online bisa. Saya melihat dinternet belum ada yang serius jualan peci, maka saya bikin grosirpeci.com. Ide juga tidak harus yang original. Yang di Jawa ada di Jakarta belum ada, maka bisa saja idenya Anda boyong ke Jakarta. Di Malang ada minuman Angsle di Jakarta belum. TDA NGALAM mau nda bikin franchise-nya?? Enak tuh. Pasti laku.
Yang antar negara lebih seru lagi. Di Malaysia ada minuman AIRMATA KUCING. Ide itu diboyong ke Indonesia aja bisa deh jadi bisnis bagus. Kue Serabi Solo atau Kue Putu dibawa ke luar negeri bisa khan??

H - 17 ( 11 Feb ) Tentukan bisnis yang ingin Anda jalani - hari ke-2
Pertimbangkan kemampuan Anda untuk menggarapnya. Juga dipertimbangkan passion Anda kesitu nda?? Boleh juga untuk dipertimbangkan : Di TDA sudah ada role modelnya nda ya? Kalo ada kan kurva belajarnya bisa lebih singkat. Coba di searching. Via blogrool TDA. Nelpon sana-sini…. Ssst ingat juga. Dalam proses ini rekan kerja sejauh mungkin nda usah tahu dulu… kan masih TDB. Nasib… nasib.

H - 16 ( 12 Feb ) Tentukan bisnis yang ingin Anda jalani - hari ke-3
Bisa jadi Anda malah bukannya kekurangan ide, tapi kebanyakan ide. Ya pilihlah yang paling memungkinkan dikerjakan saat ini. Kalo ketemu rekan TDA yang ada di bidang itu ya sekalian kenalan. Hubungan via phone dan online dulu. InsyaAllah nanti ketemu daratnya pas milad. Dijamin mesra dan hangat tuh pertemuan.

H - 15 ( 13 Feb ) Bikin Alamat Online
Bikin alamat email. Bikin di yahoo bikin juga di google. Biar bisa YM-an. Biar bisa bikin blog kalo mau bikin di blog pribadi / jualan yang gratisan di blogspot. Bikin juga Facebook. Install sekalian Yahoo Massanger…
Her itu semua gue udah… ya BAGUS!! Ngrapi-ngrapiin barangkali. Bikin folder khusus bisnis yang terpisah dari urusan kantor.

H - 14 ( 14 Feb ) Persiapan Online di rumah
Selama ini Anda baru online kalo di kantor? Usahakan agar selanjutnya Anda bisa online juga di rumah. Pake Speedy, pake Kabel TV. Nda ada jaringan kabel-kabelan ke rumah… ya pake Modem external. Pake IM2 bisa. Pake Speed-Up StarOne bisa. Pake WiMode Esia bisa. Pake HP Smart juga murah. Berarti hari ini isi acaranya cari Info lalu beli!! Nda kebeli hari ini ya mbesook. Saya sendiri pake IM2 unlimited… murah…bisa mobile, pasca bayar maneh. Tagihan Januari baru muncul tanggal 10 Februari. Akhir pembayaran 25 Februari.. Lha kan lumayan mundur hampir 1 bulan. Duitnya bisa dipake ngapa-ngapain dulu.

H - 13 ( 15 Feb ) Beli Komputer untuk di rumah
Halah… ternyata semua masih tergantung ama kantor. Ya udah. Beli komputer deh. Ini investasi yang kayaknya harus untuk menuju impian bisnis. Investasi yang tidak akan rugi. Jadi boleh deh dibela-belain hutang kek, mbedol tabungan kek. Kayaknya kalo file-file pribadi ditaruh di komputer kantor juga semakin tidak aman deh. Pertimbangkan untuk beli Laptop… Bukan untuk keren-keren-an tapi, supaya kalo diuber-uber tukang tagih bisa segera kabuuurrrr sekalian ama laptop!! GUBRAAAK !!

