Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali
Sejauh-jauh air menguap di daratan, akhirnya akan turun dan kembali berkumpul di lautan.
Setelah tiga tahun aku berwirausaha, di berbagai bidang, akhirnya
aku kembali ke dunia optik lagi. Setiap orang pasti kembali.
Sepandai-pandai beralih muka dan berkedok akting nan prima, akhirnya ketahuan juga sifat aslinya.
Demikian yang disampaikan dalam petuah kehidupan.
Demikian juga kehidupan manusia.
Sejauh-jauh berusaha kesana dan kesini,
pastilah ada dari sepanjang hidupnya,
dimana ada satu kegiatan yang ternyata tidak pernah lepas dari dirinya.
Kalaulah apa yang selalu dilakukan itu diasah,
maka pastilah itu pula yang nantinya akan menghasilkan.
Karena Sebenarnya Tuhan, melalui kehidupan ini, selalu memberitahu,
bahwa kita masing-masing sebenarnya hadir untuk melakukan satu hal itu,
lebih daripada yang lain.
Satu hal itu yang akan menjadi ciri khas kita,
satu hal itu pula yang akan menjadi sumber penghidupan termudahnya.
Tinggal manusia akhirnya menyadari atau tidak...
demikian pelajaran yang didapat dari buku "LIFE SIGN".

Nah Heru... hal apakah yang selalu kamu lakukan?
Dimanapun engkau berada, diprofesi apapun engkau sedang berbaju?

Saya sudah tahu jawabnya karena baru saja saya menyadarinya...
yaitu : menulis.

SMP menulis cerita novel detektif anak.
SMA menulis bulletin jumat.
Kuliah menulis Bulletin Dakwah.
Enam Tahun di Essilor menghasilkan buku panduan produk,
dan akhirnya ketika berwirausaha, satu-satunya yang bertahan,
walau justru yang terakhir ditemukan
adalah bisnis membuat majalah free magazine...sampai sekarang.

Jadi apalagi yang harus ditunjukkan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa diri ini...
semua gairah dan semua cita-cita,
semua kesempatan dalam training jika mereka menyuruh menuliskan "yang aku inginkan adalah.." Maka hanya ada satu dari sekian waktu itu yang seragam...
Saya selalu menulis aku ingin MENULIS, MENJADI PENULIS,
dengan karya-karya yang menghias toko buku toko buku semua...
Ini saja. titik

From Optisi to Produsen Jahe With LOVE


Mulanya melepas yang beginian....















Hasilnya jadi beginian...















Lalu tiap hari kerjaannya ngangkutin yang beginiann....












Lalu diolah di rumah sehingga setiap hari rame kayak beginian....


























Hasil akhirnya... jadi deh tumpukan kayak beginian...

Mudah kan jadi pengusaha??? Hehe.. gitu aja kok takut

Bisnis Minuman Herbal Instan

< < ini 1 pak = 12 sachet Jahe AROMA.





Bisnis tercipta karena adanya pertambahan nilai barang. Salah satu penambah nilai barang adalah unsur tempat. Barang yang ada disatu tempat bisa bertambah nilainya jika berpindah ke tempat lain. Barang di pabrik meningkat nilainya ketika sampai di konsumen. Barang di Jakarta bertambah nilainya jika berpindah ke luar Jawa misalnya. Untuk berpindah secara luas dan merata dibutuhkan jalur distribusi. Dari pabrik pindah ke distributor besar, pindah ke distributor, pindah ke agen besar, pindah ke agen kecil, pindah ke toko retail, baru sampai ke konsumen. Karena modelnya berkaitan seperti rantai maka disebut juga rantai dsitribusi. Bisnis rantai distribusi adalah bisnis yang tidak pernah mati. Dari dulu sampai sekarang bisnis ini ada dan langgeng. Banyak yang menggantungkan hidup di bisnis distribusi.
Produk yang sudah sangat popular hak distribusinya dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar. Dan jenjang rantainya sudah sangat panjang sehingga hanya memberikan margin tipis di setiap jenjang rantai dsitribusinya. Walau produknya sudah sangat laku karena terkenal. Untuk mendapat untung besar, volume penjualan kita harus sangat besar, dan itu membutuhkan modal sangat besar. Karena kita harus bisa mendistribusikan ke banyak titik di bawah kita.
Produk JAHE AROMA memberikan alternative untuk pemain baru dengan modal yang kecil untuk berbisnis distribusi dan meraih penghasilan besar. Bagaimana caranya :
Anda membeli JAHE AROMA.
Disini Anda akan menjadi distributor untuk daerah anda. Anda bisa menjual ke agen-agen, atau menggaji sales untuk mendistribusikannya langsung ke warung warung. Atau mengkombinasikannya.
1 bal JAHE AROMA berisi 20 pak. 1 pak berisi 12 sachet. Sebagai distributor Anda menjual ke warung-warung dalam satuan pak ( 12 sachet ). Kalau dijual ke ke agen biasanya per bal ( 20 pak ).
Harga dari kami sebagai produsen Rp 120.000/bal.
Misal Anda mendistribusikan sendiri Jahe AROMA ke warung warung. Ketika masih merintis, mungkin Anda belum mengangkat sales, mau terjun sendiri agar pengeluaran minim sekaligus memahami pasar. Tiap hari bisa menjual ke 20 warung @ Rp 9.000. Tiap warung membeli 1 pak. Perhitungannya menjadi :
Per hari :
Penjualan = Rp 9.000 x 20 pak = Rp 180.000
Harga Modal Barang ( HPP ) = Rp 6.000 x 20 pak = Rp 120.000
Profit Kotor = Rp 60.000
1 bulan / 25 hari kerja
Omzet = Rp 180.000 x 25 = Rp 4.500.000
Modal = Rp 120.000 x 25 = Rp 3.000.000
Profit kotor = Rp 1.500.000

Beaya-beaya , Jika dikerjakan sendiri / tanpa sales
Bensin Rp 10.000 x 25 = Rp 250.000
Lain-lain Rp 3.000 x 25 = Rp 75.000
Total biaya = Rp 325.000
Net Profit = Profit kotor – Total biaya = Rp 1.500.000 – Rp 325.000 = Rp 1.175.000

Ini adalah dasar pemasukan harian. Dari penjualan langsung ke warung-warung. Sehari menjual 1 bal adalah mungkin, karena sehari seorang sales bisa mengunjungi lebih dari 20 warung. Dalam prakteknya, di lapangan kita akan menemui agen-agen besar maupun kecil yang bersedia membeli dalam satuan bal. ini akan memeprcepat penjualan karena pembelian mereka bukan per pak tapi per bal. memang, konsekuensinya kita menjual kepada mereka jadi lebih murah / mengurangi persen profit. Tidak setiap hari kita bisa deal dengan agen besar atau agen kecil, katakanlah 8 x sebulan kita bertemu dengan agen besar dan deal dengan kita, dan agen kecil 15 x sebulan.
Agen besar = 5 bal x 8 agen besar = 40 bal sebulan x Rp 135.000 = Rp 5.400.000
Agen kecil = 2 bal x 15 agen kecil = 30 bal sebulan x Rp 140.000 = Rp 4.200.000
Total = 70 bal sebulan = Rp 9.600.000
Profit Kotor = Rp 1.200.000
Biaya sudah termasuk pada biaya yang diatas, karena sekalian keliling, sehingga tidak ada biaya khusus.
Total omzet = Rp 4.500.000 + Rp 9.600.000 = Rp 14.100.000
Total modal utk membeli Jahe AROMA = 25bal + 70bal = 95bal x 120.000 = Rp 11.400.000
Total Profit Kotor = Rp 2.700.000 ; Biaya = Rp 325.000
Keuntungan Bersih = Rp 2.375.000 dengan catatan : dikerjakan sendiri!!!


Bagaimana jika me-rekrut sales ??

Keuntungan merekrut sales :

1.bisa lebih kosentrasi memikirkan pengembangan usaha: bertemu dengan agen-agen besar, konsumen konsumen potensial, koperasi, kantor, rumah sakit. Aktivitas promo, sebar brosur, iklan di radio, iklan di koran lokal, pengajuan penambahan modal, penambahan ragam produk yang bisa dibawa sekaligus, dsb

2.pemerataan penyebaran / coverage : dengan 1 orang sehari bisa kunjungi 40 warung. Sebulan 25 hari x 40 = 1.000 warung sebulan. Ini jika setiap hari kita harus mencari warung baru di daerah baru. Jika sales harus kembali ke toko yang sama setiap 2 minggu, maka sebulan 1 orang sales maximal bisa kunjungi hanya 500 warung. Jika dalam 1 kota minimal ada 8.000 warung besar dan kecil, maka setidaknya dibutuhkan 8.000 / 500 = 16 sales.

3.Pemberdayaan – mengurangi pengangguran, mendayagunakan saudara / kenalan / teman yang belum ada pekerjaan

Bagaimana caranya
Saya pernah merekrut sales dan pernah menjalankan 2 skema penggajian : system bagi hasil dan system gaji dengan target.

Sistem bagi hasil
45% : 45% : 10% = 45% sales, 45% pemilik, 10% cadangan perusahaan untuk tagihan macet (misalnya). Persentase dari profit kotor.

1.Sales diberitahu harga modal Rp 123.000 ( harga modal memperhitungkan ongkos kirim sudah sampai di kota Anda )
2.Misal penjualan sales (25 hari x Rp 9000 x 20 pak) + (25 hari x Rp 7000 x 80 pak) = Rp 18.500.000 modal Rp 123.000 X 125 bal = Rp 15.375.000 = profit Rp 3.125.000. dibagi 45% u sales = Rp 1.406.250. Take Home Pay Sales = 45% Profit dikurangi pengeluarannya. Misal penguaran untuk bensin dan makan Rp 400.000/sebulan. Maka Take Home Pay = Rp 1 juta.
Omzet Rp 18.500.000
Modal Rp 15.375.000
Profit Rp 3.125.000
45% pemilik = Rp 1.405.250 | 10 % cadangan = Rp 312.500 | 45% sales = Rp 1.405.250 – pengeluaran 400.000 = 1 juta.
Sesudah 3 bulan dan dia mencapai target profit diatas 1juta sesudah dibagi, saya suruh dia kredit motor baru dengan saya berikan subsidi Rp 300.000/bulan utk bayar kreditan motornya.

Sistem gaji dengan target

1.Gaji Rp 750.000. Uang transport Rp 400.000 sebulan. Senin – Sabtu masuk kerja. Start kantor jam 08.00 WIB.