H - 12 ( 16 Feb ) Bikin Website dan Blog
Kalo Anda memutuskan Anda juga berbisnis via internet, maka bikin web jadi wajib kan. Bikin Blog wajib nda? Pengalaman saya, kemarin ada order peci kirim ke USA gimana saya bisa menyakinkan buyer tentang saya? Suruh aja dia lihat blog saya. Itu kan paling tidak bohong. Itu sarana untuk memberitahu siapa Anda pada buyer. Building Trust. Saya rasa pola para maestro di TDA ya begini ini. Bikin bisnis di internet. Lalu bikin juga blog pribadi dimana beliau membangun personal brand. Personal brand yang kuat mendorong bisnis menjadi Wuzz.. Wuzzz… wuzzzz.

H - 11 ( 17 Feb ) Bikin Website dan Blog
Ternyata susah ya…. Susah karena nda bisa mbikinnya? Tenang. Ada banyak di TDA yang bersedia membantu. Tuh ada www.dipaweb.com. Atau di http://toko.kursustokoonline.com, Mas Rivanie ama Kang Wawan. Kayaknya mereka malah buka stand deh di Business Matching. Lho kalo baru bikin sesudah Milad udah telat dong Her?? Ya dinego dulu kali?? Mas saya mau ikut kelas kursusnya nanti, tapi sekarang saya bayar dulu. Lalu tolong buatin dulu yang penting nongol saya di website ama di blog mas…. Nanti dirapiin dan di customized menyusul. Sing penting duwe website dan blog !!
Kalo itu nda memungkinkan karena kesibukan mereka. Berhubung seharinya mereka harus melayani ribuan order… ya beli bukunya di toko buku lah…
Tapi kalo susah bikin website dan blog karena Anda sendiri nda ada bayangan mau seperti apa… saya sarankan Anda buka-buka blog dan web senior-senior TDA… copi paste kan boleh… modelnya… bukan isinya.

H - 10 ( 18 Feb ) Bikin Nama Usaha
Bikin perusahaan. Paling tidak bikin dulu namanya. Lebih mengena lagi kalo Anda sekalian tulis taglinenya. Kalo dalam ilmu Hermawan Kertajaya dibilang positioning-nya. Positioning menjelaskan bedanya Anda dengan yang lain apa? Bahasa TDW : nilai Tambah nya apa sehingga saya harus belanja ke Anda. Kalo saya cuma menulis nama usaha saya "ikhwan Agency", orang bisa bertanya-tanya perusahaan periklanan ya Her?? Padahal itu toko grosir herbal. Makanya saya selalu tambahkan Ikhwan Agency - toko grosir herbal muslim (menuju) syariah.

H - 9 ( 19 Feb ) Bikin KARTU NAMA
Nah, kalo alamat email sudah ada, blog sudah ada, web sudah ada, pilihan bisnis sudah, nama usaha sudah … baru deh Anda bikin KARTU NAMA. Coba kalo anda bikin kartu nama dulu sebelum semuanya jelas… masak harus revisi dan cetak lagi.
Ingat nanti di Milad III TDA ada sekitar 1000 orang hadir dan semua berpotensi menjadi jaringan Anda. Kalo 1 kotak kartu nama isinya 100, 10 box Anda bawa. Nanti di Milad anda harus pake baju yang banyak kantongnya ya… ngantongin kartu nama Anda sekalian kartu nama kenalan-kenalan Anda. Weelah mbedundung dong Her… yo karepmu!!
Jangan - jangan ini ide peluang usaha : bikin baju meeting khusus menghadiri meeting besar. Jadi bajunya banyak kantongnya untuk naruh kartu nama. Saqina-nya mas Rosihan www.saqina.com mau ndesain yang begituan???
Jangan mau kalah dengan kartu nama teman gila saya :
Nama : PAILUL, Jabatan : ATASNYA DIREKTUR, Perusahaan : MBUL GOMBAL GAMBUL - bisnis kain gombal jadi tenda hajatan, Hp 119, website : gombalnaikpangkat.com, email : alwayspailul@gmail.com, YM : teteppailul , Blog : pailul-waton-online.blogspot.com.
Komplit dan seenak udelnya. Tapi hak dia lah. Wong kartu-kartunya dia.

H - 8 ( 20 Feb ) Bikin TABUNGAN BISNIS
Prinsip agar manajemen bisnis benar dari awal adalah memisahkan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Jadi ya dari sekarang bikin buku tabungan terpisah. Berdasar pengalaman, kalo Anda jualan online Anda harus punya beberapa buku tabungan - karena konsumen Anda akan menanyakan. BCA aja kadang tidak cukup. Perlu yang lain.

H - 7 ( 21 Feb ) Bikin no Hp Anda menjadi pasca bayar + mobile banking
Perlunya - agar bisa mobile banking. Kalo jadi pengusaha Anda akan sering ditransfer konsumen… enak tho!! Tapi Anda juga akan sering harus transfer ke supplier… ini nda enak, piye maneh!! Kalo harus selalu ngantri ke ATM kayaknya nda praktis deh. Apalagi kalo jadi pebisnis nanti Anda juga harus serba cepat. Cepat belanja, cepat check kalo ada transferan masuk karena Anda juga diminta untuk segera mengirim barang yang dipesan konsumen.
Datang ke Galeri-Galeri kartu Anda. Nda bayar kok. GRATISSSSS

H - 6 ( 22 Feb ) Hari Minggu - chatting -chatting
Sapa dulu beberapa senior yang Anda ingin ketemu nanti di Milad. Kalo sudah ketemuan di dunia maya, ketemuan di darat lebih mudah.

H - 5 ( 23 Feb ) daftarkan layanan M-banking ke Bank
Datang ke bank untuk mendaftarkan no telpon Anda. Kalo perlu sekalian e-banking nya.
Sampai di tahapan ini Anda saya rasa sudah benar-benar siap menjadi (calon) pebisnis. Bayangkan kalo di Milad nanti Anda tertarik join dengan kolega Anda, maka Anda langsung bisa transfer-transferan. Di depan dia sudah bisa transaksi dan sudah bisa tunjuukin transferannya. Kan udah bisa M-banking. Begitu Anda balik ke rumah sepulang Milad setidaknya Anda sudah ada kepastian mau dagang apa, barangnya dari mana, berapa banyak dan kapan sampainya.
Anda juga bisa dengan gagah bertukar kartu nama. Lengkap dengan alamat Anda di dunia maya. Dijamin sepulangnya Anda akan sibuk add YM dan chatting deh.

H - 4 ( 24 Feb ) atur jadwal kantor dengan kolega Anda kalo perlu ambil cuti

H - 3 ( 25 Feb ) beli tiket - hoiiiii ( luar kota Jakarta )
Lalu contact juga tempat rencana Anda mau nginep di Jakarta.

H - 2 ( 26 Feb ) beli oleh-oleh khas tempat Anda
Hukumnya wajib 'ain nih. Tolong saya juga dibagi ya.

H - 1 ( 27 Feb ) berangkat

H - 0 ( 28 Feb ) Eng... Ing... Eng
Anda-lah pebisnis harapan Indonesia sekarang dan masa depan.

Selamat datang di Universitas Terbuka Wirausaha Indonesia - MILAD III TDA.

Depend On Your REASON

Hari ini Jumat, 6 Februari 2009. Hampir setahun saya resign dan memutuskan wirausaha. Resign 1 Maret 2008.

Hari ini setahu saya, mantan rekan-rekan peers saya sesama manager, juga seluruh awak S & M departemen dari tempat saya bekerja terakhir sedang berangkat ke Bangkok, Thailand. Menikmati piknik 2 hari sebagai tambahan bonus pencapaian 100% target 2008 lalu.