2.Target 2 bal ( 40pak ) sehari. Sasaran utama : warung warung, bukan agen, kecuali mau dengan harganya. Per 1 pak setor ke kantor Rp 7.500. Jika sales bisa menjual lebih ke warung ( Rp 8.000 s/d 9.000 ) maka selisihnya menjadi hak sales, sebagai tambahan pemasukannya.

3.Perhitungannya :
a.Penjualan : 50 pak x Rp 7.500 x 25 hari kerja = Rp 9.375.000
b.Modal : 2.5 bal x Rp 120.000 x 25 hari kerja = Rp 7.500.000
c.Profit : Rp 1.500.000 – ( 750.000 + 400.000 ) = Rp 725.000 ( u pemilik )
d.untuk sales : Rp 1.150.000 ditambah tambahan dari selisih 7500-8000 = Rp 500 x 50 pak x 25 hari kerja = Rp 625.000 = 1.775.000 dikurangi bensin +makannya = Rp 500.000 maka total sebulan bisa membawa pulang uang Rp 1.275.000. Wow!!

Model ini cocok untuk pemerataan ke warung warung / coverage. Untuk agen-agen kita datangi sendiri atau didatangi oleh sales senior atau supervisor karena harganya dijual lebih murah dari Rp 7.500 / pak dan kita harus negosiasi masalah quota dan pembayaran ( biasanya tempo 2 minggu-1 bulan ).

Model ini juga cocok untuk sales yang sudah punya motor sendiri, sales yang ingin freelance karena dia juga sudah punya barang dagangan lain.
Kalau polanya sudah dipelajari, dan sudah terbiasa dengan mengelola team sales, maka bisa ditambah team sales menjadi 2, 4, 6, 10 sales dst. Merekrut tukang tukang ojeg juga bisa jalan.

Jika ada 6 sales

System bagi hasil : 6 x Rp 1.405.250 = Rp 8.431.500
System gaji + target : 6 x Rp 725.000 = Rp 4.350.000
Angka-angka gaji, biaya transport, harga jual ke konsumen bisa Anda sesuaikan dengan situasi kota dan kebijakan Anda. Yang jelas bisnis distribusi ini akan selalu ada, tidak pernah mati. Bisnisnya jelas, bukan MLM, banyak yang akhirnya kaya dan besar darinya. Apalgi produk Jahe Merah sangat unik. Berkhasiat, murah tapi bukan produk murahan, dan pasarnya masih terbuka, minim pesaing, keuntungan baik. Kalau bukan Anda yang melakukan maka mungkin orang lain atau pesaing Anda yang mengambilnya. Selamat berbisnis !!

Pengetahuan mengenai JAHE AROMA


<< ini 1 sachet Jahe AROMA







Komposisi :
• Jahe Merah : ada 3 macam jahe yaitu jahe emprit (ukuran kecil) jahe gajah (besar) dan jahe merah ( ukuran sedang ada warna merahnya ). Jahe Merah paling banyak minyak atsirinya jadi paling berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah.
• Habbatussauda : salah satu hadits nabi SAW ( Riwayat Bukhori Muslim ) menyatakan sebagai obat dari segala penyakit.
• Sari Kurma : sumber energy,
• Zaitun : baik untuk kolesterol, menjadikan larut dengan baik di dalam usus
• Tribulus : tumbuhan dari Afrika yang dipercaya sebagai obat kuat laki-laki, menjadikan badan segar dan bergairah
• Purwoceng : di Jawa, juga dipercaya sebagai obat kuat laki-laki, melancarkan peredaran darah dan menjadikan badang segar berenergi
• Gula Aren dan Gula Tebu = Menjadikan minuman instan siap saji. Tidak perlu menambahkan gula lagi. Komposisi gula aren membuat rasa manis dan beraroma tanpa membahayakan bagi penderita diabetes.
Semua diproses sehingga menjadi real extract. Tidak berampas. Khasiat lebih kuat. Walau dalam 1 sachet gramnya 15g, setara dengan bahkan lebih baik daripada competitor yang gram-nya per sachet lebih banyak tetapi bukan extract ( endapannya lebih banyak ).
Tips : beberapa merek JAHE MERAH menggunakan tambahan lada hitam atau bahkan cabe agar terasa pedasnya. Tetapi hal ini membahayakan jika diminum penderita maag. Jahe yang asli efek pedasnya hanya lewat saja di mulut tetapi efek hangatnya diperut terasa. Sementara yang mencampurkan dengan lada hitam efek pedasnya lebih terasa di lidah/mulut, sepintas seolah lebih paten rasa jahenya, tetapi khasiat menghangatkan dan menyehatkannya kurang.

Harga JUAL
Harga jual per sachet JAHE AROMA ke konsumen langsung Rp 1.000
Jika warung mendapat harga Rp 9.000/pak dari sales, maka dia akan mendapat untung Rp 3.000 per pak jika bisa menjual 12 sachet ( 1 pak ).
Harga jual konsumen di tiap daerah berbeda-beda, beberapa kota di Jawa atau di hampir semua kota di luar Jawa bervariasi dari Rp 1.500 s/d Rp 2.500.
Harga jual ke konsumen juga mempengaruhi harga jual kita ke warung. Sales bisa dikomando untuk menjual di harga Rp 10.000 s/d Rp 12.500 / pak.
Di warung, jika dijual dalam bentuk seduh, 1 sachet JAHE AROMA bisa seharga Rp 2.500, Rp 3.000 atau Rp 4.000. Jika ditambahkan susu atau dicampurkan dalam Susu Telor Madu Jahe AROMA maka dijual antara Rp 5.000 - Rp 10.000.
Titik titik yang cocok untuk Jahe AROMA :
• Warung warung di pinggir jalan atau di tengah kampung
• Penjaja minuman keliling dengan termos di terminal, pelabuhan, di kereta, pasar. Malah kita bisa memberdayakan mereka dengan memodali mereka dengan termos dan minuman minuman lain misal kopi, kopi susu, teh, dsb dengan system setoran.
• Warung indomie, warung bubur kacang hijau, cafĂ© pinggir jalan, angkringan
• Warung makan, restoran, cafe ( dimasukkan dalam bagian menu )
• Rumah-rumah pemakai langsung ( potensi keuntungan jadi besar )
• Warung dekat kantor polisi, gardu jaga, pengelola parkiran pool taxi, pos satpam,
• Mini market local, hotel, penginapan.
• Kantin rumah sakit, koperasi kantor (tapi biasanya susah pembayarannya) kantor-kantor (kerjasama dengan office boy – menjadikan mereka sebagai agen)
• Tukang tukang pijat tradisional, kios pijat refleksi, salon, spa, ahli bekam, pengobatan alternative, ( biasanya mereka menyajikan minuman seduh jahe sesudah terapi )
• Kerjasama dengan merek lain yang juga sedang promo, join promo. Beli produk A berhadiah JAHE AROMA, atau beli JAHE AROMA berhadiah produk lain tersebut. Skema kerjasamanya bagi keuntungan. Atau dari Anda memberi harga termurah yang bisa Anda berikan.
Bagaimana mekanisme marketing JAHE AROMA di tempat Anda :
Cara konvensional
1. Untuk tahap pertama jika Jahe Merah belum dikenal oleh masyarakat dan warung warung di kota Anda, maka harus dikonsinyasi dulu. Sistem taruh dulu, bayar kalau laku. Jangan lupa memberi harga sedikit lebih mahal daripada kalau dia mau membeli cash. Misal konsinyasi Rp 10.000, kalau tempo seminggu Rp9.500 kalau cash Rp 9.000, kalau mau sekaligus beli 2 pak @ Rp 8.000/pak. Tahap ini bisa kita kerjakan sendiri, belum merekrut sales. Yang penting pada tahap ini adalah kita bisa minta ijin menempel brosur atau poster Jahe AROMA. 2 minggu kemudian ditengok lagi. Yang laku kita minta bayar. Kalau sudah 2-3 kali datang dan kita lihat JAHE AROMA laku, kita bisa minta ubah dari sistem konsinyasi menjadi tempo 1 minggu atau sistem cash dengan harga lebih murah tadi. Kalau nanti sudah terkumpul pelanggan / titik / warung cukup untuk 2 minggu kerja, maka bisa dimulai rekrut sales yunior untuk area yang sudah ada. Karena dia tinggal meneruskan. Kita juga bisa mulai rekrut sales senior untuk membuka area baru. Terus begitu sampai akhirnya kita besar.
Cara baru yang lebih efektif dan cepat
1. Usahakan bertemu dengan orang penting di daerah Anda. Pak Lurah, Pak Camat, Dosen ternama, Pak Bupati, Pak Gubernur. Tokoh DPR, Tokoh Agama, Pimpinan pesantren. Beri gratis JAHE AROMA. Kemudian minta TESTIMONI POSITIF-nya. Ingat, testimony positif bukan sekedar testimoni. Lalu foto.
2. Foto dan kata-katanya lalu bisa kita jadikan materi iklan di Koran lokal. Jangan lupa sertakan no telp Anda agar orang yang tertarik bisa segera menghubungi Anda. Fokus iklan adalah untuk mencari agen dan kerjasama. Budget iklan di perusahaan terkenal bahkan ada yang 1 : 1 dengan budget untuk pengadaan barang. Artinya jika barang senilai 10juta. Biaya iklan bisa jadi 10 juta juga. Tapi dibagi dalam 3-6 bulan pertama. ( atau 1 tahun pertama ). Masa masa ketika kita konsentrasi untuk membesarkan pasar. Selanjutnya biaya iklan tidak perlu sebesar itu lagi.
3. Seolah cara ini memberatkan diawal. Tetapi cepat besar dan kita bisa konsentrasi sebagai distributor besar saja, mungkin malah tidak perlu terlalu banyak rekrut team sales, karena biasanya banyak yang kemudian bersedia membeli dalam jumlah besar dan menjadi agen utama dibawah kita. Omzet sebulan 200-500 bal sebagai distributor utama adalah mungkin dan sangat bisa dicapai. Proteksi yang bisa diberikan oleh kami dari pihak produsen JAHE AROMA adalah jika Anda sudah menjadi distributor utama JAHE AROMA di kota Anda, sekira nanti ada permintaan masuk ke kami langsung, dari kota yang sama, maka kami akan arahkan pembelian kepada Anda. Kita beritahu bahwa kita sudah punya perwakilan yaitu Anda, di kota tersebut, dan silakan menuju langsung ke perwakilan kami tersebut / Anda. Enak tho.
4. Syarat agar resmi menjadi Distributor Utama untuk kota Anda adalah pembelian langsung 100 bal. untuk pembelian langsung 100 bal, kami berikan potongan harga menjadi @ Rp 115.000/bal. Total berarti Rp 115.000 x 100 = Rp 11.500.000 tambah ongkos kirim. Selanjutnya pembelian berikutnya selalu dapat harga @ Rp 115.000 tersebut berarapun quantitynya.
5. Dengan harga Rp 115.000 / bal, maka potensi keuntungan Anda bertambah dan bisa digunakan untuk tambahan sales atau biaya iklan.