Hari ini - bersamaan dgn itu - sambil bersepeda motor mengantar pesanan herbal ke seorang terapist yang rutin saya supply kebutuhan obat-obatannya saya berpikir tentang hal diatas. Sambil kehujanan dan keceprotan sana-sini. Seandainya…

Seandainya saya masih bergabung dengan mereka saya pasti juga sedang ada dalam rombongan itu. Lagi ngapain ya…. Naik Singapore Airlines, nonton 100 film terbaru sekaligus. Lalu mendarat di airportnya Thailand yang gede banget itu - yang ditengah bandaranya aja ada lapangan golf. Jalan-jalan ke temple-temple budha. Naik gajah, naik kebo, naik sampan bambu, halah…. Itu mah keseharian kita juga dulu waktu kecil di desa. Pinter-pinternya mereka aja mengemas sensasi keseharian desa menjdi sensasi turisme. Tak lupa disetiap titik tertentu dimampirkan ke pasar cendera mata. Menawarkan sensasi berbelanja sambil diatas gajah, diatas kebo, diatas getek. Menguras duit turis untuk sekedar tas dari perca kain misalnya.

Trus ke Chiang May, Chiang Rai, melihat sentra-sentra industri rumah tangga mereka. Ada perkebunan anggrek, sutera, perak, payung hias, kayu jati. Hebatnya di Thailand yang namanya industri rumah tangga tapi dipasang plang-plang "ISO Certified". Itu pasti Pemerintah punya andil. Guide diwajibkan menggiring turis kesana. Lalu disana sudah disiapkan sarana jikalau turisnya ternyata pedagang dan tertarik menjalin kerjasama, syarat-syarat ISO dan sebagainya untuk tembus Eropa mereka sudah siap. Kapan ya kita UKM-UKM bisa disupport sebegitunya.

Di Bangkok nglihat Istana Raja. Nglihat Temple Emas. Nglihat Pat Phong….. Hehehehe. Nglihat macet kayak di Jakarta juga. Nglihat VCD bajakan. Perkakas 10ribu dapat 3 kayak di Jakarta. Rambutan sepanjang jalan, Kacang. Indonesia bangeeeeet. Malam-malam ke pasar festivalnya. Dimana semua makanan dan kerajinan khas Thailand dikasih tempat khusus dagang. Di Jakarta belum ada sekomplit itu dah. Di Solo kali malah ada ya di depan PGS.. Tapi itu untuk makanan.

Eh itu kalo ke Thailand Utara ya… kalo ke Thailand Selatan lain lagi ya. Pattaya.

Trus saya iseng nanya ke diri sendiri. Trus gimana elo sendiri, Ru?? Mau balik lagi ??
[ mantan Boss saya ada 2-3 kali minta saya balik lagi ] Nggak nyesel sekarang kehujanan kepanasan hanya untuk jadi pengantar barang-barang yang mungkin profitnya sekitar puluhan ribu thok. Sementara hari yang sama, mantan teman-teman itu sedang tersenyum lebar. Dapat kenaikan gaji, bonus sekian kali gaji, masih ada diajak jalan-jalannya lagi.

Nggak salah jalan elo… dengan keputusan resign dan WIRAUSAHA beginian.
Jualan obaaat… jualan peciiiii - www.grosirpeci.com.
Teman-teman saya optik pada heran saya kok sekarang beralih jualan peci…. Kepala ELO ketiban gombal-e Mukiyo apa ya??
[ Gombal-e Mukiyo tanya mas Tito TDA Ngalam - piye ker, itreng-kan? Kadit !! Ta Lukup ngko… ]

Sumpah. Sebagian besar isi kepala saya bisa bilang…
"Nda…. Saya nda salah dengan keputusan ini. RESIGN dan memilih WIRAUSAHA".
Saya justru merasa sangat nyaman dengan balik lagi naek motor, dulu mobil [walau jatah jabatan]. Kehujanan. Kepanasan. Kesemprot panasnya knalpot motor MegaPro misalnya - ngapain ya itu desain knalpot ngangkang keatas gitu… bikin gedheg.

Saya merasakan enjoy banget siang bolong bisa ngacir ke Tanah Abang. Lho lah itu kan emang markas ELO, Ru.
ChitChat ama Mas Edi toko bayi Alifia www.grosirtanahabang mikirin gimana caranya bikin botak tuh patung tugu pancoran. Mbelok dikit ke Mbak Galuh, kali ada toples cantik reject lalu dikasiin saya.
Mbelok lagi ke Mbak Siska TH. Cari bocoran goodnews TDA.
Sowan Pak Haji Alay. Barangkali ada ilmu baru dishare ama beliau. Kayaknya sih tiap kesana dapat oleh-oleh.
Ngacir lagi ke ITC Kuningan… ber-Master Main-Main [ bukan mastermind lho] ama mas Anto www.bajuanak.net Kidzwear.
Lha kalo kerja mana bisa siang-siang kelayapan sebebas itu. No plan no time limit …. No result… endak ding.. High result malah!! Tapi belum bisa dipublish… masih under contruction…

Saya merasakan dimensi baru di dunia bisnis.
Ternyata bisnis itu berkembang, dapat chanel pengembangan sana chanel pengembangan sini, dipercaya ini dipercaya itu kadang tidak selalu karena kita expert disitu, tapi karena kita close dengan someone. Karena kita rajin silaturahim sama dia.Thanks Pak Hadi www.hadikuntoro.blogspot.com atas nasehatnya. Intensitas silaturahim itulah yang sangat saya sukuri bisa saya lakukan dengan saya resign dulu itu. Kadang saking intensnya silaturahim saya tahu tahu di komplen istri : "pulang malem lagi pulang malem lagi. Sama aja ama waktu kerja".

Bantah saya ; "lho kan ini beda. Kemarin Jumat ikut seminar Hermawan gratis, Selasa ada tamu mau jadi agen, Rabu ke JaCC ngrancang bisnis baru bareng temen-temen MM, Kamis ke pameran Syariah cari dana… nah kan beda bobotnya. Semua demi kepentingan sendiri. Kalo dulu pulang malem demi kepentingan perusahaan". Istri saya manggut-manggut. Aneh ! Gampang ngerti dia sekarang. Dulu mah…

Jadi walau hari-hari sekarang ini secara kelihatan lebih berat… tapi saya merasa sangat memiliki dengan apa yang saya kerjakan. Saya merasa sangat optimis dengan segala yang sedang saya kerjakan. Walau bentuknya belum jelas. Walau hasilnya belum lagi mengembalikan saya ke taraf ekonomi dulu waktu bekerja… jauh bangeet malah… tapi saya sangat kelihatan masa depan itu seperti apa.

Saya merasa bahwa REASON saya begitu kuat. Alasan saya untuk mengambil pilihan Resign dan Ber-WIRAUSAHA begitu ber-Alasan. Dan itulah yang menjadikan saya bertahan. Melewati hari-hari bisnis omzet Rp 0. Melewati godaan-godaan "Kembali". Menikmati hari-hari menanggung hutang barang sementara belum jelas habisnya kapan…

Benarlah rumus sang Founder Pak Roni Yuzirman di Rumusan RBDSAP atau Reason, Beliefs, Dreams, Strategy, Action dan Pray.

REASON yang kuat mengapa kita ber-wirausaha. Kalo sekedar reason agar bisa pulang sore… ya jangan coba-coba lah.

BELIEF kita bisa wujudkan dream kita, you are not alone lah… ada banyak yang mau mbanting… eh mau mbantu.

Lalu DREAM yang jelas, lebih detil lebih mungkin kita wujudkan di alam nyata. Insinyur bikin dulu blue print detil sebelum nyuruh mandor bikin bangunan.

STRATEGI-nya [ kalo udah siap ]salah satunya ya bakar kapal supaya lalu eat, sleep di bisnis yang kita pegang, juga strategi kencengin silaturahmi,

ACTION - yooo mulai - o rek…. Mbayar 200 ribu ae berat padahal sehari sampean pindah tidur ke Rumah Sakit aja bisa 200 ribu lebih…