Kerjasama dengan pesantren
Cerita ini bagi saya sangat inspiratif dan membuat kami semangat untuk terus memproduksi JAHE AROMA ini. Karena tak dinyana apa yang kami produksi ternyata bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bahkan yang kami belum kenal sebelumnya. Berdagang jahe AROMA ini jadi lebih menyenangkan hati daripada masa ketika kami menjadi pegawai sebuah perusahaan luar negeri sebelum era ini.
Ada satu teman kami, seorang pemilik perusahaan besar. Dia mempunyai pesantren binaan, tempat anak yatim dan terlantar dipelihara. Keprihatinannya adalah guru-guru yang mengajar disana sangat kekurangan penghasilan sementara mereka mengajar dengan sangat ikhlas di pesantren tersebut. Teman kami ini akhirnya berinisiatif memberikan umpan untuk menambah penghasilan para guru tersebut.
Dia membawa JAHE ini lalu menunjukkan kepada mereka. Apakah produk ini ada yang mau mengkonsumsinya? Kalau dijual apakah ada yang mau beli? Sanggupkah mereka menjualnya? Apa strategi mereka untuk bisa menjualnya? Diskusinya seru. Cara menjual, kesepakatan harga jual, pembagian area jual.
Akhirnya mereka berkomitmen untuk mencari tambahan penghasilan dengan menjual produk ini. Mereka mengajukan pinjaman kepada teman kami tersebut. hanya saja pinjamannya bukan berupa uang, tapi modal berupa barang, ya JAHE ini. Setiap waktu tertentu mereka akan mengembalikan pinjaman tersebut dan memutar kembali berupa barang lagi. Pada kenyataannya tempo 1 bulan yang dijanjikan ternyata belum 1 bulan mereka sudah minta kiriman barang lagi karena sudah habis, dan uangnya juga sudah terkumpul. Mreka pun mendapat keuntungan yang cukup untuk menghidupi keluarganya.
Produk JAHE AROMA sangat cocok untuk program pemberdayaan seperti ini karena produknya yang murah ( jual konsumen Rp 1.000 / sangat terjangkau ) sehingga mudah pemasarannya. Sementara barangnya termasuk minuman kesehatan, sehingga bermanfaat dan kita mantap memasarkannya. Ini produk sehat kok!! Juga tidak perlu pendidikan khusus untuk bisa menjual.
Dengan potensi sebulan bisa mendapatkan pemasukan diatas 1 juta ( cara bagi hasil maupun cara gaji dengan target ) sudah jauh diatas standar UMR. Pengangguran, remaja masjid yang belum ada pekerjaan tetap, tukang ojeg, korban PHK, bahkan buruh pabrik dengan penghasilan sangat minim bisa kita tawarkan untuk menjalankan usaha distribusi JAHE AROMA ini.

Ketika DUKA itu Mendekat



setiap kejadian yang tidak membuat kita mati, maka ia sengaja didatangkan untuk membuat kita kuat.
Allah memberi kita hidup di dunia, salah satunya adalah untuk ngasih pengalaman : bahwa semua yg ada didunia toh akan hilang dan pergi. entah itu hal positif or negatif, akan ada waktunya pergi. diganti dengan lawannya : Uang dan tidak beruang gantian saja datang dan pergi, demikian juga benda, orang, peluang, harapan, rasa gembira, rasa sedih, miskin, kaya, kemuliaan, nama baik. kalo semua kita sudah pernah alami, enaknya kedatangan yg positif dan tidak nekanya ketimpa yg negatif... lalu kita akan merasa semua ternyata begitu dangkal. kekayaan tidak lebih baik dari tidak punya apa-apa.... sampai kita nanti merasa ada sesuatu yg lebih esensial dari semua ini... ada di dalam diri kita yg menuntun menju kesejatian dan yg lebih tinggi dari urusan yg tadi tadi itu... APAKAH ITU??? Alami saja semua hal bro, pahit dan manis, suka dan kecewa... nanti akan terkuak tingkatan "penghayatan hidup" yg lebih tinggi...
Tidak perlu berprinsip seperti orang cina.. "kalo nda sekarang kapan lagi bisa kaya"... ngoyo mendaki sampai ke puncak tangga baru kemudian sadar ternyata tangganya bersandar pada dinding yg salah...

Aku Dimana-Mana, Maka Aku Tidak Kemana-Mana



Di komunitas seperti TDA,
Adalah keniscayaan untuk berkelimpahan panutan.
Melihat gunung kesuksesan begitu banyak.
Disana sukses disini sukses

Yang di internet jadi meroket..
Yang di herbal jadi besar..
Yang di salon melambung bagai balon..
Jualan kerudung kantongnya makin mbelendung
Jualan kaos bisa jadi boss..
Jualan baju anak jadi duit yang beranak pinak..
Jualan parfum bisa buat beli brum brum..
Jualan cireng isi omzetnya nggegirisi..
Jualan pulsa aja bisa jadi sang raja
Jualan krupuk setan aja pemasukannya kelewatan ( banyaknya )
Bahkan yang jualan banyolan & plesetan aja jadi banyak kenalan & gebetan
Pake kaos gambar monyet aja njadikan bisa tetet-towet tetet-towet di seantero negri bahkan luarnya negri...

Kurang Contoh apa di TDA ?
Buat kita kita yang pemula,
TDA adalah syurga belajar dan mengejar..

Tapi AWAS!!
Justru disitulah bahaya nya !!
Baik Bahaya Lisan, Bahaya Tubuh, maupun Bahaya Isyarat (saya ketularan mas Wahyu Liz)

Tapi justru Anda akan bingung menentukan ikutan.
Mau pilih yang mana yang dijeburi
Bisnis apa yang diterjuni
secara terus, terus dan terus untuk jangka waktu cukup lama
Sangat mudah di TDA untuk mengalami hal seperti ini :
"Aku Dimana-Mana, Sehingga Aku Tidak Kemana-Mana"
sebuah pengalaman nyata yang isyaALLAH saya sharing pada Anda, next tulisan..

Sudahlah..
Masing-masing kita pasti ada uniknya. Pasti !
Akan justru lebih bermakna,
Jika masing-masing kita mengasah kekhususan kita.
Jika masing-masing kita mengikuti gerak hati kita.
Yang sukses ditangan beliau belum tentu terulang sama di tangan kita.
Sebaiknya kita segera kembali pada 3 hal.
Tetapkan tujuan,
Mengetahui kemampuan,
Dan tekuni perjalanan.

Bagi pemula dan yang mau resign,
Ada masanya ketika justru kita menghentikan tengok sana tengok sini
(apa lagi ini momen mau datang ke MILAD IV TDA, masanya tengak tengok)
Lalu meluangkan waktu justru untuk melirik diri sendiri
Sebenarnya kita ini yang paling dipingini yang mana???
Dan itu tak semudah yang kita kira..
atau justru itulah hal yang paling mudah..?

salam kemajuan dan keberkahan

membaca postingan ini tidak menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin… tapi, ayo buruan action!!

“Didedikasikan untuk Pesta Wirausaha 2010, dalam rangka Milad 4 TDA”

Heru Utomo RO
| 0812 860 3523 | 021 331 852 89 | FB : heruutomo99@gmail.com
|www.grosirpeci.com | www.jahearoma.com
|blog pribadi : www.heruutomo-arema.blogspot.com

Rute Sang NABI



Saya Heru. Umur 36 tahun. Di usia sekian, terasa ada panggilan untuk sesuatu yang lebih ruhani. Sebuah kebutuhan untuk sebuah jawaban besar tentang kehidupan. Sebuah dorongan untuk merajut jam demi jam dalam kesyikan munajat. Rasanya butuh rajutan waktu diisi dengan sesuatu yang lebih ruhani, mengurangi kesibukan dalam urusan perut, cinta dan nama. Tapi kok makin hari masih saja gelisah. Belum juga bisa khusu. Atau bisa asyik masyuk dalam munajat. Tarikan dunia rasanya masih kuat menjerat sukma. Hitungan untung rugi tanpa henti menari nari di hati. Seribu keinginan masih panjang terdaftar di impian.

Membanding bandingkan, rasanya jauh sekali ya dengan teladan manusia terbaik, yang mana kita bercermin dan mengidamkan menjadi mirip dengannya. Yaitu Sang Nabi. Manusia terbaik.

Kenapa bisa. Kenapa beda dengan saya ya? Apanya yang beda? Atau gimana supaya mencapai ke tahap itu ya?
Kalau dalam umur yang sama, secara fitrah memang manusia akan sampai masanya ketika ada keinginan untuk me-ruhani, tetapi bedanya kalo Nabi keinginan itu bisa diwujudkan, tetapi saya rasanya masih terbelenggu dengan PR-PR yang belum tuntas dari dunia.

Di umur yang sama, 35-an bahkan mungkin lebih muda, sang Nabi sudah mengalihkan perhatiannya dari dunia. Sang Nabi mulai sering menyepi dan bermunajat. Bahkan kadang mengkhususkan pergi ke gua hiro. Memasuki tahapan lebih ruhani. Nabi sudah bisa melepaskan diri dari keinginan terhadap kepemilikan dunia. Perhatiannya sudah berhasil dialihkan ke pencarian yang lebih tinggi, bukan lagi merasakan nikmat ini itu dari harta, keluarga atau nama… tapi tentang mencari nikmat yang lebih tinggi. Nikmatnya hati yang sudah berdamai dengan dirinya sendiri. Nikmat terbukanya pengertian tentang siapa kita, di tengah luasnya alam semesta, di tengah hamparan bumi nan megah.

Lalu timbul pikiran ini. Seseorang sampai ke satu titik tentu sesudah melalui titik titik sebelumnya. Jarang ada yang namanya lompatan. Jarang ada yang namanya keajaiban sampai dengan tiba-tiba. Ibaratnya, kalau ingin sampai ke Bali, jika startnya Jakarta dan melalui jalan darat, orang harus melewati Jawa Tengah lalu Jawa Timur, menyeberang di Banyuwangi, baru sampai di Bali. Boleh boleh saja kemungkinan ada kekhususan sehingga tidak perlu ikuti rute alamiah tapi sampai juga ke etape yang dimaksud. Tapi kita ini kan golongan manusia kebanyakan. Dan Nabi dimaksudkan dijadikan contoh karena perjalanan Nabilah jalan manusia apa adanya.