Lalu PRAY… enaknya pray mah di depan ya… Berdoa semoga saya Resign sekarang setahun lagi sudah :
Punya multi income… amiiin - biar ibadah bisa tenanan
Punya multi kendaraan… amiiin - biar dipake rombongan tetangga bareng nghadiri pengajian misalnya
Punya multi rumah… amiin - biar jadi sentra pemeliharaan anak yatim misalnya
Punya multi talent … AMIIIN - nah ini dong, jangan hanya TO HAVE aja dream-nya, TO BE dong!!
Punya multi pasangan…. AM……ahhh udah ah postingnya…

MOMEN BESAR HALAL BIHALAL TDA 2008

Sejak resign dari universitas indah TDB 1 Maret 08 lalu, ada 2 momen besar dalam sejarah wirausaha saya hingga saat ini. TApi sejak Acara HALAL BIHALAL TDA di Bandung kemarin, saya taruh dihati saya Tambah 1 lagi momen besar itu. Perkataan anak kedua saya yang spontan dari anak kedua saya yang istimewa - RESTU - yang mana harus Anda tahu untuk bisa lancar bicara sekarangini dia dan kami sekeluarga harus melewati perjuangan tidak sedikit karena awalnya dia adalah pengidap lambat tumbuh kembang. Apa perkataannya yang begitu membekas tentang acara kemarin tanggal 8 Nov 2008 di Bandung itu?
Sebelumnya ijinkan saya menjelaskan momen-momen besar hdiup saya sebagai wirausaha pemula ini.
Pertama adalah dibukanya toko herbal pertama saya. I Mei 2008 kemarin.
Artinya penting buat saya adalah : usaha mandiri ini sudah menjejak ke tanah harapan lebih dekat. Harapan untuk pada akhirnya sampai di lapangan para dermawan pemelihara anak yatim... lapangan para pemilik perusahaan besar, tempat bernaung banyak karyawan, tempat berdayung begitu banyak anak yatim menjalani hari-hari, tempat bertudung keluarga-keluarga muslim melampaui kerikil-kerikil kondisi ekonomi menuju dunia mandiri.
Selanjutnya, meniti hari seolah irama musik begitu indah. Sibuk melayani tamu, sibuk pengadaan barang, sibuk mengirim pesanan luar kota, sibuk perluasan jaringan... tak lupa di tiap adzan menyeru, buru-buru tutup pintu dan bersegera ke mesjid tempat ALLAH menyeru. Rasanya walau sehari hanya untung sepuluh dua puluh ribu begitu mencekat kalbu...
Sekarang toko herbal kami sedang berusaha menyusun diri agar menjadi Toko Herbal Syariah. Bagaimana itu konsepnya? Saya juga belum tahu persisnya. Yang penting PROKLAMASI dulu !! Sumbang saran dan Doa nya ya?
Kedua - yang menurut saya sebagai momen besar - adalah menjadi bagian dari komunitas TDA. Diawali dengan langsung ikut kopi darat di salah satu pertemuan Jumat di bulan Juli 2008... sejak itu saya langusng merasa TIDAK SENDIRI lagi. Ada mas Muslih yang begitu mendorong untuk mempercepat pertumbuhan usaha ini, ada Mas Eko June yang sabar chatting dengan saya, Mas Hadi rajaselimut dan rekan TDA lain yang diam-diam jadi sumber inspirasi melaui blog-blognya dan membawa saya maju dan maju menuju tanah impian... maaf tidak kesebut satu-satu saking banyaknya.
Saya pikir 2 momen itu sudah begitu besar penagruhnya dalam hati saya dan susah mendapat tandingan lagi yang gregetnya dihasti bisa sekelas. Tapi kemarin, ketika bersama dalam 1 bis menuju Bandung menghampiri acara halal bihalal TDA... Restu - anak kedua kami berteriak-teriak dengan ekspresi suka citanya, tiap kali saya bersalaman dan berkenalan dengan rekan-rekan rombongan....
"Hore... hore, abi punya banyak teman... abi punya banyak teman"
Bagi saya itu sejuta makna yang tidak bisa tertampung ditulisan ini. Saya cukupkan kata-kata itu sebagai bagian terakhir dari postingan spontan saya ini... semoga menjadi inspirasi bagi keluarga besar baru saya.. rekan-rekan di komunitas TDA.