Tentu demikian juga Nabi. Nabi sampai ke ketenangan hati dan pertemuan dengan petunjuk Ilahi, tentu ada jalannya, tentu ada suluknya, tentu ada rutenya. Maka kalau kita ingin sampai ke maqam Nabi - yaitu ketika beliau mendapat petunjukNya - menurut saya kuncinya adalah mengikuti dulu tahapan tahapan yang juga dilalui Nabi sepanjang hidupnya.

Kita tentu ingat tahapan hidup Nabi. Sejak kecil Nabi sudah mandiri secara keuangan. Dengan menggembala Nabi mendapat upah. Berikutnya ketika remaja, Nabi sudah merasakan wawasan internasional, yaitu ketika diajak kabilah-kabilah dagang pergi ke negeri negeri tetangga. Masa pemuda dan dewasa, Nabi meneruskan profesinya sebagai pedagang. Menjaganya untuk tidak bergantung pada sesama manusia. Dan Nabi sudah mencapai ketinggian profesionalismenya, sehingga banyak orang percaya dan mau bekerjasama dengannya. Dari perdagangannya, Nabi sudah mencapai kemapanan finansial sejak masa muda. Terbukti ketika menikah dengan Khadijah, Nabi mampu memberi mas kawin 400 ekor unta. Itu mas kawin ukuran seorang konglomerat. Sesudah menikah, Nabi memasuki tahap baru, tahap ketika namanya sangat dihormati sebagai tokoh masyarakat. Sehingga masyarakat pun rela ketika beliau diangkat menjadi hakim dari pertengkaran para kabilah ketika ada perselisihan siapa berhak meletakkan Hajar Aswad pasca banjir di Mekah.

Saya rasa itulah kenapa Nabi bisa dengan rela dan dengan segala kesadarannya mendaki tahap selanjutnya, tahap pengisian ruhani. Karena Nabi SUDAH pernah merasakan tahapan ketika Ilmu dunia sudah dikuasai, harta sudah dimiliki, nama pun sudah dinikmati… sudah cukup pengalaman keduniaan baik secara fisik maupun psikis.

Artinya kalau saya ingin sampai ke dataran kekhusu'an, tahapan ketenangan ruhani, tahapan ketika hati ini berdamai dengan diri, saya harus pernah mengalami kemapanan finansial, juga nama baik dimata masarakat. Di tengahnya ada menikah dan memiliki berkeluarga yang bahagia. Duh PR-nya banyak banget ya.

Alhamdulillah saya sudah memutuskan untuk berdagang dan tidak lagi menjadi pegawai. Alhamdulillah saya juga sudah menikah. Jadi Prnya tinggal memperdalam ilmu dan reputasi sehingga jadi profesional, lalu menata keluarga agar mencapai tahapan keluarga bahagia, lalu kemapanan finansial, lalu aktif di aktivitas kemasyarakatan. Eeeee… malah banyakan tahap yang belum daripada yang sudah ya… huhuhu.

Untuk ukuran usia yang sudah 36 tahun, saya tertinggal jauh dengan tahapan usia dan pencapaian yang dicontohkan Nabi. Umur segini Nabi sudah mulai bergua Hiro, saya masih tahapan start up dalam bisnis, masih mencari kemapanan finansial.

Artinya… artinya ya kejar saja… nda usah menyesali dan nda usah ina inu… kejar saja… jalani saja… kalaulah kita tidak sampai ke tujuan yang kita mau setidaknya kita sadari jalan yang sedang kita tempuh inilah yang menyampaikan kita ke ujung yang benar. Tidak masalah kalau kita sudah is dead di tengah jalan… asal arah hadapnya sudah benar… begitukah?

Poin lain :
Untuk mencapai kedewasaan dan kematangan lebih singkat, ternyata Nabi ngasih contohnya dengan jalan berprofesi sebagai pedagang lho...

Membuat Bisnis dari Gambar Akhir

Kalo melihat mall, ruko dan kios yang banyak dibangun akhir-akhir ini, di seantero negeri, kita bisa bersyukur bahwa sektor retail pasti akan mendapatkan berkahnya. Akan muncul sekian toko yang bisa hidup darinya. Akan banyak tenaga kerja bisa terserap disana. Lumayan. Pengangguran sedikit ( ato malah banyak ? ) berkurang.

Alhamdulillah lagi. Banyak teman TDA menjadi pelaku bisnis retail tersebut. Banyak pemilik kios dan toko adalah temen TDA. Saya salah satunya. Ada 4 toko lagi. Toko herbal, toko obat, toko kosmetik dan optik. Sombong oiiii… uts uts…

Yang saya sadari kemudian, ternyata dari banyak toko di mall, kios dan ruko itu, sebagian besar yang tertampung jadi tenaga kerjanya adalah anak muda, bujangan maupun yang sudah kawin (pasangan muda. Yang masih segar. Yang masih mudah diajari. Kadang pendidikan juga jadi pertimbangan. Kalo bisa sih yang masih bebas ( single ) sehingga nda banyak excuse. Tanpa saya sadar ternyata saya juga ikutan trend milih yang kriterianya begituan.

Lalu ada yang komplain :

"Lha kayak saya Her, yang sekolah aja nggak kelar. Keahlian nda punya. Umur udah nggak seger (emang sayuuur !!). Sudah ada buntut (keluarga dan anak). Ya nda masuk kriteria untuk kerja gituan. Trus kerjanya nungguin lagi.. Nda betah juga sayanya. Jadi ya ujungnya gini ini… ngojek. Lha bisanya juga gini".

"Mikir juga sih Ru? Sampe umur berapa kuat begini. Apalagi yang sama-sama ngojeg sekarang makin banyak. Angkot juga sudah makin rata. Susah, saban harinya juga, ngedapetin langganan. Kalo dulu ngojek sehari bisa dapat 50 ribu. Sekarang 15 ribu aja udah makan waktu seharian. Si iyan aja, yang kemarin masih kerja aja, ujung punya ujung ya sama ama kite. Ngojeg. Katanya di PHK. Pesangon nda dapet. Ndagang, mana modalnya? Paling bisa ya ngojeg. Makin banyak aja nih anggota ( sesama tukang ojeg satu pangkalan - maksudnya )".

"Mana anak makin gede lagi. Tiap hari ada aja sekolahnya acara. Ini duit itu duit. Qurban aja, katanya wajib tiap murid nyawer. Buat beli sapi katanya. Kagak dikasih, dia-nya malu mau sekolah. Dikasih ganti emaknya nyap nyap. Lha kita aja beras habis bang. Istri ngedumel. Pusing dah"

"Gue kerja apa ya, her? Sebenarnya udah gerah banget nih ngojeg. Gini gini aja. Lho bikin apa kek gitu, gue ikutan deh".

Saya pernah diajari dari ilmu 7 habits Stephen Covey, bahwa setiap orang harusnya berjalan dengan mempunyai "misi hidup". Pak Jamil Azzaini juga punya pesan untuk membuat proposal hidup. Pernah saya tulis bahwa saya pingin jadi orang yang banyak memberi dan diberi kemampuan untuk memberi. Mendengar keluh kesah kayak gitu rasanya kepala cekot cekot… untung saya jualan herbal jadinya saya minum habbatussauda…. ( iklan ! Pantesan ora nyambung ! )
Apa yang bisa kita kerjain untuk situasi kayak gini ya.
Mosok kita yang ada sedikit kelebihan nda bisa nemuin jawabnya sih.

Harusnya mereka yang jagoan nyusurin jalanan ini dikasih barang aja suruh ndagangin ke warung warung. Bukannya sekarang orang pada sadar untuk berwirausaha sehingga jumlah warung dan kios makin buaannnyak. Lah berarti kan pangsa pasar untuk yang punya barang terbuka luas nih. Tinggal kita bikinin aja barang lalu mereka ini yang cocok untuk men-sales-in. men-distribusi-in.

Belajar dari para senior. Jualan minuman instan jahe merah kayaknya bisa jalan deh. Barangnya ada khasiatnya. Diterima banyak kalangan. Bukan barang yang sangat canggih sehingga siapa aja bisa jual. Juga bukan barang yang udah umum banget sehingga persaingannya berdarah darah gitu. … nah ideal nih sebagai barang dagangan. Tinggal bikin komposisi, merek dan harga yang para tukang ojeg ini jadi mudah ngejualnya….

Mbikin bisnis itu mudah dan seharusnya tidak pernah jadi masalah. Yang jadi masalah itu mbikin rangkaian bisnis yang bisa jalan. Modal juga harusnya nda jadi masalah. Mencarinya yang jadi masalah. Itu sih gurauan teman saya. Hehe.

Cerita berlanjut. Alhamdulillah banyak teman, temannya teman, bahkan temannya temannya teman yang mendukung pembuatan produk yang bisa dipake dagang orang orang dengan cerita dan keinginan sama dengan tukang ojeg tadi. Hingga akhirnya jadi-lah produk "jahe merah aroma" - www.jahearoma.com.
Diset harga sangat murah (harga grosirnya),
jualnya bisa mahal,
berkhasiat,
diolah dengan baik,
sangat marketable
cocok untuk digerakkan mereka yang kepepet pingin berubah
dan mencari suasana baru selain aktivitas penghasilan sekarang .

Bayangkan kalo mereka jualan sehari bisa nyamperin 20-30 warung.
( di Jakarta 1 gang aja rata-rata ada 2-3 warung, satu RT bisa ada 10-an warung ).
Per warung beli 2 pak.
Per pak mereka bisa dapatkan profit Rp 2.000
( = jual ke warung Rp 8.000 ; sebenarnya bisa juga lebih hingga 3.000 or 4.000 kalo jualnya Rp 9.000 - 10.000 ).
Dikali 20-30 warung.
Berarti sehari 20 x 2 x Rp 2.000 = Rp 80.000 atau malah kalo 30 warung = Rp 120.000 per hari.
Sebulan 25 hari kerja = 2juta s/d 3juta untung nya lho.
( Modaaar, lha kok lebih gede dari gaji saya jadi pegawe ni… wis saya tak banting stir jadi jualan jahe aja ya Ru. Outs maaf Anda ditolak.. karena Anda bukan tukang ojeg… kekekekekek ).

Jadi kalo Anda juga mempunyai kenalan yang sama problemnya dengan tukang ojeg diatas. Tidak qualified dengan bisnis toko Anda. Sementara dia kita tahu jujur dan niat berubah. Berilah mereka umpan. Kami sudah siapkan umpannya. Tinggal menunggu kebaikan Anda untuk jadi investornya.

Kebayang nda sih, teman, tetangga, kenalan Anda yang kemarin bingung cari kerja yang lebih menghasilkan, sekarang sibuk jualan. Suami istri mungkin, kerjasama naik sepeda motor, keliling ke rumah rumah, menawarkan dagangan. Hari ini jahe merah, mbesok bertambah lagi, berkembang dan berkembang akhirnya mereka jadi agen besar... dan ekonomi merekapun membaik. Hanya sesederhana itu bayangan saya ketika memulai membuat produk ini. Tapi itu saja cukup untuk menggerakkan banyak orang hingga produk yang seperti jahe aroma ini terwujud.
Gambar akhir itulah yang saya kejar dan jadi panduan saya waktu setting produk jahe aroma ini. Semoga kami mampu mewujudkannya.

-----

Penjelasan lebih lanjut silakan hubungi mas Arief Wahyuadi -
seorang jebolan SEL ( Social Entrepereneur Leader )-nya Dompet Dhuafa yang sekarang jadi the master of jahe merah.

www.jahearoma.com
Kantor Jahe Aroma
Ikhwan Mandiri - KS Tubun Raya 9 Petamburan Jakarta Pusat
021 532 6071 | 0858 8138 6154 ( mentari )| 021 947 12 887 ( esia )
Ym : grosirpeci | facebook : grosirpeci@yahoo.com

Suatu Hari di Surga, nanti...



Membaca buku-buku kisah para sufi, didapati bahwa pemcarian terbesar mereka adalah "bertemu denganNya nanti di akhirat". Bagaimana bayangan pertemuan yang mereka begitu nanti-nantikan? Bertahun tahun kemudian saya mendapatkan kisah perumpamaan... dan ternyata begitu menahru biaru perasaan.... begini kisahnya disarikan dari beberapa hadits nabi :


Ketika itu di syurga
Para penghuni sedang sibuk dengan kesibukannya masing-masing
Menikmati rahmat Tuhan yang berlimpah dan tak terkatakan
Lalu penyeru syurga memanggil
Wahai sekalian penghuni syurga, sesungguhnya Rabb kalian meminta kalian berkunjung kepada-Nya,
Maka mari kita berkunjung kepada-Nya
Penghuni syurga menjawab "kami dengar dan patuh,
Kemudian mereka segera berdiri untuk berkunjung kepada-Nya
Mereka terkejut ternyata kendaraan telah disiapkan
Mereka naik kendaraan tersebut yang berjalan dengan cepat
Hingga berhenti di satu tempat di syurga
Sebuah lembah yang harum sekali
Lembah itu bertanahkan pasir dari kasturi putih
Inilah lembah yang diciptakan khusus untuk hari pertemuan
Hari yang telah dijanjikan dan disebut juga hari penambahan

Allah memerintahkan meletakkan kursi-Nya di sana
Kursinya yang sangat agung dan megah
Kalaulah bukan karena Rahmat dan Penguatan-Nya
Mata biasa akan silau dan terbakar oleh keagungannya

Ternyata KursiNya dikelilingi oleh kursi-kursi lain dari cahaya
Lalu mereka dikelilingi lagi oleh mimbar-mimbar
Dari cahaya dan dari emas yang direnda dengan permata-permata

Datanglah para penghuni syurga disana
dari ghurafnya masing-masing
Mengendarai kuda-kuda yang mempunyai sayap dari mutiara yakut berwarna merah
Kemudian orang-orang yang jujur ( shiddiqin ) dan para syuhada datang
Dan duduk diatas mimbar-mimbar cahaya
Mimbar-mimbar emas berenda permata-permata .
Para nabi datang dan duduk diatas kursi-kursi dari cahaya

Tidak ada satu pun malaikat yang meninggalkan mereka sendirian

Lalu Allah turun dari Illiyyin.
Dia duduk diatas Kursi-Nya
Baru setelah itu, Allah Azza wa Jalla menampakkan Diri pada mereka.
Dan merekapun melihat-Nya
Sekiranya Allah mengadakan kebinasaan sesudah hari akhir
Maka pastilah mereka semua terbakar karena dahsyatnya cahayaNYA
Tapi Allah menjadikan smeua penghuni syurga sanggup melihatNya
Sebagaimana di dunia kita bisa melihat rembulan dikala purnama dengan jelas
Saat itu, para penghuni syurga merasa tidak pernah melihat yang paling indah
Selain wajahNya,
Belum pernah mendengar suara yang paling merdu
Selain suara-Nya

Mereka pun sontak bersujud karena keagunganNya
Firman Allah "Bangunlah, ini bukan dunia amal.. Ini adalah dunia pembalasan
Merekapun bangkit dari sujudnya
Mata mereka tak lepas dari memandang keindahan dan keagungan
Tuhan pencipta Alam Semesta yang selama ini mereka cinta dan mereka sembah
Yang keindahan ciptaanNya saja begitu nyata terlihat di dunia
Karena ciptaanya saja begitu indah dan cantik
Bahkan di syurga itu segala di dunia menjadi berlipat-lipat
Indah dan cantiknya
Kini Pencipta semua itu hadir dan bercengrama dengan mereka

Firman Allah : Aku-lah yang memenuhi janji-KU pada kalian
Aku-lah yang menyempurnakan nikmat-Ku pada kalian
Ini adalah tempat kemulian-Ku.
Maka mintalah apa saja kepada-Ku!

Mereka pun meminta keridhaan-Nya.
Firman Allah : keridhaan-Ku telah menempatkan kalian ke dalam syurga-Ku.
Aku adalah pemilik kemuliaan-Ku, maka silahkan minta apa saja kepada-Ku
Mereka meminta keridhaan-Nya untuk kedua kalinya
Lalu Allah memperlihatkan bukti keridhaanNya yang mereka minta
Firman Allah : Sekarang mintalah apa saja kepada-Ku
Penghuni syurgapun memintakan permintaannya, sampai tidak sanggup lagi mereka meminta
Setiap penghuni syurga berkesempatan memintakan langsung permintaannya kepada-Nya

Disitu tidak ada seorangpun yang tidak berbicara langsung kepada-Nya
Hingga Allah bertanya : " Hai fulan bin fulan…"
"apakah engkau ingat bahwa pada suatu hari engkau mengerjakan ini dan itu?"
Selain ituAllah juga menunjukkan kepada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya di dunia dahulu.
Orang tersebut menjawab " ya, aku ingat. Apakah Engkau ya Allah tidak memberi ampunan kepadaku?
Jawab Allah "Ya, karena sebab ampunan-Ku lah negkau mendapatkan kedudukan setinggi ini

Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, awan menaungi mereka dari atas mereka
Awan tersebut memeberikan aroma wangi yang tidak ada tandingannya kepada mereka
Kemudaian Allah berfirman : berdirilah kalian
kepada kemuliaan yang telah Aku siapkan untuk kalian
Dan silakan ambil mana yang kalian sukai
Mereka semua lalu meminta apa saja yang mereka inginkan hingga mereka tidak mampu meminta.
Saat itu, dibukakan untuk mereka berbagai kenikmatan
yang tidak pernah dilihat oleh mata,
tidak pernah didengar oleh telinga, dan
tidak pernah terlintas dalam hati.
Dan itu semua tergantung dari kadar kepulangan mereka dari shalat jumat
Artinya amal yang dikerjakan dari satu jumat ke jumat berikutnya
Lalu Allah mengirim angin kepada bukit pasir kesturi tersebut
Angin itu menyapukan pasir kasturi ke wajah mereka

Setelah itu, Allah naik dengan kursi-Nya
Dan diikuti para Nabi dan orang-orang yang jujur ( shiddiqin )
Bersamaan itu pula para penghuni ghuraf kembali ke ghurafnya masing masing
Ghuraf tersebut adalah rumah para penghuni syurga
Berupa mutiara lu'lu yang berwarna putih,
Mutiara zabarjad yan berwarna biru
Dan mutiara yakut yang berwarna merah
Begitu pula kamar-kamarnya dan pintu-pintunya
Di ghuraf tersebut sungai-sungai mengalir, ada istri-istri, pelayan-pelayan
Dan buah-buahan yang rendah ke bumi
Disediakan untuk orang yang baik ucapannya
Memberikan makanan pada orang lain
Senantiasa mengerjakan puasa dan sholat malam
Pada saat orang lain sedang tidur
Namun itu semua tak ada artinya bagi mereka dibandingkan pertemuan dengan Allah pada hari jumat
Karena dengan pertemuan tersebut, mereka bisa sering melihat Allah
Dan mendapat tambahan kemuliaan dari-Nya

Para istri-istri mereka melihat suami-suami mereka pulang
dengan wajah yang lebih tampan daripada ketika berangkat.
Demikian juga para suami itu melihat istri-istri mereka wajahnya menjadi semakin cantik jelita.
Karena melihat Allah lah sehingga wajah mereka diliputi kemuliaan yang lebih.

Sejak membacanya, rasanya tidak ingin berpaling lagi dari hari itu...

Nasehat Ruhani Pemimpin Bisnis 1

Riyadhah & Hawa Nafsu



Yahya bin Muadz Ar Razi ra berkata : Perangilah nafsu Anda dengan ketaatan dan riyadhah (latihan). Riyadhah itu adalah mengurangi tidur, sedikit bicara, menggung derita dari gangguan orang lain, dan sedikit makan.

Dari kurang tidur dihasikan kejernihan keinginan.
Dari sedikit bicara dihasilkan keselamatan dari segala penyakit.
Dari menanggung derita akan dicapai segala tujuan.
Dari sedikit makan akan dihasilkan kematian syahwat, sebab
dengan banyak makan dihasilkan kekerasan hati dan kehilangan cahayanya.
Cahaya hikmah adalah dalam lapar, sedangkan kenyang membuat jauh dari Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw : Terangiah kalbu kalian dengan lapar.
Perangilah nafsu kalian dengan lapar dan dahaga.
Kekalkanlah perlindungan di pintu syurga dengan lapar.
Sebab, pahala di dalam hal itu adalah seperti pahala orang yang berperang di jalan Allah. Padahal, tidak ada perbuatan yang lebih dicintai Allah ketimbang lapar dan dahaga. Orang yang memenuhi perutnya tidak akan masuk ke kerajaan langit dan tidak merasakan manisnya ibadah.