salam hangat hidup kebersamaan
salm FUNTASTIC

Kesepian di Malam Lebaran para TDA-ers

Lantunan takbir padat mengisi malam. Besok pagi adalah Idul Fitri 1449 H. Suami istri itu bercengkrama di dalam rumah. Saling menumpahkan cerita-cerita rindu, tentang anak-anak dan cucu yang tidak pulang kali ini. Saling merintihkan hati kesepian mereka. 3 atau bahkan 5 lebaran sudah mereka menghadapi kesepian yang sama. Karena simpati dan tertarik dengan obrolan mereka yang begitu sedih, saya tertrik mendekat dan mengetuk pintu rumah ingin sejenak bergabung dan menghibur mereka. Betapa terkejutnya saya, ketika mereka membalas sapaan dan melihat wajah mereka, ternyata mereka adalah saya dan istri saya sendiri!! Ternyata mereka adalah gambaran masa depan saya, dan bisa jadi juga diri Anda para TDA-ers !!!

Inilah keniscayaan yang akan kita hadapi dimasa-masa depan. Sesuatu yang sangat berbeda dengan masa kecil kita.

Idul Fitri dimasa kecil kita bahkan hingga saat ini masih identik dengan mudik. Lebaran ya Mudik. Mudik ya kala lebaran. Berkumpul dengan keluarga besar, saudara dari berbagai kota berdatangan dan berkumpul disatu rumah para sesepuh. Walau harga tiket selangit, walau kereta tinggal menyisakan sejengkal pijakan dilokomotifnya, tidak menjadi halangan. Mudik tetap wajib dilaksanakan. Mudik tetap dipatuhi sebagai panggilan hati dan tuntutan jiwa. Sempat tidak sempat ya harus disempatkan untuk mudik.

Tapi akan berapa lamakah suasana sakral mudik bisa kita pertahankan?

Mungkin 15 hingga 20 tahun lagi, kebiasaan itu akan luntur. Mudik Idul Fitri akan mengalami de-sakralisasi. Menjadi sesuatu yang tidak wajib dan memanggil-manggil hati kita untuk menunaikannya. Kalau sempet ya mudik kalo tidak ya ndak papa. Tidak segreget sekarang.
Ditengah arus materialisme yang melanda Indonesia, uang lebih berbicara daripada sentimentilisme Mudik dan Lebaran. Banyak industri yang mengiming-imingi uang lembur khusus untuk mereka yang bersedia tidak pulang lebaran dan memilih masuk. Atau malah bukan iming-iming tapi perintah. Perintah untuk masuk dan menyelesaikan target bulanan industri. Tidak terbatas industri besar, industri kecil pun demikian. Banyak retailer yang memaksakan buka bahkan dihari pertama lebaran. Saya pernah tahu ada retailer besar yang didemo para pegawainya yang memperjuangkan libur di 5 hari sakral : Tahun baru, 17 Agustus, 2 hari Idul Fitri dan Natal. Manajemen chain retailer itu memaksakan untuk tetap membuka toko-toko yang sebagian besar di mall dan supermarket. Hingga keluarlah keputusan akhir, toko tetap buka sesuai kemauan pemilik, dan para pegawai dipersilakan memilih, pingin pulang kampung ya silakan menggunakan hak cutinya dan yang bertahan untuk masuk akan diberi bonus khusus. Para pegawai akhirnya dipaksa terpecah dan kalah di depan kekuasaan uang.

Celakanya, banyak yang lebih mudah dibujuk dengan uang yang hitungannya begitu nyata di depan mata daripada kerugian immateri karena peraturan itu. Lembur nilai uangnya lumayan, sementara kalau cuti dan mudik ketahuan berapa biaya (justru) harus dikeluarkan. Kompromi-kompromi hati pun dipasang, ya sudah... mudiknya ntar saja. Ndak harus lebaran. Malah untung, nggak kena tarif tuslah, malah nggak harus rebutan tiket. Biarin deh nggak ketemu dengan keluarga-keluarga lain yang barengan ngumpul di rumah eyang nanti. Kapan-kapan juga ketemu. Hitungan immateri jadi terabaikan. Kebahagiaan sang orang tua melihat anak keturunannya berkumpul. Kesempatan anak-anak kita bertemu dengan saudara-saudara misannya. Kesempatan memberi rekaman indah dimasa kecil mereka tentang persaudaraan dan kekeluargaan.