Imam Ghazali - Menyingkap Hati Menghampiri Ilahi hal 109-110 - Pustaka Hidayah

Optik Sinergi Nambah Dekorasi



Tambah cakep dan berkelas kan??? heheheh klaim sepihak..

Optik Sinergi selalu Tutup Jam 11 Malam Lebih

Wuih judulnya bombastis ya.... beneran nda sih.
Beneran deh... soalnya sering toko dijadikan tempat ketemuan mbahas macem-macem. Hampir tiap hari. Ini beberapa rekamannya, yang lain nda selalu kerekam sih.









Yang terakhir ini tentu saja bukan acara yang sampe jam 11 malam itu. Ini sih sore optik dijadikan tempat ngaji... halah halah.. Ina Restu nda mau kalah, juga tukang ngimpulin teman dibawa ke rumah atau sekarang dibawa ke toko...

Optik Sinergi Nambah Alat



Optik - optik besar standarnya pake alat ini nih. Namanya PHOROPTOR. Gunanya untuk pemeriksaan ukuran kelainan refraksi mata. Biar pun belum sekelas sama optik optik gede... mendekati standar mereka dalam peralatan dan pelayanan boleh kan....

Sinergi@ Optical


















BEFORE

Sejauh-jauh saya melompat, jatuhnya ke Optik-Optik juga.

Saya -Heru Utomo- seorang Refraksionis Optisien, sesudah 1 tahu resign dari Perusahaan Lensa Terbesar dari Perancis, dan membuka usaha herbal dan peci online, dengan ini mengucapkan :





SOFT OPENING 30 JULI 2009 pk 7.30

BISMILLAHHIRAHMAANIRRAHIIM
dengan ini per tanggal 30 Juli 2009 jam 7.30 membuka usaha baru
OPTIK, Toko Obat, Toko Kosmetik dan Toko Obat Herbal SINERGI.
Alamat Jl Raya PD Jaya no 19A Rt 04 Rw 03



Alhamdulillah, hari pertama aja sudah ada yang beli !!
















KOk banyak penampakan lucu gini di optiknya.















Biar ada pemasukan harian, sekalian aah dijual juga obat warung, kosmetik dan tentu saja obat herbal... Kalo ada orang sakit, biarin aja dia datang ke kita, mau beli obat-obat warung (kimia) yang dia kenal, ya silakan, nanti sedikit demi sedikit kami arahkan ke obat herbal... hehehe. pake teknik salami method.. slash by slash mengalihkan konsumen ke hidup sehat. Teori ini ternyata bisa bikin pemasukan rutin harian. Sedangkan Optik kan memang pemasukannya lebih kaleeeem.

Part 3 : LHA Menjadi Halah-Halah

Akan ada masanya… ketika rejeki itu seperti tercurah dari atas sana. Ketika kemudahan itu beruntun-runtun seolah kita begitu istimewa. Saat itulah kita hanya bisa menggeleng-nggeleng… halah halah… alhamdulillah… halah-halah

Misal yang saya alami.
Dua minggu ujicoba kios di mall ternyata diijinkan untuk perpanjang jadi sebulan.
Sebulan menjelang habis, merasa enak punya kios di mall, saya jadi ada LOA lain… pingin berketerusan punya kios di mall.
Bagaimana kemungkinannya… miliki aja kiosnya.
Saya jadi tahu ada istilah KPK, Kredit Pemilikan Kios…
Masuk etape Lho berikutnya. Lho kok saya nda tahu caranya.
Mulailah sesi berikutnya belajar ke bank bank bagaimana dapat kredit untuk punya kios.
Muncul lho berikutnya… lho bisnis saya ternyata sangat tidak bankable…
Bisnis saya baru di tingkat bank kesel ( bank bikin kesel ) bukan bankable
Jahat banget lu Bank, nolak melulu, nda ada pembelaan wong cilik…
wah pokoknya sia-sia deh usaha saya udah pake sepatu dan berbaju rapi…
Padahal kalo ngerti untuk dapat sepatu saja usaha saya lumayan extra… hehe
lha kan sudah setahun resign, jadi udah lupa cara pake sepatu dan naruhnya dimana ?!!!#@*((>


Waktu udah menjelang habis.
Saya cuma bilang ke rekan saya, cariin alternatif kios lain deh, di mall itu juga. Yang sewanya murah.
Bayarnya ntar pake bismillah.
Pokoknya sekali di mall tetep buka di mall.
Karena hari-hari itu diliputi napsu kayaknya kumis saya saat itu cepat panjang… tapi rambut kok jadi pendek ya… oooh ketarik kali ya… beneran nda sih??

Ternyata ada
tapi sewanya total biaya setahun 20juta-an… halah duit dari mana lagi. Etape Lho! yang gede buat kita saat itu??
Tapi akan ada masanya emang ketika kita sudah sampai ke halah-halah tadi. Banyak miracle happen.

Tahu tahu ada teman yang nelpon dan say hello dan tanya-tanya kemajuan usaha. Nda salah dong saya cerita lho lho tadi…
Setengah jam kemudian ternyata sang kawan menelpon lagi. Oke mas aku support deh. Aku invest-in dana ke usaha itu.
Subhanallah. Kalo sudah sampe di halah-halah, Allah njawabnya cepet banget.
Tapi ada Lho lain lagi.
Tapi ketika kami kumpulkan dana yang ada, ternyata cuma terkumpul separo dari yang diperlukan.
Tapi ada halah-halah susulan.
Manajemen mall keluarkan program khusus short term sewa,
sehingga uang separo tadi bisa cukup. Halah-halah
Bahkan bisa dicicil lagi.. Halah-halah
Sehingga ada duit bisa dipake untuk ndesain jadi kafe lagi.. Halah-halah
Yang furniturenya bisa dibayar nyicil lagi.. Halah-halah
Akhirnya jadilah… kafe herbal…
Tempat kongkow-kongkow sambil minum herbal,
makan mie herbal,
ngrokok herbal,
camilan herbal ( krupuk rasa durian, strawberry )

Kafe Herbal Tamini Square Lt UG Blok 50/5
depan carrefour belakang Optik Optima.

Buat kami, kios itu more than just kafe…

Part 2 : LHO ! Menjadi LHA !

Tidak selamanya mendung berati hujan…
Tidak selamanya ayam jago berkukuruyuk tanda pagi menjelang
Tidak selamanya punya tiket berarti bisa nonton bola ( kasus eM yU… hihihi )

Tidak selamanya LHO selalu menghadang langkah kita mewujudkan LOA
Ada masanya ketika Lho berubah menjadi LHAAAAAAA….
Ketika solusi itu ditemukan, ketika masalah itu terpecahkan, saat itulah kita berteriak LHAAAAA
Teriakan dan rasa leganya kayak kalo habis mati lampu lalu listrik se kampung nyala…

Saat-saat menghadapi beratnya hambatan, adalah baik jika kita mengingat bahwa badai pasti berlalu. Dan memang badai pasti berhenti. Matahari kan bersinar lagi. MU bisa diundang lagi. Bom toh masih bisa dirakit lagi… dan bisa dipilih tempat yang lain lagi. Jadi para wartawan masih bisa nemu berita lagi ( horor banget ya kamu Her )... Sambil nulis ini bom barusan meledak di belakang saya. Untung nya semua sudah tidur sehingga suasana ( = penciuman orang lain ) aman terkendali.

LOA saya adalah untuk punya kios di mall,
Lho ( problem ) saya adalah dana, sistem dan pengatahuan yang nda ada untuk buka di mall.
Januari, Februari, Maret hingga April dan peluang kesana belum juga ada
Semua masih menjadi Lho…

Hingga ada sebuah penawaran, yang segera saya tindaklanjuti. Thanks Pak Agustaf. You are The Hero, expecially for me.

Ketika itu saya sudah teken secarik kesepakatan, bahwa boleh uji pakai kios di mall untuk usaha saya, selama 2 minggu. Saya langsung berhadapan dengan Lho! Saya nda ada modal cukup untuk mengisinya…
saya pakai ilmu LOA saya. Pasrahkan saja…
dan itu hari Selasa.
Rabu ditoko pertama, tahu-tahu YM saya masuk sapaan. Teman SMA yang sudah lama tidak bersua.
Usaha-mu sekarang apa Her? Kayaknya tambah maju. Saya ikutan dong jadi pemodal. Begitu saja. Tanpa Ba, tanpa Bi dan tanpa Bu. Hanya HaHiHu.
Ada angin apa nih? Saya sih nda berharap banyak, tapi saya bertindak banyak, hehe. Wong mbesoknya saya langsung samperin kantornya dan dapat dananya. Hehe lagi.
Jumat saya buka toko pertama saya di mall. Saat itu LOA saya sudah terwujud !! Saya sudah menemukan Lha!!

Gampang kan ya?? Diatas kertas emang gampang. Diatas realitas kehidupan belum tentu.
Di atas realitas kehidupan malah tidak hanya gampang… tapi malah gampaaaang banget.
Mau tahu rahasianya??
Saya akan tuliskan sesudah artikel ini ... insyaALLAH kalo ada umur ya
Next, saya akan ceritakan bahwa LHA itu tidak hanya satu, dia akan datang bersama teman-teman Lha yang lain, sehingga bagi Anda yang mengalami, saking banyaknya Lha dan Lha itu ( kejutan rejeki ) maka kalo bahasa sekarang kita akan bilang halah halaaah...





Part 1 : LOA Menjadi LHO!!

Orang hidup wajib punya keinginan. Itu tandanya hidup. Dan semua orang sama, punya keinginan.
Orang hidup memperjuangkan keinginannya, … nah dibagian ini masing-masing kita beda cerita.
Ada yang gigih mewujudkannya, sampai akhirnya sampai juga,
Ada yang terhenti sejak di hambatan pertama.

Beberapa guru dunia mengajarkan seni MENGINGINKAN disebut LOA - law of attraction.
Keinginan yang jelas lah yang menggiring peristiwa alam itu sendiri mewujudkan-nya menjadi nyata.

Tapi dalam hidup berlaku juga hukum bahwa akan terjadi ujian-ujian.
Akan terjadi cobaan-cobaan sehingga jelas lah berapa kadar keinginan itu sendiri.
Serius nda, emang bener-bener mau nda keinginan itu terwujud…
Maka di kehidupan terjadilah ATHG : ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan ( pelajaran PMP masa SMA th 80-90an banget ya )

Maka sampai lah kita ke etape LHO… masa masa kita menemui ATHG
Lho kok saya nda berani terjun praktek…
sumpah saya takut melangkah, saya takut gagal, saya takut meninggalkan zona nyaman,
saya masih sayang melepas santai-santai saya di hari minggu,
saya takut ketipu,
Lho kok ternyata saya terhambat modal yo… !!
Lho kok ternyata saya nda punya keahlian di bidang itu, saya berguru ke mana nih??
Lho… dan Lho…

Masa-masa kita menghadapi LHO tak habis-habis, diatasi satu muncul LHO berikutnya.
Takut dan malas diatasi, eh muncul LHO dimasalah teknis… nda ngerti ngitung untung rugi

Saya ingat, bahwa Januari 2009 ini saya ada keinginan kuat untuk buka toko di mal… pingin bangeet. Konter herbal di mall, kayaknya keren bin prospektus. Hari hari berikutnya saya jadi sering ke mall. Malah sempet bikin kelompok mastermain-main, bukan mastermind. Niatnya sih survey gitu. Namanya juga punya keinginan, kalo belum ketahuan bentuknya untuk mewujudkan kan paling enak dibawa keluyuran.

Survey udah dilakukan, gambaran sudah kelihatan.
Segudang lho! giliran datang.
Lho modal mu dari mana Her?
Lho konsep bisnisnya udah ada belum?
Lho kalo nanti ada pegawai, sistem kerja nya gimana
Lho sistem pengawasannya belum dibikin
Lho, tunggu dulu, jangan keburu ngomongin sistem kerja dan pengawasan, pegawainya dapat dari mana yang sudah pengalaman di bidang usaha itu… Lho alah…

Lho ini lho itu, karena saking semangatnya saya lewati saja. Nda ada modal, yo cari pemodal. Maka saya maju cari pemodal. Ternyata gagal. Banyak lho yang harus saya jawab dengan benar. Sedangkan saya nda tahu jawabannya.

Akhirnya saya sadar. LOA just LOA. Dia hanya akan membimbing kita kemana akhirnya kita melangkah. Tetapi ketika melangkah, kita perlu tenaga, perlu tahu cara melangkah. Dan ternyata Lho! demi Lho! -lah yang mengajari saya untuk mengisi hari-hari berikutnya dengan banyak-banyak persiapan, sehingga one day saya lebih siap dengan peluang yang datang.

Kalau LOA akan mengubah dan mengarahkan arah hidup Anda, maka LHO akan mendewasakan Anda dalam hidup dan bisnis. Lho demi lho lah yang ketika Anda mampu menjawabnya maka menjadikan kualitas diri Anda naik. Sehingga antara LOA dan wadag kita jadi match. Dan terwujudlah mimpi dan keinginan itu.
Sudahkah LOA Anda tergambar jelas ?… Dan sudahkah LHO yang Anda hadapi Anda tuntaskan satu demi satu? Sehingga jelas terbukti keseriusan LOA Anda ??

Besok, kita akan berbincang mengenai LHO ketika menjadi LHA...

Usahawan Harus Siap Sukses


Setiap usahawan harus siap menderita… tentu! Dan itu perlu.
Tetapi setiap usahawan lebih harus siap untuk berhasil dan lalu suka cita. Dan itu lebih perlu.

Ketika menderita,
ketika usaha masih dalam perintisan dan menemui saat-saat penuh cobaan,
banyak dari usahawan sudah membekali diri
dengan kesabaran,
dengan sikap mental positif,
dengan segala kiat untuk lolos dari jebakan rasa sesal dan kesal
dengan segala benteng mental agar terjaga dari terpuruk dalam kubangan putus asa.
Tetapi begitu banyak justru kita tidak siap,
ketika pundi harta makin bertambah,
ketika jaringan kawan makin bertebaran,
ketika kemudahan pendanaan banyak ditawarkan,
ketika posisi makin menawan.
Kita tiba-tiba terjerembab dalam kebodohan perbuatan.
Kita tergelincir dalam "kelewatan" tindakan.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika masih kecil dan sedikit kita begitu mudah untuk berbagi.
Ketika besar dan berlimpah,
antar kita tiba-tiba berubah saling bersiasat dan bertengkar.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika masih mulai kita begitu berkomitmen,
tetapi ketika di tengah hingga akhir,
kita lalu menjadi penunda dan penggerutu.
Rasa maklum itu hilang.
Rasa pengertian sesama itu jadi tak ada.
Yang terlontar lebih sering tuduhan.

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Ketika diawal yang sering terlintas adalah saya memahami,
ketika puncak itu telah tergapai …
susah banget untuk ngertiin.
Yang terucap selalu :
aneh… kenapa harus rugi…
kok gini aja nda bisa sih…
kurang apa saya, saya sudah begitu baik…

Maka usahawan harus siap ketika masa suka cita itu jadi bagian takdirnya

Pidato-ku tahun 2020 nanti !

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Hari ini kita berkumpul untuk menyusuri lukisan sejarah yang telah kita gambar dan menghadirkan rasa syukur kita. 12 tahun bersama kita telah merangkai simpul-simpul hidup di perusahaan tercinta ini.

Ada dua jenis manusia baik yang membutuhkan sarana untuk bertemu sehingga tercipta kebaikan yang lebih banyak. Sehingga satu tambah satu hasilnya dua, tiga, sepuluh, bahkan lebih. Manusia baik pertama adalah orang kaya yang berhati nurani. Orang mulia yang sadar bahwa ada tanggungjawab dalam harta mereka untuk lingkungan sekitarnya. Mereka siap meletakkan hartanya untuk pemberdayaan sekitarnya. Mereka menjaga kesucian sumber hartanya dan kesucian penyalurannya.

Manusia baik kedua adalah orang yang kuat azzamnya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada selainNya. Mereka siap bertebaran di muka bumi dengan berdagang untuk mengasah kepasrahan pada NYA. Berdagang dijadikan pilihan dengan sejuta peluang bagi kebaikan. Justru dari berdaganglah mereka menempa kekuatan sabar, mengasah daya juang, mengolah hati, merapatkan barisan, dan melantunkan doa doa terkuat untuk pertolonganNYA, berkahNYA, RidhoNYA dan kedekatan denganNYA

Memenuhi kebutuhan bertemunya dua manusia baik inilah perusahaan ini dibentuk. Agar sinergi mereka melahirkan tidak hanya dua, mungkin tiga, sepuluh bahkan lebih banyak kebaikan. Satunya mempunyai kelebihan harta. Satunya siap mengelola harta mewujudkan amanah-amanahnya. Mereka inilah yang bertemu, bersinergi dan kemudian menyatukan niatan membentuk satu laboratorium usaha yang menjadi sarana mewujudkan satu mimpi. Agar segala tenaga dan pikiran, doa dan ibadah, waktu dan kesempatan, tercurah untuk satu tujuan bersama yang kami anggap mulia. Yaitu menghidupi, membesarkan, memberdayakan… 1.000 anak yatim. Memasukkan mereka yang yatim dan papa ini ke dalam rumah-rumah kami. Menjadikan mereka saudara, anak dan buah hati dalam rumah tangga kami. Juga melibatkan mereka ke dlam keseharian bisnis dan usaha kami. Hingga pada akhirnya menyiapkan mereka untuk menajdi pewaris-pewarisnya. Semoga menjadi satu persembahan hidup yang hanya sekali ini, dari masing-masing kami ini.

Masih segar dalam ingatan kami, ketika kami awali semua dari menata kemurnian niat. Dan itu sungguh berat. Bahkan hingga hari ini pun kami ingin selalu beristigfar untuk kelurusan niat kami. Astagfirullah ya Allahu ya Rabbi! Selangkahan yang segera. Aksi yang sederhana. Dan keterbatasan yang ada. Kami awali langkah kami dari satu kios yang indah di KS Tubun 9 Jakarta. Hingga akhirnya banyak tangan-tangan perkasa terulur merangkaikan barisan hingga seperti hari ini ada 1.300 sahabat bergabung. Kita pun hari ini berkumpul di satu gedung indah dan besar milik kita bersama, satu hal yang bahkan tidak kita bayangkan sebelumnya akan menjadi amanah buat kita untuk kita manfaatkan.

Tidak ada pegawai dalam perusahaan ini. Karena semua bergabung dengan struktur bagi hasil yang disepakati. Maka semua adalah pemilik. Bahkan semua kita tergabung dalam koperasi yang menjadi pemodal utama line bisnis line bisnis yang berikutnya dibentuk. Kita semua lah pemilik dari semua line bisnis yang ada saat ini. Dan komitmen kita untuk menggunakan sebagian keuntungannya membuka line bisnis baru lagi sehingga makin banyak sahabat yang kuat, yang berpotensi, pun sahabat yang papa dan membutuhkan terangkai dalam bangunan kita.

Akhirnya perusahaan ini adalah payung dan laboratorium usaha para pemuda muslim. Dimana para pelakunya melakukan berbagai bisnis lintas bidang. Sebuah bangunan bisnis dan sosial. Tahap awal adalah menjadikan masing-masing bisa mandiri. Prosesnya berkarya dalam bisnis sesuai syariah. Tujuan akhirnya adalah membentuk jaringan saling mendukung untuk menyantuni dan menghidupi anak-anak yatim binaan kami. Bahkan perusahaan ini, akan menjadi laboratorium bisnis para anak yatim itu sendiri. Dengan menjadikan mereka pelaku-pelaku usaha dalam tubuh perusahaan ditahap selanjutnya dimasa depan. Untuk itulah kita mengirim mereka ke sekolah-sekolah dalam dan luar negeri.

Dan dalam kesempatan ini pula. Kepada para undangan dan semua yang hadir dan melihat sendiri apa yang kami kerjakan dan sedang kami ingin wujudkan, dengan rendah hati kami mengajak kepada Anda untuk bergabung membentuk barisan yang lebih kuat dan berarti. Mewarnai yang sudah ada dengan lukisan-lukisan indah karya-karya yang lebih berbobot, lebih bernilai dan lebih langgeng manfaatnya.

Ketika hari ini kita bisa berkata, bahwa kita telah mencapai penghasilan 1.7 trilyun per bulan, kita telah mempunyai 19 lini usaha tersebar di 36 kota, kita telah mengirimkan hampir seperempat dari 1.300 anggota kita ke sekolah-sekolah dalam negeri maupun luar negeri untuk memperkaya isi barisan kita, dan kita telah mempunyai lagi 211 desa, sekolah dan tempat tempat binaan, apakah kita akan berhenti dan tidak ada ruang lagi untuk persembahan kita berikutnya? Apakah kita sudah siap menghadapNya dan mengatakan Tuhan inilah persembahan terindah hidup kami? Inilah karya nyata dari hidup kami.