Kalau gejala ini dipelihara, dari tahun ke tahun akan semakin banyak yang mengikuti, dari tahun ke tahun akan makin melekat. Ujungnya kita akan menuai panen. Lebaran sudah sedikit yang orang yang melestarikan mudik. Akan banyak anak yang tidak mewajibkan dirinya mudik ke orang tua kala lebaran. Celakanya, anak-anak itu adalah mereka yang orangtuanya sekarang tercatat sebagai pengusaha, mengingat ketika mereka masih kecil orang tuanya juga tidak memberi contoh untuk mensakralkan mudik lebaran karena saat itu masih sibuk sebagai TDB yang getol menumpuk modal atau TDA pemula yang masih merintis bisnis.

Ketika menjadi TDB, kala saya masih bekerja di PMA, saya selalu iri dan sakit hati jika dapat surat pengumuman dari Jepang ataupun dari Singapura bahwa mereka akan libur massal secara nasional selama 1 minggu, sehingga semua produksi akan dihentikan. Lebaran di Indonesia kalah sakral dengan Tahun baru di Jepang dan Imlek di Singapura. Mereka begitu patuh untuk menghentikan semua kegiatan industri mereka dan hal itu dilembagakan oleh pemerintahannya. Kapan Lebaran bisa sesakral itu dan pemerintahpun mendukung dan menerapkannya ditiap bidang sosial ekonominya.

Mungkin kita tidak perlu memikirkan hal besar tapi diluar lingkaran pengaruh kita. Mungkin kita lebih bijak untuk berfikir di lingkungan yang bisa kita pengaruhi, misal dikeluarga kita dan di bisnis kita. Pertama kita ingat bahwa ada tanggungjawab terhadap anak-anak untuk membekali mereka dengan sayap dan akar. Momen lebaran dengan mudik, berkumpul dengan keluarga besar, sungkeman, adalah cara terbaik untuk mengingatkan mereka terhadap akar mereka – garis keluarga mereka. Kedua, jika kita sudah punya bisnis dan punya pegawai, adalah tugas kita untuk “mewajibkan” mereka libur lalu mudik dan berkumpul dengan keluarga besar mereka. Para boss harus melepaskan mereka sementara dari tugas-tugas memenuhi target bulanan dan penjualan. Kreatiflah agar angka-angka itu sudah terpenuhi sebelumnya. Dan jadikanlah lebaran dan acara mudiknya menjadi sesuatu yang sakral dan wajib - minimal diperusahaan kita… kalau tidak, bersiaplah memanen desakralisasi lebaran, yang ujungnya adalah hari-hari sepi di kal a kita tua, ketika anak-anak kita juga akan terbawa arus materialisme dan bertekuk lutut dibawah kekuasaan uang dan target bisnisnya, lebih penting daripada menghormati orang tua dan menghidupkan silaturahmi.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H / 2008 M.
Semoga seumur hidup kita masih merasakan hangatnya lebaran bersama keluarga besar kita masing-masing.

Ini tulisan saya karena prihatin banyak teman saya dapat libur cuma tanggal merahnya doang. Para boss apa ndak sadar... dengan mentingkan omzet daripada ruhani disaat-saat istimewa spt idul Fitri berarti sedang berkontribusi pada masa depan yang kelabu yang diisi hari-hari tua mereka yang sepi, karena anak-anaknya pada ngabuuurrr semua, nda ada yang pada inget pulang dan ngumpul dengan orang tua. " Gue dulu masa kecil sering ditinggalin, ngapain sekarang gue repot-repot ngumpul" gitu kali pikiran anak-anak kita 10-20 tahun lagi.