Saya mengajak diri saya sendiri terutama, Anda sekalian, dihari ulang tahun perusahaan ini, untuk kembali ke dalam diri masing-masing. Mengaca dan melihat ke dalam diri. Kita belum pantas untuk berhenti dan menyudahi karya-kaya ini. Kita belum saatnya menengok ke belakang dan berpuas diri dan berpatut bangga. Belum. Masih jauh. Masih belum apa-apa langkah kita. Masih belum kemana-mana perjalanan karya kita.

Untuk itulah. Untuk memperkuat tapak kaki-kaki kita. Untuk memperkuat niat dan tekad berkarya kita. Untuk memperikhlas karya-karya kita berikutnya, Marilah kita menaikkan doa-doa terlarat kita. kepadaNya. Sang Maha Perkasa. Sang Maha Kaya.

Allah Tuhan Semesta. Sungguh kami sadar, di dalam bangunan usaha yang hari ini tampak begitu megah bagi kami ini, sungguh mudah untuk membelok dari cahaya. Untuk membelakangi kesederhanaan. Untuk bermegah dan berbaju kebanggaan. Lindungilah kami dari rasa bangga itu ya Allah, lindungilah kami dari rasa berpuas itu ya Allah, karena kami tahu bahwa itu hanya akan menjadikan mati hati dan mati langkah. Tidak lagi berkarya dan bermegah dengan secuil yang ada.

Bimbing kami untuk meneladani Rasulmu Muhammad SAW, yang dalam keluasan kekuasaannya, tetap bisa tidur nyenyak hanya beralaskan pelepah kurma. Yang dalam padatnya tugas dan banyaknya karya tetap ikhlas menjalani rukuk dan sujud kepadaMU, tetap menjahit bajunya sendiri, tetap membantu memasak istri-istrinya. Tetap meluangkan waktu untuk mengajar kebaikan dan kesantunan kepada sahabat-sahabatnya.

Sekiranya bukan karena penguatanMU tentu kami akan menjadi orang-orang yang tersia-sia mengisi hari dan menapaki waktu-demi waktu. Kuatkan-lah kami untuk mengisi hari dan waktu dengan manfaat dan karya yang Engkau ridhoi. Karya yang berguna bagi kami, bagi keluarga kami, bagi agama kami, bagi dunia dan akherat kami.

Sekiranya bukan karena kelembutan yang Engkau selipkan pada hati-hati kami, niscaya kami akan menjadi saling keras dan kaku kepada sahabat dan teman-teman sekitar kami. Lembutkan-lah hati-hati kami untuk menerima kebenaran darimana pun dia tersampaikan, dan lunakkanlah hati-hati kami agar tidak kaku keras sikap kami dalam bergaul dan berhubungan dengan sesama kami.

YA Allah, kabulkanlah doa kami. Jadikanlah semua yang hadir siang ini, menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Dan ridhoilah kami, ketika dan selama kami terangkai dalam bangunan kebersamaan ini.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh...

Suami Istri Nekat

BERMIMPI

Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, "Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?".
"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab suaminya.
Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado. Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul: "Arti-arti Mimpi".


********

KETURUNAN

Pulang sekolah, sambil berlari-lari Romi mendapati ibunya sambil bertanya:
"Bu, Pak Guru tadi bilang, sebenarnya kita ini keturunan monyet. Apa benar begitu, Bu?"
"Enggak tahu juga," sahut ibunya enggan. "Wong ... ibu belum mengenal semua keluarga ayahmu!"


*********


LELAKI BUTA

Seorang lelaki buta memasuki sebuah rumah makan. Yono, pemilik rumah makan dan sekaligus berperan sebagai pelayan mendatanginya dan menyodorkan daftar menu. "Saya orang buta dan tentu saja tidak bisa membaca daftar menu.

Tolong bawakan sendok kotor yang telah dipakai oleh pengunjung sebelumnya dan saya akan membauinya. Dari situ nanti saya tahu masakan apa yang enak untuk dipesan," kata lelaki buta tersebut. Yono mengumpulkan beberapa sendok bekas pakai yang ada dan memberikannya kepada lelaki tersebut. Ia membauinya dan akhirnya berkata, "Saya memesan pepes ikan mas dan sayur asem." Dengan agak terperanjat Yono mecatat pesannya. Menu itu memang menjadi favorit para pengunjung rumah makan tersebut.

Beberapa hari kemudian lelaki buta tersebut datang lagi. Sekali lagi ia minta sendok bekas pakai untuk dibaui, tetapi bukan yang habis dipakai makan pepes dan sayur asem. Hanya ada satu sendok yang habis dipakai untuk makan menu lainnya. Yono memberikannya kepada lelaki buta tersebut yang kemudian membauinya dan berkata, "Bau sendok ini enak juga, sepertinya habis dipakai untuk makan ayam bakar dengan lalapan dan sambal terasi." Yono mengiyakan dan si lelaki buta memesan makanan tersebut.

Lelaki buta itu untuk ketiga kalinya datang beberapa hari kemudian. Ia datang lebih awal ketika belum ada satupun pengunjung yang datang sehingga tidak ada sendok bekas pakai yang bisa disodorkan. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba sifat iseng Yono muncul. Ia mendatangi istrinya yang berperan sebagai tukang masak di dapur.

Disodorkannya sebuah sendok dan berkata,"Tin, Kamu usapkan sendok ini di anumu."
"Apa-apaan sih Mas?" tanya Tina tak mengerti.
"Udahlah nurut aja, demi kemajuan rumah makan kita," kata Yono setengah memaksa.
Tina menurut, mengusapkan sendok tersebut di "anunya" dan mengembalikannya ke Yono.
Dibawanya sendok tersebut ke lelaki buta yang duduk menunggu.Begitu ia membauinya, dengan mengernyitkan keningnya, lelaki buta tersebut berkata,"Aku tidak mengira kalau Tina bekerja di sini..."


********

A PRISONER STORY

Seorang napi baru kabur dari penjara setelah dipenjara selama 15 tahun.
Dalam perjalanan kabur, dia menemui sebuah rumah dan mendobrak masuk ke dalam rumah itu untuk mencari uang dan senjata. Akan tetapi yang dia temukan hanyalah sepasang anak muda yang sedang tidur di atas ranjang. Napi itu memerintahkan yg laki2 turun dari ranjang dan mengikatnya di kursi. Kemudian sambil mengikat yg perempuan ke ranjang, napi itu mencium lehernya, lalu bergegas ke kamar mandi.

Sementara si napi berada di kamar mandi, sang suami berbisik ke istrinya: "Ma, org ini napi yg kabur dr penjara. lihat saja baju yg dipakainnya. dia mungkin sudah lama dipenjara dan belom pernah melihat wanita dalam waktu yg lama. Aku lihat bagaimana tadi dia mencium lehermu:. "Jika dia ingin berhubungan seks denganmu, jgn tolak, jgn mengeluh, lakukan saya sesuai keinginan dia, berikan dia kepuasan. Orang ini berbahaya, jika dia marah, dia bisa membunuh kita. Jadi bertahanlah sayang..Aku mencintaimu.."
Balas sang istri,"Dia tidak mencium leherku. Tp dia berbisik ke telingaku. Dia bilang dia homo dan menurutnya kamu seksi sekali, dan dia bertanya apa kita ada krim di kamar mandi. Bertahanlah sayang. Aku mencintaimu juga..."


********


SALAH ORANG

Seorang suami yang senang keluyuran, pulang ke rumahnya lewat tengah malam. Ia tahu bahwa ia telah berbuat salah. Karena itu ia ingin mengambil hati istrinya. Dengan berjingkat-jingkat ia naik ke tempat tidur dan menyelusup ke bawah selimut yang sedang menutupi sesosok tubuh yang ada di sana.

Ia membelai sesosok tubuh di sampingnya itu dan menciumnya di bagian yang paling sensitif. Tak sedikitpun sosok itu terbangun. Hanya sesekali mengeluarkan suara desis puas.
Setelah melakukan tugasnya, lelaki itu pergi ke kamar mandi untuk menyikat gigi. Ketika ia menyalakan lampu kamar mandi, dilihatnya istrinya sedang duduk di toilet.

"Hei, bagaimana kau ada di sini?" tanyanya dengan keras dan heran.
"Sst," kata istrinya. "Awas, nanti ibu terbangun."


********


GAJAH NELPON

Pada suatu senja yang diwarnai oleh hujan yang cukup lebat, tersebutlah sepasang pengantin yang belum lama menikah. Mereka sedang bercengkrama di beranda sambil menikmati pemandangan air hujan yang jatuh dipekarangan rumah mereka, sambil menikmati penganan kecil,dan minuman minuman ringan sedikit keras. ( masih romantis..maklum penganten baru..)
Tiba tiba sang suami korslet urat isengnya.. dan berkata tiba tiba.
suami : "ma,.. kita maen tebak-tebakan yuk.. "
istri : "hayo ajah.. sapa takutttt"
suami : "aku punya pertanyaan nich ma.. di dalam perut papi ada apanya.."
istri : "alahhhhhh paling juga sayur asem yang tadi siang.."
suami : "salahh bukan itu jawabannya.. dipikir dulu deh.."
istri : "kacang"
suami : "salah"
istri : "uhhhhhhhhhhhhhhhh .. apa sich.. ???"
suami : "dalam perut papi.. ada GAJAH nya..."
istri : "kok bisa"
suami : "yach ndak tahuuuu lha yang pasti sich.. ini belalainya udah nongol nongol.."
istri : "ahhhh papi nakallllll ... sebell kalo gitu doank sich mami juga bisa.. "
suami : "oh ya.. ? coba apa pertanyaannya"
istri : "sammaa.. di dalam perut mami ada apanyaa?"
suami : "he he he he he he... muach muach muach.. kamu hamil yach ???"
istri : "SALAH"
suami : "yachhhhh.. lalu.. mmm ada .. istrinya gajah ?"
istri : "SALAH"
suami : "Apa donkkkk ??"
istri : "dalam perut mami ada TELPON UMUMNYA"
suami : "HAHHHHHHHHHHH ???????"
istri : "iyahhh ini tempat masukin koinnya udah keliatan tuch.."
suami : "ooohhhh"
pada malam harinya.... disaat sudah waktunya untuk menuju ke peraduan, terjadilah dialog singkat
sekaligus penutup cerita ini..
suami : "mammiiii" ( dengan nada berbisik )
istri : "apaaaaaa?"
Suami : "mammmmm "
istri : "apaaa.. to the point ajahh.."
Suami : "mmmmmmmmmm"
"GAJAH MO NELPON NICH!!!"